Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 60


__ADS_3

Langit cerah dan matahari bersinar terang. Kereta kuda yang ditumpangi Hua Chunran dan Dan Yin melaju membelah jalanan. Sementara Zhao Xifeng menaiki kudanya mengiringi dari samping .


Dan Yin meminta kusir kereta kuda membawa mereka ke sebuah tempat pengrajin kayu yang cukup terkenal di ibukota kerajaan Tian. Setengah jam kemudian kereta kuda yang membawa Hua Chunran sampai di depan tempat pengrajin kayu.


"Nona kita sudah sampai .." ujar Dan Yin memberitahu. Hua Chunran mengangguk senang.


Zhao Xifeng membantu Hua Chunran turun dari kereta kuda. Sebenarnya Hua Chunran belum terlalu terbiasa memakai pakaian zaman kuno begini , jika di zaman modern memakai pakaian hanfu hanya di perayaan atau hari tertentu sekarang dia harus memakainya setiap hari.


Hua Chunran merasa sangat merepotkan terus memakai hanfu dan dia tiba-tiba merindukan baju modernnya yang simpel. Celana panjang, celana pendek , rok atau dress simple sebatas lutut. Dia juga merindukan piyamanya yang meski sedikit lusuh karena terlalu sering dipakai tapi sangat nyaman.


" Nona ada apa?" tanya Zhao Xifeng melihat Hua Chunran yang melamun. Hua Chunran segera kembali tersadar.


Hua Chunran menggeleng " Tidak ,tiba-tiba aku teringat sesuatu.."


Zhao Xifeng tidak ingin bertanya lebih jauh. Mereka bertiga lalu memasuki halaman tempat pengrajin kayu. Di halaman yang cukup luas ada sekitar lima orang pengrajin kayu sedang membuat aneka perabotan rumah tangga seperti lemari, tempat tidur dan kursi.


Seorang pria paruh baya bergegas menyambut mereka, dari penampilan tamunya pria itu bisa menilai bahwa tamunya bukan orang biasa. Jadi dia menyambut dengan antusias.


" Selamat datang nona, saya Ming Xuan kepala pengrajin disini. Ada yang bisa saya bantu ? "


" Tuan Ming , saya ingin memesan sebuah benda seperti ini , bisakah tuan membuatnya?" Hua Chunran menyodorkan selembar kertas berisi gambar sketsa kruk .


" Apa ini nona?" tanya Ming Xuan heran.


" Ini namanya kruk untuk membantu menopang tubuh saat berjalan. Teman saya mengalami patah kaki jadi dia kesulitan berjalan tanpa bantuan orang lain. Jadi saya ingin memberikan kruk ini padanya agar dia tidak kesulitan berjalan."


" Nona sungguh baik hati, teman anda sangat beruntung." Ming Xuan melihat putri bangsawan di depannya dengan penuh kekaguman.


Zhao Xifeng juga tercengang mengetahui Hua Chunran datang ke pengrajin kayu secara khusus untuk membuat benda seperti itu. Zhao Xifeng tahu yang dimaksud teman oleh Hua Chunran adalah Xu Feng.


Zhao Xifeng tidak menyangka bahwa Hua Chunran akan begitu perhatian kepada penjaganya dan bahkan mengakui penjaganya sebagai teman. Zhao Xifeng diam-diam menatap Hua Chunran dengan perasaan rumit. Zhao Xifeng merasa semakin dia mengenal Hua Chunran , semakin dia merasa gadis ini menarik.


"itu bukan apa-apa.." ujar Hua Chunran santai menanggapi pujian kepala pengrajin itu.


" Tapi karena saya baru pertama kali menerima pesanan seperti ini bisakah nona menjelaskan detailnya." ujar Ming Xuan kemudian.

__ADS_1


" Tentu saja.. "


Hua Chunran menjelaskan detail pembuatan kruk kepada Ming Xuan dengan sabar. Dia juga menekankan bahwa bagian atas yang digunakan untuk menopang tubuh sebaiknya di beri bantalan agar nyaman saat digunakan.


Setelah mendengarkan detail benda itu, sebagai kepala pengrajin yang berpengalaman Ming Xuan langsung memahami penjelasan Hua Chunran. Dan dia langsung menyanggupi pembuatannya.


"Nona pesanannya besok akan kami antarkan langsung ke kediaman nona " Ujar Ming Xuan.


Hua Chunran mengangguk setuju " Baiklah, antar pesanannya ke kediaman menteri Hua."


Ming Xuan terkejut saat menyadari bahwa gadis di depannya ini mungkin adalah putri menteri Hua. Penilaiannya tidak salah , pelanggannya kali ini bukan orang sembarangan.


Hua Chunran lalu membayar biaya yang disepakati dan kemudian berpamitan kepada Ming Xuan.


