
Setelah melumpuhkan dua orang penjaga dalam senyap , Zhao Xifeng dan yang lainnya segera memeriksa semua penjara mencari keberadaan Hua Chunran dan Dan Yin.
Ruangan itu terdiri dari kurang lebih lima belas penjara dan masing-masing berisi sepuluh orang yang bisa dipastikan semuanya wanita dari postur tubuh mereka.
Karena sedang larut malam semua orang yang ada di dalam penjara itu sedang tertidur dan tak menyadari apa yang terjadi.
Zhao Xifeng dan yang lainnya tercengang sambil menatap ngeri saat memeriksa penjara itu dan melihat wajah para wanita itu yang rusak parah dan hancur.
Wajah mereka hanya tinggal daging yang membusuk dibaluri nanah dan darah yang mengering. Mereka semua heran bagaimana para wanita ini masih bisa hidup.
Mungkin karena pelakunya seorang tabib jadi dia bisa memberikan obat yang membuat korbannya tetap hidup meski dalam kondisi mengerikan seperti ini.
Hati Zhao Xifeng tenggelam melihat kondisi para wanita itu. Dia merasakan kecemasan yang semakin kuat. Setelah memeriksa semua penjara mereka masih tidak menemukan keberadaan Hua Chunran dan Dan Yin. Mungkinkah mereka di bawa ke ruangan lain ?
Zhao Xifeng terus bergerak maju menyusuri lorong gua mencari keberadaan Hua Chunran. Di salah satu ruangan kembali ada beberapa buah penjara . Zhao Xifeng dengan cepat melumpuhkan dua orang penjaga di ruangan itu.
Diruangan itu mereka menemukan banyak kulit wajah manusia dipajang didinding gua.
Mengerikan!! Sangat mengerikan!! .
Mereka tak menyangka tabib Wang lebih kejam dari iblis. Mereka telah masuk sendiri mengantarkan nyawa ke sarang iblis.
Setelah memeriksa seluruh ruang penjara di ruangan itu mereka tetap tidak mendapati keberadaan Hua Chunran dan Dan Yin. Tapi ada satu ruangan yang hanya berisi delapan orang sementara ruangan yang lain berisi sepuluh orang.
Zhao Xifeng mengamati dengan teliti ruangan penjara itu , tiba-tiba matanya menangkap bekas muntahan yang masih baru diatas jerami busuk. Merasakan aroma tidak sedap yang sangat menyengat dari penjara sejak tadi membuat semua orang merasakan perutnya mual dan menutup hidung.
__ADS_1
Zhao Xifeng menerka bahwa yang baru muntah pasti Hua Chunran dan Dan Yin ,karena jika baru pertama kali dimasukkan keruangan seperti ini mereka pasti tidak bisa menahan aromanya dan menyebabkan mereka muntah.
Sangat kecil kemunhkin jika yang muntah adalah orang lain yang sudah lebih dulu berada disini, karena pasti mereka sudah beradaptasi dan mulai terbiasa dengan aroma busuk ini dibandingkan Hua Chunran dan Dan Yin. Kecuali kalau ada korban baru lagi selain Hua Chunran dan Dan Yin.
Zhao Xifeng membangunkan seorang wanita yang tidur didekat terali penjara dengan pelan. Mungkin karena selalu ketakutan wanita itu langsung bangun dan hampir berteriak. Zhao Xifeng buru-buru memberi isyarat agar wanita itu diam.
Setelah melihat yang membangunkannya bukan penjaga wanita itu menarik nafas lega , tapi kemudian dia menatap Zhao Xifeng dengan heran . Ditatap oleh mata tanpa kelopak dan wajah tanpa kulit semua orang yang ada di situ bergidik ngeri tapi mereka berusaha menahannya. Saat ini informasi dari wanita ini sangat penting untuk keselamatan Hua Chunran dan Dan Yin.
" Apakah tadi ada dua wanita yang baru dimasukkan ke ruangan ini?" tanya Zhao Xifeng dengan suara dalam menekan perasaan cemas dihatinya.
Wanita itu mengangguk pelan, tak bersuara.
" Kemana mereka ?"
