Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 59


__ADS_3

Malam itu semua orang tenggelam dalam kegembiraan. Mereka makan dengan lahap dan minum arak terbaik yang disediakan menteri Hua dengan penuh suka cita.


Menteri Hua juga memberikan hadiah puluhan tael emas dan perak juga beberapa bidang tanah untuk Zhao Xifeng dan yang lainnya, tidak terkecuali Dan Yin. Semua orang sangat senang dan sangat berterima kasih pada menteri Hua.


Para selir dan adik-adik tiri Hua Chunran tidak bisa menahan rasa iri di mata mereka melihat menteri Hua begitu murah hati kepada para penjaga Hua Chunran. Tapi mereka hanya bisa menahannya di dalam hati.


Semua orang akhirnya mabuk malam itu tidak terkecuali Hua Chunran. Dan Yin yang juga mabuk berusaha keras memapah Hua Chunran kembali ke kamarnya. Zhao Xifeng yang tidak mabuk karena hanya minum sedikit arak lalu beranjak membantu Dan Yin.


" terima kasih penjaga Zhao.." ujar Dan Yin setengah sadar saat melihat Zhao Xifeng membantunya memapah Hua Chunran.


Hua Chunran membuka sedikit matanya saat mendengar Dan Yin menyebut penjaga Zhao. Lalu dia tersenyum saat melihat benar penjaga Zhao yang memapahnya.


" Wah penjaga Zhao kita yang hebat tidak mabuk , hebat sekali ..."


" Prook.. Prokk ..proookk" Hua Chunran bertepuk tangan senang .


Zhao Xifeng hanya bisa memaklumi karena Hua Chunran dalam kondisi mabuk.


Langkah Dan Yin dan Hua Chunran semakin lama semakin terseok sehingga membuat langkah mereka semakin lamban.


" Pelayan Dan , kembalilah ke kamarmu. Biar aku saja yang mengantar nona kembali ke kamarnya ." ujar Zhao Xifeng kemudian.


Dan Yin mengangguk " terima kasih penjaga Zhao." Meski mabuk Dan Yin masih cukup sadar untuk tidak menyerahkan Hua Chunran pada sembarang orang. Tapi karena itu penjaga Zhao dia percaya padanya.


Daripada memapah Hua Chunran dengan susah payah seperti tadi , Zhao Xifeng lalu menggendong tubuh Hua Chunran agar lebih cepat.


Tanpa sadar Hua Chunran tertawa senang merasa di gendong lagi oleh Zhao Xifeng.


" Penjaga Zhao kita yang tampan memang bisa diandalkan , terima kasih penjaga Zhao." Hua Chunran tersenyum senang, wajahnya yang memerah karena mabuk terlihat sangat menggemaskan. Zhao Xifeng terpana menatap betapa mempesonanya wanita di gendongannya ini.


Sesampainya di kamar Hua Chunran , Zhao Xifeng lalu merebahkan Hua Chunran di tempat tidur. Dia dengan hati-hati melepaskan sepatu Hua Chunran dan menyelimutinya dengan penuh perhatian. Hua Chunran sepertinya sudah terlelap terdengar dari suara nafasnya yang teratur.


Zhao Xifeng memperhatikan wajah cantik nan mempesona di depannya dengan tatapan dalam sebelum beranjak keluar. Tapi baru saja berbalik, dia mendengar Hua Chunran berbicara. Zhao Xifeng menghentikan langkahnya dan berbalik kembali menghadap Hua Chunran.

__ADS_1


" Penjaga Zhao tahukah kamu kalau aku punya rahasia ?" Hua Chunran berbicara dengan mata masih tertutup .Dia seperti mengigau dalam tidurnya.


Zhao Xifeng hanya diam tak menjawab.


" Penjaga Zhao sebenarnya aku datang dari masa depan hahaha.." Setelah mengatakan itu Hua Chunran lalu kembali terlelap dan suara dengkuran halus terdengar menandakan dia tertidur.


Zhao Xifeng menggelengkan kepala sambil tersenyum geli. Dia hanya merasa Hua Chunran sangat menggemaskan saat mabuk dan tidak memikirkan kata-kata Hua Chunran.


Zhao Xifeng lalu keluar dari kamar Hua Chunran dan menutup pintunya dengan pelan.


Tanpa Zhao Xifeng sadari ada dua pasang mata yang memperhatikannya. Itu adalah selir Li dan putrinya Hua Meng Yan.


"Ibu, kenapa aku melihat kakak sangat dekat dengan penjaga baru itu? " tanya Hua Meng Yan sambil mengernyitkan dahinya heran.


" Sepertinya hubungan mereka tidak biasa, bukankah penjaga itu juga yang membawa Chunran pulang tengah malam dengan menaiki satu kuda?" sahut selir Li .


" Ah benarkah? Sepertinya kita bisa memanfaatkan ini .."


