
Satu minggu kemudian
Hari ini adalah hari yang sakral untukku,terkadang aku selalu merasa telah mempermainkan ikatan dan janji yang suci hari ini.
Aku memandang pantulan wajahku di depan cermin berusaha menguatkan hatiku bahwa apa yang aku lakukan adalah benar.
Aku menunggu di dalam kamar ditemani sahabat karibku icha
"Lo yakin Al ini yg mau lo lakuin?"
"Gue yakin cha swyakin yakinnya karena hanya dengan cara ini gue bisa menyelamatkan keduanya,perusahaan dan azka"
Rasanya mataku tiba-tiba memanas dan hatiku rasanya hampa sepertinya jika aku berdiri aku pasti sudah jatuh karena kakiku terasa bergetar.
Tok tok tok
Tante winda memasuki kamarku
"Sayang jangan nangis nanti make up nya luntur"tante winda menghapus air mataku
"Al hanya masih tidak percaya tante akhirnya Al bisa jadi seperti ibu" tangisku pecah dipelukan tante winda
Entah kenapa rasanya aku semakin menyesali keputusanku saat ini,tante winda mwngelus punggungku seraya berkata "jangan nangis yuk temui suamimu dibawah kalian sudah halal sayang"
Dan jawaban tante winda yang baru saja aku dengar rasanya membuatku ingin mwngulang waktu.
Dengan langkah yang berat dan suasana hati yang kacau aku mencoba untuk tersenyum dan mendekati azka yang mulai detik ini dia adalah suamiku,syurgaku.
Aku mencium tangan azka dan dengan terlihat enggan azka mengecup keningku,dari situ tangisku pecah sudah aku menangis tersedu di depan semua keluarga dan juga azka.
Semua acara hari ini telah selesai dan keluarga yang lain sudah mulai kembali ke rumahnya masing-masing termasuk tante winda dan om dimas yang memang tidak bisa tinggal di rumah ini lagi karena besok salma sudah mulai bersekolah begitulah yang dikatakan om dimas sebelum akhirnya beliau pergi.
Setelah selesai membersihkan diri aku keluar dari kamar mandi dan mendapati azka yang terduduk di pinggir ranjang.
"Nona maaf ada berapa kamar di rumah ini?"itu perkataan azka untuk pertama kalinya sebagai suamiku
Keningku berkerut tidak memahami maksud dari pertanyaan azka
"Bukankah akan sangat tidak mungkin kita tidur dalam satu kamar apalagi satu ranjang mengingat pernikahan kita hanya status nona"
Ah itu perkataan kedua yang sangat menyakitkan dihari pertama satusnya menjadi suamiku
Rasanya hatiku sakit mendengar penuturan azka yang sama sekali tidak ingin satu kamar denganku istrinya sendiri setidaknya apakah dia sma sekali tidak bisa menghargaiku meskipun sedikit.
__ADS_1
"Ya azka aku rasa aku terlalu lelah sampai aku melupakan kamarmu di rumah ini"jawabku dengan sedikit bergetar
Dengan langkah yang lemas aku mengantarkan azka ke kamarnya di rumah ini
"Ini kamarmu azka,jika kau menginginkan sesuatu anggap saja rumah sendiri karena disini hanya ada kita dan para pelayan jadi tidak perlu sungkan"
Tanpa menunggu tanggapan azka aku segera pergi ke kamarku dan mengunci diri disana
Aku menangis tersedu memukul mukul dadaku yang sesak sekali rasanya,apakah aku bisa bertahan ayah ibu
Aku menangis tersedu dengan memeluk fhoto ayah dan ibu
Terima kasih ayah kau telah mengajarkanku kuat karena aku akan terus melangkah dan mencoba menjadi lebih kuat untuk menyelamatkan semuanya.
Tok tok tok
Tidurku terusik oleh suara ketukan pintu
"Nyonya maaf sudah waktunya makan malam" itu suara bi imah
Dengan sangat enggan aku mencoba beranjak dari tempat tidur
Rasanya kepalaku sangat pusing
Selang beberapa menit aku menuju ruang makan dan tak ada seorang pun disana aku yakin azka tidak akan mau duduk berdua denganku meskipun itu hanya sekedar makan malam.