Hati Zhao Xifeng tenggelam mendengar kata-kata wanita itu, dia berharap dia bisa datang menyelamatkan Hua Chunran dan Dan Yin tepat waktu , jangan sampai terlambat. Kalau tidak konsekuensinya akan sangat mengerikan.
" Dimana ruang operasinya?" tanya Zhao Xifeng lagi.
" Di ruang ketiga setelah ruangan ini, cepatlah sebelum terlambat." ujar wanita itu , dia juga berharap dua wanita yang baru datang itu bisa selamat dan tidak mengalami nasib seperti mereka.
" Terima kasih.. " Zhao Xifeng dan yang lainnya segera bergegas ke ruangan yang ditunjukkan oleh wanita itu .
Wanita itu menatap kepergian Zhao Xifeng dan yang lainnya , setelah sekian lama ini pertama kali dia menyaksikan beberapa orang berhasil memasuki gua ini untuk menyelamatkan korban.
Sedikit harapan tumbuh di hatinya, jika wanita yang baru datang itu bisa diselamatkan , dia juga berharap mereka semua juga diselamatkan. Namun dia cepat-cepat mengusir harapan itu dari benaknya , karena rasanya mustahil bisa lolos dari tempat mengerikan ini. Apalagi jalan keluar satu-satunya dijaga ikan pemakan manusia.
__ADS_1
Hua Chunran dan Dan Yin diseret oleh dua orang penjaga ke ruang operasi. Apakah wajah mereka akan di kuliti malam ini juga? Memikirkan itu Hua Chunran dan Dan Yin merasa putus asa.
Hua Chunran dan Dan Yin berusaha melawan sekuat tenaga tapi sebagai perempuan biasa yang tidak memiliki kemampuan bela diri dan kultivasi perlawanan mereka jelas tidak berarti apa-apa bagi dua penjaga itu. Mereka di seret tanpa ampun dan dilemparkan ke sebuah ruangan .
Ruangan itu sama seperti ruangan lain berdinding batu gua alami. Tapi di tengah ruangan ada dua buah tempat tidur dari batu . Disebelah tempat tidur ada sebuah meja dan diatasnya penuh dengan obat-obatan herbal.
Disudut ruangan ada seember kayu besar berisi air , tampaknya air itu berasal dari mata air alami di dinding gua.
Ingatan Hua Chunran melayang ke saat -saat dia akan di ambil ginjalnya secara paksa di zaman modern. Situasi ini sangat mirip , dia yang penuh ketakutan di bawa paksa ke meja operasi.
Bedanya dulu dia dioperasi oleh dokter dan dengan peralatan medis modern, tapi dia tetap kehilangan nyawanya dan sekarang dia tidak tahu bagaimana tabib Wang akan mengambil kulit wajahnya.Apakah dia akan dikuliti tanpa anestesi? .
Membayangkan kulit wajahnya dikuliti saja sudah sangat mengerikan apalagi tanpa anestesi. Hua Chunran lalu di seret ke salah satu tempat tidur begitu juga Dan Yin. Tubuh keduanya kemudian di ikat dengan kuat ke empat buah tiang kayu yang sengaja dibuat disetiap sudut tempat tidur. Penjaga itu melakukannya tanpa bicara.
Hua Chunran dan Dan Yin merasa seluruh tubuhnya gemetar ketakutan dan punggung mereka basah oleh keringat dingin.
"Dan Yin maafkan aku membuatmu mengalami semua ini bersamaku.." Ujar Hua Chunran sambil berurai airmata. Akankah dia kembali tewas di meja operasi di kehidupan ini? .Kenapa dia selalu mengalami nasib yang sama bahkan dikehidupan dan kesempatan kedua ini?
" Maafkan hamba nona, tidak bisa melindungimu. Hamba tidak bisa menepati janji hamba pada menteri Hua untuk melindungi nona huhuhu."
Dan Yin menangis sedih, dia juga sedih membayangkan betapa hancur hati menteri Hua kehilangan putri kesayangannya, terlebih jika mengetahui bahwa putri kesayangannya mengalami nasib yang sangat mengenaskan.
Disaat mereka sedang menangis putus asa, pintu ruangan terbuka dan sosok tabib Wang datang dengan senyum mengerikan di wajahnya.
" Nona-nona cantik apakah kalian siap memberikan wajah kalian untukku?"
__ADS_1