" Apa jadinya jika putri kebanggaan ayah yang sudah bertunangan memiliki skandal dengan penjaga . Pasti akan menarik hahaha." Hua Meng Yan tertawa gembira.


Hua Meng Yan sudah lama iri dan cemburu pada kakak tirinya ini, Hua Chunran selalu menjadi putri kesayangan ayahnya , perlakuan ayahnya pada Hua Chunran sangat jauh berbeda dibandingkan dengan putra-putri ayahnya yang lain. Hua Chunran dilimpahi kasih sayang dan menerima segala kemewahan dari ayahnya. Bahkan ibunya juga tak sebanding dengan Hua Chunran.


"sstt kecilkan suaramu, kita tunggu perkembangan selanjutnya , disaat yang tepat kita akan membuka mata semua orang betapa rendahnya putri kebanggaan ayahmu ini ." Sorot mata selir Li penuh dengan kelicikan.


Hua Meng Yan mengangguk penuh semangat.


"Hua Chunran, kali ini kamu menggali kuburmu sendiri ! " Hua Meng Yang tertawa penuh kemenangan.


Mereka berdua lalu mengendap-endap pergi meninggalkan halaman paviliun tempat tinggal Hua Chunran.


Keesokan harinya Hua Chunran terbangun dengan membuka mata perlahan. Kepalanya terasa sakit, sepertinya dia minum terlalu banyak tadi malam. Hua Chunran berusaha bangun dari pembaringannya. Pada saat itu pintu kamarnya diketuk dari luar.


" Nona apakah nona sudah bangun?" Begitu mendengar pergerakan dari dalam kamar Hua Chunran , Dan Yin langsung mengetuk pintu.

__ADS_1


" Sudah, masuklah..." sahut Hua Chunran pelan sambil menahan sakit di kepalanya.


Dan Yin lalu masuk ke kamar setelah mendengar jawaban Hua Chunran. Dia membawa semangkuk sup dan bubur untuk menghilangkan mabuk .


"Nona makanlah dulu sup dan bubur ini agar sakit kepala nona sembuh.." Dan Yin meletakkan nampan di atas meja . Dia lalu membantu Hua Chunran berjalan ke meja makan.


Setelah makan sup dan bubur , Hua Chunran merasa tubuhnya lebih baik dan rasa sakit kepalanya hilang. Hua Chunran segera mandi untuk membersihkan diri .


Setelah mandi dan berpakaian Hua Chunran ingat keadaan Xu Feng yang kesulitan berjalan karena kakinya yang patah masih dalam pemulihan. Dia ingin membuatkan kruk untuk membantu Xu Feng berjalan. Hua Chunran lalu menggambar kruk disebuah kertas dan hendak membawanya ke pengrajin kayu.


" Dan Yin bisakah kamu mengantarku ke tempat pengrajin kayu?"


"Nona ingin memesan apa? Biar hamba yang meminta orang kesana untuk memesannya."


Hua Chunran menggeleng " Aku mau kesana langsung untuk menjelaskan pesananku. Sekalian kita jalan-jalan keluar." Hua Chunran mengedipkan matanya sambil tersenyum nakal . Dia merasa bosan jika harus berdiam diri di Paviliun.


Dan Yin segera mengerti " Baiklah nona, tapi demi keamanan kita harus membawa penjaga ."


"Benar , suruh saja penjaga Zhao menemani kita .." Mata Hua Chunran berbinar , dia senang jika Zhao Xifeng bisa ikut pergi bersama mereka.


Dan Yin juga bersemangat ketika Hua Chunran memintanya mengajak penjaga Zhao.


" Baik nona, hamba akan segera memanggil penjaga Zhao..Nona tunggu sebentar, hamba sekalian akan mempersiapkan kereta kuda. " ujar Dan Yin sebelum berbalik pergi.


Hua Chunran mengangguk. Sambil menunggu Dan Yin dan Zhao Xifeng, Hua Chunran dengan bersemangat berdandan lagi. Dandanan zaman kuno ini tidak sesuai dengan seleranya.


Ternyata gaya dandanan cantik wanita zaman kerajaan kuno yang ditampilkan di drama atau film televisi tidak sepenuhnya benar. Bagi Hua Chunran dandanan mereka terlalu tebal dan membuatnya tidak nyaman.


Jadi Hua Chunran mendandani dirinya sendiri dengan sapuan make up dan lipstick tipis. Hua Chunran menatap hasil akhir makeup naturalnya dengan puas. Kali ini kecantikannya lebih terpancar dan tampilan wajahnya terlihat lebih segar.


Tak berapa lama Dan Yin datang bersama Zhao Xifeng. Begitu melihat sosok Hua Chunran, Zhao Xifeng tak bisa menyembunyikan tatapannya yang begitu terpesona.


Hua Chunran selalu cantik dimata Zhao Xifeng ,tapi ini kali pertama dia melihat Hua Chunran berdandan begitu alami dan segar.

__ADS_1


__ADS_2