
" Dan Yin , kemana Wen Cheng Si? " tanya Hua Chunran pada pelayannya bingung. Dan Yin yang juga baru menyadari pun tak kalah bingung.
"Hamba tidak tahu Nona, mungkinkah tuan muda Wen sudah pergi karena ada keperluan?.Tapi kenapa dia tak berpamitan." Ujar Dan Yin bingung.
"Sudahlah biarkan saja dia.."
"Tapi bagaimana caranya kita pulang Nona, kita tidak punya kereta kuda? " Keluh Dan Yin sedih.
" Tenang saja, kita bisa memesan Taxi..."
"Taxi? Apa itu Nona?" Dan Yin kebingungan dengan kata-kata Hua Chunran.
" Ah maksudku , kita bisa menyewa kereta kuda untuk pulang nanti." Hua Chunran tersadar kalau ada yang salah dengan kata-katanya.
"Ah nona benar, kenapa tidak terpikirkan olehku" . Dan Yin menepuk dahinya , Hua Chunran tertawa melihat tingkah Dan Yin. Dan Yin tertegun, akhir-akhir ini Nonanya lebih ceria dan menyenangkan daripada biasanya, keanggunan dan sikap dinginnya seperti hilang entah kemana , tapi menurut Dan Yin perubahan Hua Chunran bagus dan menyenangkan baginya karena membuatnya tidak terlalu takut bila berada di dekatnya.
" Kalau begitu ayo kita pergi mencari penyewa kereta kuda Nona, hari sudah hampir larut malam."
"Baiklah , ayo bergegas." Hua Chunran agak merasa gelisah karena sebagai perempuan dia belum tahu situasi zaman kuno ini ..Dia tak tahu apakah aman baginya berkeliaran dimalam hari. Mereka segera bergegas mencari penyewa kereta kuda.
Wen Cheng Si kembali setelah menghilang sebentar. Dia tadi pergi sebentar setelah menerima laporan penjaga bayangannya . Karena melihat Hua Chunran yang sibuk menikmati suasana pasar malam dia pergi tanpa berpamitan karena berniat akan kembali secepatnya.
Tak sampai lima belas menit dia pergi dan kembali tapi sekarang dia tak dapat menemukan Hua Chunran. Dia menatap sekelilingnya memindai keramaian mencari sosok Hua Chunran. Tapi dia tak bisa menemukan sosok Hua Chunran. Dia merasa sedikit cemas. Lalu memerintahkan pengawalnya bergegas mencari Hua Chunran.
Setelah berkeliling sebentar akhirnya Hua Chunran dan Dan Yin menemukan tempat penyewaan kuda. Hampir saja mereka selangkah untuk terlambat karena kereta kuda yang disewakan tinggal satu-satunya. Karena ramainya masyarakat yang datang , kereta kuda juga laris disewakan.
Setelah terjadi kesepakatan harga dengan pemilik kereta kuda, Dan Yin berniat membayar untuk Nonanya. Tapi disaat ini tiba-tiba suara nyaring menghentikan mereka.
__ADS_1
"Minggir, ini kereta kuda untuk Nona kami." seorang wanita muda mengenakan pakaian pelayan dan cukup cantik bergegas maju ke arah mereka. Perhatian semua orang teralihkan padanya. Tak lama dibelakangnya menyusul rombongan beberapa gadis cantik, salah satu dari mereka berjalan paling depan dan tampak menonjol.Dia sangat cantik dan auranya elegan nan memikat. Kulitnya seputih susu dan sehalus giok.
" Apa maksudmu ? Kereta kuda ini milikmu? " Tanya Hua Chunran heran.
Gadis pelayan itu hanya meliriknya sinis tak berniat menjawab pertanyaannya. Dia langsung melemparkan sekantung uang koin kepada pemilik kereta kuda.
"uang ini seharusnya cukup untuk membeli kereta ini bukan? " tanya gadis pelayan itu angkuh .
Pemilik kereta menangkap kantong uang itu dan dengan cepat menghitungnya. Melihat jumlah uang yang banyak lebih dari harapannya dia bersemangat lalu mengangguk dan berkata " Nona kereta kuda ini milikmu."
"Tapi ,Paman bukankah paman tadi sudah sepakat untuk menyewakannya pada kami ." Ujar Hua Chunran panik, jika dia tak mendapatkan kereta kuda ini lalu bagaimana mereka akan kembali pulang?.
