Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 7


__ADS_3

Menteri Hua Qi Mo memerintahkan semua orang di kediaman yang tahu kondisi Hua Chunran yang memiliki bekas luka untuk merahasiakannya. Jangan sampai di ketahui oleh siapapun terutama keluarga Wen. Tidak ada seorangpun berani membantah dan membocorkan rahasia itu karena takut akan akibat yang harus ditanggung.


Tiba-tiba Dan Yin bergegas berlari kearah Hua Chunran yang sedang sibuk memikirkan strategi apa lagi untuk membatalkan pernikahannya dengan Wen Cheng Si.


"Nona, nona.." Dan Yin datang dengan terengah-engah. Hua Chunran mengernyitkan alisnya menatap heran pada Dan Yin.


" Ada apa? Bicaralah dengan tenang, tidak ada yang mengejarmu."


"Nona, tuan muda Wen Cheng Si datang menemuimu." Beritahu Dan Yin setelah selesai mengatur nafas.


"Wen Cheng Si ? Tunanganku?"


"iya Nona, tuan muda sudah menunggu di aula tamu. Menteri Hua Qi Mo sudah menemaninya sambil menunggu kedatangan Nona. Ayo hamba bantu Nona berdandan dulu." ujar Dan Yin bersemangat .


"tidak , tidak usah berdandan, langsung antarkan saja aku ke aula tamu." tolak Hua Chunran sambil langsung berjalan pergi. Dan Yin ingin membujuk Hua Chunran tapi melihat Hua Chunran langsung pergi dia tak bisa berkata-kata.


Sesampainya di Aula tamu, Hua Chunran dengan cuek masuk ke dalam. Terlihat dari belakang sosok pria muda sedang berbincang hangat dengan ayahnya. Itu pasti Wen Cheng Si pikir Hua Chunran.


Hua Chunran melangkah mendekati mereka.


"Salam ayah, salam tuan muda Wen....." kata-kata Hua Chunran terhenti ketika melihat sosok Wen Cheng Si yang tampan. Bukan , bukan karena ketampanannya tapi kenapa wajahnya begitu familiar? . Tapi dimana dia pernah melihatnya ? . Sejak jiwanya beralih ke zaman kuno dia belum pernah keluar dan bertemu pria muda manapun .

__ADS_1


" Hua Chunran..." tegur ayahnya melihat Hua Chunran terdiam. Hua Chunran segera tersadar dari lamunannya.


" ya... , eh salam tuan muda Wen.." Hua Chunran membungkuk sopan.


" salam Nona Hua " Wen Cheng Si tersenyum tipis sambil menatap Hua Chunran. Dia merasa penampilan Hua Chunran sedikit berbeda dengan biasanya. Biasanya meski cantik tapi Hua Chunran selalu tampil dengan makeup agak tebal memancarkan aura kuat , gadis pemberani dan mendominasi. Namun sekarang Hua Chunran tampil dengan make up tipis nyaris tak terlihat memakai apa-apa tapi itu justru memamerkan kulit wajahnya yang seputih giok. Terlihat segar bagai embun di pagi hari.


Mata Wen Cheng Si berkilat , Selama ini dia tak terlalu menaruh perhatian pada Hua Chunran, baginya dia sama saja dengan wanita cantik diluar sana ,dia tak terlalu perduli apakah dia benar-benar menyukai wanita itu untuk bersamanya, baginya asal wanita itu bisa memberi dia keuntungan maka tidak masalah wanita mana saja yang akan dia nikahi.


" Ada perlu apa tuan muda Wen datang hari ini? Suara Hua Chunran menyadarkan Wen Cheng Si yang terpaku.


" Hari ini aku ingin mengajakmu mengunjungi festival perahu naga di danau Tian Chi. Maukah kau pergi bersamaku? " tanya Wen Cheng Si dengan suaranya yang berwibawa.


" Pergilah, dengan berjalan keluar bersama kalian akan punya kesempatan mengenal satu sama lain. " Menteri Hua Qi Mo tersenyum bijak penuh kelembutan pada Hua Chunran.


"Baik ayah, kalau begitu putrimu ini akan pergi keluar sebentar bersama tuan muda Wen."