" Penjaga Xu pasti sangat senang menerima hadiah dari nona. " ujar Dan Yin senang.


Hua Chunran mengangguk sambil tersenyum " semoga dia tidak terlalu kesulitan lagi berjalan ."


" Nona sangat baik pada kami meski kami hanya penjaga ." timpal Zhao Xifeng.


Zhao Xifeng tertegun, hatinya menghangat. Perasaan dihargai bukan hanya karena statusnya membuatnya merasa sedikit bahagia.


Keesokan harinya pesanan Hua Chunran diantarkan oleh salah seorang pekerja di tempat pengrajin kayu. Hua Chunran sangat puas dengan kruk pesanannya.


Xu Feng sedang duduk sendirian di depan barak tempat tinggalnya ketika Hua Chunran dan Dan Yin datang. Karena kondisinya yang belum pulih, Xu Feng dibebaskan untuk tidak melakukan tugas jaga.


Xu Feng terkejut melihat kedatangan Hua Chunran, dia buru-buru berusaha berdiri untuk memberi hormat ,namun Hua Chunran segera mencegahnya.


" Tidak usah berdiri penjaga Xu..duduk saja .."


" Kenapa nona datang ke tempat kumuh seperti ini? Nona bisa memanggil hamba jika memerlukan hamba." Ujar Xu Feng sambil tersenyum canggung.


" Tidak apa-apa, aku kesini hanya ingin memberimu ini.." Hua Chunran lalu memberi isyarat pada Dan Yin agar memberikan kruk yang telah di pesannya. Dan Yin segera menyodorkan sepasang kruk ke hadapan Xu Feng.


Xu Feng mengerutkan kening, melihat dengan heran " Nona, benda apa ini?"

__ADS_1


" Ini namanya kruk, benda ini bisa membantumu berjalan sehingga kamu tidak perlu menunggu Han Sen untuk membantumu berjalan." terang Hua Chunran.


Xu Feng terperangah, matanya berbinar tak percaya. " Maksud nona? "


" Lihat bagaimana aku memakainya .." Hua Chunran mengambil kembali kruk itu dari tangan Xu Feng dan langsung mempraktekkan cara memakai kruk itu di depan Xu Feng.


Xu Feng menatap penuh kekaguman , hatinya sangat senang.


" Sekarang cobalah.." Hua Chunran menyerahkan kruk itu pada Xu Feng .


Xu Feng dengan bersemangat mencoba menggunakan kruk itu. Hanya sekali coba Xu Feng sudah bisa memakai kruk itu. Xu Feng hampir melompat kegirangan , untung saja dia segera sadar akan kondisinya.


"Nona terima kasih, benda ini sangat berguna untuk hamba." Ujar Xu Feng senang.


" Penjaga Xu, demi membuat benda ini, nona secara khusus pergi langsung ke pengrajin kayu untuk memesannya. Semua demi penjaga Xu." Ujar Dan Yin ikut merasa senang.


Xu Feng terkejut mendengar perkataan Dan Yin. Dia menatap Hua Chunran tak percaya.


" Nona , kenapa harus bersusah payah untuk hamba? . Hamba tidak pantas menerimanya." Xu Feng merasa tidak enak. Dia kembali teringat sikap kasarnya pada Hua Chunran saat berada di desa suku Nu.


Hua Chunran menggeleng dan tersenyum " ini bukan apa-apa dibandingkan pengorbanan kalian para penjaga untuk melindungiku. Penjaga Xu kamu terluka karena melindungiku jadi ini hanyalah sedikit hal yang bisa aku lakukan untukmu."


" Tapi nona, itu sudah tugas hamba melindungi nona.." wajah tampan Xu Feng semakin tampak canggung.


" Sebenarnya ini juga agar penjaga Xu tidak terus bermalas-malasan hehe.." Hua Chunran berusaha bercanda untuk meringankan suasana hati Xu Feng.


" Terima kasih nona hamba pasti tidak akan bermalas-malasan, sekali lagi terima kasih.." Xu Feng sangat berterima kasih dari lubuk hatinya yang paling dalam.


Hati Xu Feng menghangat, Hua Chunran ternyata tak seburuk yang dia kira . Dia menyesal telah bersikap tidak masuk akal sebelumnya.


" Baiklah, nanti malam kita kembali belajar bersama. Beritahukan pada Penjaga Jiang dan yang lainnya . Kalau ada penjaga lain yang ingin belajar ,juga bisa bergabung."


" Benarkah nona? " tanya Xu Feng takjub.


Hua Chunran mengangguk penuh keyakinan.

__ADS_1


" Terima kasih nona, terima kasih nona.." ujar Xu Feng bersemangat.


__ADS_2