Musim Semi Di Tiansheng

Musim Semi Di Tiansheng
Bab 23


__ADS_3

Pagi akhirnya perlahan mulai menjelang , dan cuaca semakin terasa dingin dipagi hari.


Hua Chunran semakin meringkuk didalam selimut , dia merasakan ada pemanas didalam selimut dan semakin merapatkan diri pada pemanas itu. Sangat nyaman dan hangat membuat Hua Chunran enggan bangun.


Detik dan menit berlalu , Hua Chunran yang sedang bermalas-malasan dan enggan membuka mata tiba-tiba seolah mengingat sesuatu dan membuka matanya perlahan mencoba bangun dan melihat darimana sumber rasa hangat itu.


Hua Chunran tercengang begitu menyadari dia tidur dengan memeluk tubuh Zhao Xifeng. Dia memeluk Zhao Xifeng dengan erat dan sekarang wajahnya menempel erat di dada bidang Zhao Xifeng.


Hua Chunran gemetar dan ingin memastikan itu benar Zhao Xifeng atau bukan. Hua Chunran kemudian mendongakkan kepalanya dengan hati-hati agar tak membangunkan Zhao Xifeng.


Namun Hua Chunran hampir memekik karena terkejut, ternyata Zhao Xifeng sudah terbangun. Zhao Xifeng terlihat menatapnya intens dalam diam . Matanya yang hitam pekat bersinar dengan cahaya yang mempesona.


Hua Chunran mengerjapkan matanya berulangkali memastikan apakah penglihatannya benar atau salah. Setelah memastikan itu benar-benar Zhao Xifeng , Hua Chunran merasa sangat malu dan pipinya memerah seketika. Dia buru-buru melepaskan pelukannya dan bergerak mundur menjauh dari Zhao Xifeng.


" Ma... Maafkan aku , aku tidak sadar melakukannya.." Hua Chunran tergagap .Zhao Xifeng hanya diam tak menjawab , dia kemudian langsung bangkit dan berjalan keluar tenda.


Apakah dia marah? Hua Chunran merasa tak enak dihatinya . Hua Chunran berusaha menenangkan dadanya yang berdebar kencang. Setelah menenangkan diri beberapa saat Hua Chunran akhirnya keluar dari tenda.


Zhao Xifeng terlihat duduk di dekat bekas nyala api unggun. Didepannya sekarang bertambah satu lagi kursi dan sebuah meja. Diatas meja terlihat dua cangkir teh hangat.


"Nona silahkan duduk." Zhao Xifeng berkata dengan sopan.


"terima kasih Penjaga Zhao..." Hua Chunran berjalan mendekat dengan canggung. Dia lalu duduk di kursi yang disediakan Zhao Xifeng.


"Minumlah teh ini dan sedikit makanan kering ini. Bekal kita semua ada di kereta kuda jadi ini seadanya untuk mengganjal perut kita."


" tidak apa-apa, kelak saat kembali aku akan memasakkan makanan enak untukmu dan yang lainnya.."


Zhao Xifeng tertegun mendengarnya, Hua Chunran akan memasakkan mereka makanan? Dia sendiri yang memasak?


"Apa nona bisa memasak? " tanya Zhao Xifeng ragu.


" Tentu saja , aku akan memasakkanmu makanan yang belum pernah kalian makan sebelumnya. Aku jamin kalian pasti menyukainya .." Ujar Hua Chunran bersemangat. Hua Chunran sudah berencana akan membuat makanan modern untuk Zhao Xifeng dan yang lainnya.

__ADS_1


"Terima kasih nona, tapi kami tidak pantas memakan masakan nona.."


" Apanya yang tidak pantas, kalian sudah bekerja keras untuk melindungiku , sedikit makanan itu bukan apa-apa." Ujar Hua Chunran ringan.


Zhao Xifeng merasa sedikit hangat di hatinya. Dia menatap lekat wajah Hua Chunran yang tampak polos dan lugu. Wanita ini ternyata punya sisi lain yang menarik.Kenapa wanita ini berbeda dengan semua informasi yang didapatkan sebelumnya? . Tampaknya benar pepatah Jangan Pernah menilai buku dari sampulnya , Jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya.


Zhao Xifeng sejak kecil terbiasa dengan kehidupan sekitarnya yang memperlakukan orang berdasarkan status, Semakin tinggi status seseorang semakin baik dia diperlakukan. Tapi sekarang dengan identitasnya hanya sebagai penjaga ada orang yang memperlakukannya dengan baik dan tulus.


Tiba-tiba terdengar banyak langkah kaki dikejauhan, sebagai seorang kultivator pendengaran Zhao Xifeng lebih tajam dari orang biasa seperti Hua Chunran. Tapi kemudian Zhao Xifeng kembali tenang karena mengenali aura yang datang mendekat. Itu adalah para penjaga bayangannya.


Benar saja tak lama kemudian para penjaga bayangannya sudah sampai .Tanpa disadari Hua Chunran, Zhao Xifeng memberi tanda kepada para penjaga bayangannya agar tak mendekat karena dia baik-baik saja .