"Maaf nona apa perlu saya panggilkan tuan"
"Ah tidak bi tidak apa-apa sepertinya dia masih sangat lelah"kilahku
Akhirnya aku makan malam dengan kesunyian hanya denting sendok yang menyentuh piring yang dapat kudengar di ruangan yang besar ini, entah kenapa meskipun sebelum menikah aku selalu makan malam sendirian dimeja ini tapi rasanya hari ini aku merasa sangat kesepian dan tanpa terasa bulir bening kembali membasahi pipiku.
Setelah selesai makan malam aku memberanikan diri mengetuk kamar azka karena yang kutau azka sama sepertiku belum sedikitpun dia memakan sesuatu.
Tok tok tok
Ketukan pertama tidak ada jawaban
Tok tok tok
Masih tidak ada jawaban dari azka
Saat aku hendak mengetuk pintu kamar azka kembali,pintu kamar terbuka dan di depanku berdiri azka dengan tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Apa kau sudah makan azka?"
"Belum nona"
"Apa kau ingin makan di kamar atau di meja makan,kalo emmang sekiranya kau ingin makan di kamar biar aku panggilkan pelayan untuk membawakannya ke kamarku setelah itu akan ku antarkan kemari"
"Tidak perlu biar saya makan di ruang makan saja nona"
Tanpa mau bertanya lagi aku smbergegas ke kamarku karena kepalaku masih sangat pusing dan terlalu lelah untuk hari ini aku hanya ingin tidur dan beristirahat.
Sesuai janjiku pada azka setelah menikah maka aku akan membantu memberikan modal untuk cafe A&R agar bisa beroperasi kembali serta tak lupa aku menyewa team marketing handal untuk mempromosikan cafe A&R.
Pagi menjelang tidak ada yang spesial pagi ini karena menurutku meskipun status azka suamiku dan orang yang sangat aku cintai tapi tidak dengan hatinya.
Aku akan tetap menjadi almeera yang tidak memiliki siapapun di rumah ini.
Aku beranjak dari tempat tidur dan berinisiatif untuk memasak makanan kesukaan azka pagi ini,yah kurasa aku harus tetap bertanggung jawab melayaninya meskipun bukan di ranjang tapi hanya di meja makan kurasa itu sudah sangat membuatku bahagia sebagai istri.
Sebelum acara pernikahan aku sempat bertanya kepada mama apa saja makanan kesukaan azka dan ternyata azka buka orang yang oemilih makanan tapi kata mama kesukaan azka adalah ikan bandeng presto yang digoreng kering tak lupa harus ada sambal dan lalapan.
"Hah kurasa sudah sangat sempurna" dengan bangga aku memuji semua masakanku yang sudah terhidang di atas meja makan.
"Oke mari kita panggil azka"ucapku sembari melepaskan apron
Belum sampai ke kamar azka,kulihat azka menuruni tangga dan sudah berpenampilan sangat rapi.
"Ah azka sarapan sudah siap semua,lebih baik kita sarapan dulu sebelum beraktifitas" ucapku antusias
"Maaf nona tapi hari ini saya harus bertemu dengan seseorang"
Sekali lagi kekecewaan yang harus aku telan hari ini
"Ah ya baiklah tak apa azka,kalo begitu hati-hati"
Ada banyak sekali pertanyaan di dalam kepalaku
Dari mulai bertemu dengan siapa meskipun aku tau azka pasti akan menemui rania dan jam berapa azka kembali,namun semuanya urung ku utarakan karena sesuai dengan point kedua dalam perjanjian yang azka tuliskan kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi dari masing-masing pihak.
Dan disinilah aku duduk di ruang makan dan makan dalam kesendirian untuk kedua kalinya setelah 2 hari statusku berubah.
Akhirnya lagi-lagi lelehan air mata yang menemaniku sarapan pagi ini.
__ADS_1