" Nona, seharusnya kamu tahu diri, aku membeli kereta kuda itu sementara kamu hanya mampu menyewanya. Kalau mampu belilah kereta kuda ini dengan harga diatas yang kuberikan." Gadis yang sangat cantik itu angkat bicara sambil tersenyum sinis pada Hua Chunran. Gadis-gadis dibelakangnya tertawa mendengar kata-kata gadis cantik itu.
Hua Chunran tercekat, dia lalu melirik Dan Yin meminta pendapatnya karena dia yang memegang uangnya sekarang. Dan Yin menggeleng lemah, dia hanya membawa uang sedikit karena awalnya mereka pergi bersama Wen Cheng Si dan tak menyangka hal ini akan terjadi.
" Apa tujuanmu berpenampilan seperti gadis Bangsawan? Ingin memikat tuan muda dari keluarga bangsawan? " cibir gadis yang lain.
" Hah hanya dengan mengandalkan wajahnya yang pas-pasan ini tapi dia sebenarnya begitu percaya diri ingin memikat tuan muda dari keluarga bangsawan hahaha."
Mereka ramai-ramai mengejek Hua Chunran bergantian. Wajah Dan Yin merah padam mendengar cemoohan mereka.
" Kalian!! Beraninya kalian menghina nonaku !!" seru Dan Yin tak terima.
"Nonamu? Oh jadi kamu berlagak jadi pelayannya? . Kalian pikir kami percaya? Membeli kereta kuda saja dia tidak mampu, apalagi membeli budak pelayan ?" Mereka semakin bersemangat menghina Hua Chunran.
"Kalian .....!!!"
__ADS_1
"Plakkkk!!!!"
"Beraninya orang rendahan sepertimu bicara tidak sopan pada kami!!"
Dan Yin yang ingin membantah lagi tak sempat menyelesaikan kalimatnya ketika tiba-tiba sebuah tamparan keras melayang ke pipinya. Dia tercengang menatap gadis cantik pemimpin para gadis-gadis itu , dia yang baru saja menamparnya tiba-tiba.
" Apa yang kau lakukan?!" teriak Hua Chunran keras melihat pelayannya ditampar demikian keras dihadapannya.
"kenapa ? Tidak boleh? Kalian hanya manusia rendahan , bahkan untuk meletakkan tanganku menampar wajah kalian saja membuat ku jijik. " Ujar gadis itu sambil mengelap tangannya dengan sapu tangan dengan ekspresi jijik seolah-olah dia baru memegang kotoran .
"siapa yang kau bilang manusia rendahan? ".Hua Chunran menampar balik gadis itu dengan sekuat tenaga hingga gadis itu terhuyung-huyung. Semua orang yang ada disitu menatap Hua Chunran tak percaya dia berani menampar gadis cantik itu. Dan Yin juga merasa terharu melihat pembelaan Hua Chunran padanya.
" Kau beraninya kau menampar nona kami!!.Apa kau tahu siapa dia?!!!" pelayan gadis itu berteriak marah.
" Nona Hua !" pada saat ini suara yang dikenalnya memanggilnya. Hua Chunran menoleh dan melihat Wen Cheng Si yang datang tepat waktu.
"Tuan muda , syukurlah anda datang..." Dan Yin sangat senang Wen Cheng Si datang disaat genting ini. Tapi kemudian dia dan Hua Chunran sedikit kecewa dengan tanggapan Wen Cheng Si.
" Apa yang kamu lakukan? Menampar orang sembarangan? " Tanya Wen Cheng Si dengan suara dalam.
Kehadiran Wen Cheng Si membuat gadis-gadis yang ada disitu terpana dengan ketampanannya, mata mereka berbinar bak musim semi begitu juga gadis cantik itu yang tak bisa menahan ekspresi terpesonanya.
" Tuan muda bukan seperti itu..."
" Tuan muda mereka berniat ingin merebut paksa kereta kuda yang telah kubeli ."
Dan Yin hendak menjelaskan pada Wen Cheng Si tapi kata-katanya dipotong oleh gadis cantik itu. Gadis itu memasang ekspresi lemah dan tak berdaya berbeda dengan penampilan garangnya tadi.
__ADS_1