Menteri Hua Qi Mo mengangguk senang. Setelah mereka berpamitan, Hua Chunran dan Wen Cheng Si pergi menuju danau Tian Chi dengan menaiki kereta kuda yang indah. Ini adalah pertama kali Hua Chunran pergi keluar dan menaiki kereta kuda indah seperti ini. Meski dia enggan pergi bersama Wen Cheng Si namun dia cukup antusias melihat dunia di luar kediaman menteri.


Sejak kedatangannya ke zaman kuno ini , Hua Chunran belum pernah keluar dari kediaman. Dan Yin pelayannya mengikuti juga dibelakang dengan kereta kuda bersama pelayan Wen Cheng Si. Begitu memasuki kereta kuda Wen Cheng Si , Hua Chunran tak bisa menutupi kekagumannya pada desain interiornya.


Kereta kuda itu lumayan luas , tempat duduknya dengan bantalan empuk beralaskan beludru. Ada meja kecil diatasnya ada tiga jenis cemilan ,serta teko antik bersama cangkir berisi teh hangat. Didalam juga ada pemanas ruangan yang mungkin dipakai jika musim dingin tiba. Karena sekarang musim panas maka pemanas tidak dinyalakan.

__ADS_1


Jadi seperti ini kendaraan bangsawan zaman dahulu? Gumam Hua Chunran dalam hati.


Melihat Hua Chunran yang terkagum-kagum melihat suasana kereta kudanya , mau tak mau membuat Wen Cheng Si heran, bukankah di kediaman menteri juga ada kereta kuda yang hampir mirip dengan ini? . Kereta kudanya hanya sedikit lebih mewah daripada kereta kuda biasa, masih belum semewah milik keluarga Kerajaan. Tapi Wen Cheng Si tak bertanya tentang keheranannya pada Hua Chunran.


Wen Cheng Si menuangkan teh ke cangkir dan memberikannya pada Hua Chunran.


"Minumlah .." katanya singkat.


"terima kasih ." Hua Chunran menerima cangkir teh yang diulurkan padanya. Aroma wangi teh menyeruak kehidungnya. Hua Chunran menutup matanya dan menghirup aroma teh dalam-dalam. Kemudian dia menyesap teh sedikit dan tak bisa menyembunyikan rasa takjubnya pada cita rasa teh yang begitu enak


" Ini adalah tieguanyin dari Fujian, semoga nona Hua menyukainya."


" tentu ,teh ini enak sekali." Hua Chunran menyesap teh lagi dan lagi dengan senang hati. Matanya berbinar-binar bahagia. Wen Cheng Si tertegun memperhatikan ekspresi Hua Chunran yang berubah-ubah bak Kerlip bintang di malam hari. Sangat indah di pandang. Tiba - tiba Wen Cheng Si merasa calon istrinya cukup menarik tidak hanya kecantikan yang membosankan.


Perjalanan dengan kereta kuda bagi Hua Chunran sangat lambat karena dia yang terbiasa menaiki bus untuk kendaraannya sehari-hari berangkat dan pulang kerja. Tapi dia menikmati sepanjang perjalanan pemandangan desa-desa yang mereka lalui. Hua Chunran menyibak tirai kereta kuda dan tak berhenti mengagumi suasana perkampungan zaman dahulu.


Wen Cheng Si tiba-tiba menjadi semacam pemandu yang memperkenalkan nama-nama desa yang mereka lalui. Wen Cheng Si awalnya mengira perjalanan mereka akan menjadi membosankan tapi tak disangka melalui perjalanan ini mereka tak henti-henti saling berbicara seolah tak pernah kehabisan kata.


Sejak dia lahir hingga berusia tujuh belas tahun ini ,dia termasuk orang yang tak banyak bicara dan juga sebagai keluarga bangsawan mereka hanya bicara seperlunya dan penuh tata Krama. Tapi hari ini bersama Hua Chunran secara tak sadar dia telah mengobrol panjang lebar seolah-olah mereka tak kehabisan bahan untuk diceritakan.


Mata Wen Cheng Si berkilat memandang wajah calon istrinya. Kenapa dia tiba-tiba merasa wanita ini sangat menarik?

__ADS_1


__ADS_2