Zhao Xifeng tak ingin keberadaan para penjaga bayangannya membuat Hua Chunran mencurigai identitasnya. Penjaga bayangannya mengerti maksud pemimpin mereka dan segera kembali menghilang .Mengawasi mereka dari kejauhan.


Selang lima belas menit kemudian, Jiang Zhen dan yang lain juga sampai di tempat mereka. Dan Yin yang tidak memiliki ilmu bela diri nampak kelelahan dan menyedihkan , tapi begitu melihat Hua Chunran baik-baik saja semangatnya tumbuh kembali . Dia segera berlari sekuat tenaga ke arah Hua Chunran.


" Nona , nona syukurlah nona selamat, kami sangat mengkhawatirkanmu hu hu hu...." Dan Yin terisak-isak menangis khawatir begitu sampai di depan Hua Chunran.


Di kehidupan sebelumnya dia selalu kesepian dan menanggung semua kesedihan sendiri , sekarang dia memiliki ayah juga Dan Yin yang menyayanginya dan mengkhawatirkannya. Dia berjanji akan menjaga ayah dan Dan Yin kelak. Dan Yin sudah seperti adiknya sendiri.


Hua Chunran melangkah memeluk Dan Yin dengan penuh haru. Dipeluk Nonanya begitu hangat Dan Yin merasa tersentuh.


"Maafkan aku Dan Yin, telah membuatmu khawatir. Aku baik-baik saja, semua berkat penjaga Zhao yang menyelamatkan aku." ujar Hua Chunran lembut. Dia kemudian melepaskan pelukannya pelan.


Dan Yin mengusap air matanya lalu menoleh pada Zhao Xifeng. " terima kasih Penjaga Zhao, kamu telah melakukan tugasmu dengan baik melindungi nona."


Zhao Xifeng hanya mengangguk tanpa kata. Jiang Zhen dan yang lainnya juga menghela nafas lega melihat Hua Chunran dan Zhao Xifeng baik-baik saja.


Lalu pandangan Jiang Zhen dan yang lain tertuju pada baju yang di pakai Hua Chunran.


" Nona kenapa kamu memakai baju seperti ini?" tanya Xu Feng yang pertama menyadarinya.


Wajah Hua Chunran tersipu saat mendengar pertanyaan Xu Feng , dia melirik Zhao Xifeng yang masih memasang ekspresi wajah datar.

__ADS_1


" Bajuku basah karena terjatuh ke dalam sungai jadi aku meminjam baju penjaga Zhao."


Mendengar jawaban Hua Chunran semuanya tertegun dan merasa pendengaran mereka salah.


Nona Hua sebenarnya memakai baju Zhao Xifeng??


Mereka masing-masing menelan ludah dan memandang Zhao Xifeng dan Hua Chunran bergantian. Hua Chunran tak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah, sementara Zhao Xifeng bertingkah acuh tak acuh , namun jika diperhatikan lebih seksama tampak telinganya memerah .


"Ehm..ehm.."


Zong Yue yang biasanya hanya diam jarang bicara, mendehem mencairkan suasana. Mendengar isyarat Zong Yue membuat yang lain tersadar dan mengalihkan pandangan mereka.


Begitu mereka mengalihkan pandangan, mata mereka menangkap ada tenda ,api unggun, kursi ,meja bahkan ada teh dan makanan kecil diatas meja.


Zhao Xifeng tertegun dia baru menyadari belum membereskan semuanya, akan sulit menjelaskan semuanya.


Hua Chunran yang melihat pandangan penuh tanya semua orang dan wajah Zhao Xifeng yang sedikit bingung, berinisiatif menjelaskan.


" Kebetulan kami bertemu pemancing disini, karena kami butuh tempat untuk beristirahat, maka dengan sedikit uang yang aku bawa , aku membeli semuanya dan pemancing itu meninggalkannya untuk kami .." jelas Hua Chunran tanpa menunggu mereka bertanya.


Zhao Xifeng menatap Hua Chunran heran, Hua Chunran berbohong untuknya? . Hua Chunran kemudian mengedipkan mata jenaka pada Zhao Xifeng.


" Nona membawa uang? " tanya Dan Yin heran, dia tidak tahu Hua Chunran membawa uang karena semua uang dia yang menyimpannya di kotak tersembunyi di kereta kuda. Hanya sedikit uang kecil yang dibawanya di saku Dan Yin.


Hua Chunran mengangguk canggung, sementara Cheng Si dan yang lain merasa heran di sungai penuh bebatuan ini sebenarnya ada orang yang memancing? .


Terlebih lagi ini adalah lembah dibawah tebing yang sangat terpencil jauh di dalam hutan dan dikelilingi pegunungan. Tapi nona mereka tidak mungkin berbohong bukan?


" Ayo kita kembali ke kereta kuda secepatnya, jangan sampai kereta kuda kita dijarah oleh orang lain..." Hua Chunran mengalihkan pembicaraan mereka.


" Baik nona..." sahut Jiang Zhen mewakili yang lain.


Mereka harus bergegas , jika mereka kehilangan kereta kuda maka akan sangat merepotkan.

__ADS_1


__ADS_2