
2 hari sudah aku tidak kembali kerumah dan tidak juga mendatangi kantor karena aku belum mempersiapkan diri untuk bertemu dengan azka.
"Sampai kapan kamu disini Al?" Kak kevin sepertinya mulai jenuh dengan tingkah laku ku kali ini
"Kakak mengusirku?"aku menjawab pertanyaan kak kevin masoh dengan pertanyaan
"Bukan begitu Al kakak senang kamu ada disini hanya saja menurut kakak saat ini kamu sama sekali bukan dirimu sendiri Al"
Aku terdiam mencoba mengartikan maksud perkataan dari kak kevin.
"Bukankah kamu wanita yang kuat Al bukankah akan sangat tidak mungkin hanya karena diabaikan seorang azka kamu sampai tidak ada semangat hidup seperti ini Al?"
Ah ya kak kevin memang benar aku tidak boleh terus seperti ini walau bagaimanapun tujuanku sejak awal bukan hanya melindungi azka tetapi juga ada hal lain menyangkut hajat hidup orang banyak yang harus lebih aku prioritaskan.
"Kakak benar aku tidak boleh egois seperti ini"
"Baguslah kalo kamu sudah mengerti Al,kakak percaya kamu wanita hebat"dengan seperti biasa kak kevin mengacak ngacak rambutku
"Baiklah aku akan siap-siap untuk mendatangi kantor karena kurasa aku harus tetap mengawasi paman ardhan dan membantu azka"
Dengan tanpa menunggu tanggapan dari kak kevin aku bergegas bersiap siap untuk kembali berjalan maju menata kembali semua tujuanku sejak awal.
Saat aku sampai di lobby kantor dengan tiba-tiba saja semangatku yang tadinya membara menguap seketika rasanya urusan hati memang tidak bisa diremehkan.
"Semangat Al ingatlah tujuan awalmu,banyak orang yang berpegang pada keberhasilanmu saat ini Al"aku berusaha menghibur diriku sendiri
__ADS_1
Dengan langkah yang terasa diseret aku mencoba memasuki ruanganku yang saat ini di isi oleh azka.
Tok tok tok
"Masuk" suara azka langsung menyambutku
Dengan penuh keraguan aku membuka pintu ruangan azka
Rasanya seperti memasuki kandang macan membuatku gemetar tiba-tiba.
"Selamat pagi azka apa hari ini berjalan lancar?"tanyaku berusaha menekan kegugupanku di depan azka
Entahlah rasanya akhir-akhir ini aku tidak bisa kembali menjadi diriku yang kuat di depan azka rasanya egoku mulai menuntut untuk memiliki azka sepenuhnya.
Deg
Rasanya aku seperti ditarik kembali mundur ke masa lalu jika dihadapkan dengan azka saat ini sikapnya sama seperti saat pertama kali aku berbicara dengannya.
"Aku hanya ingin memastikan paman ardhan tidak akan melakukan sesuatu padamu"jawabku mulai pelan
Aku mulai tidak bisa mengontrol emosiku jika di depan azka saat ini egoku mulai menuntut lebih dari hari ke hari jika aku harus selalu berada di sekitar azka.
"Kurasa paman ardhan sedang mempersiapkan rencana baru kali ini"nada bicara azka masih terdengar datar
"Mungkin kau benar azka"jawabku tertunduk entah kenapa keberanianku menghilang tak berani menatap azka.
__ADS_1
Keheningan tiba-tiba hadir diantara kami suasana yang sangat aku hindari saat ini dan aku hanya membuka dan menutup aplikasi yang ada di smartphone ku selama tidak ada pembahasan diantara kami.
"Apa kau tidak ada kesibukan lain Al?"
Apa maksud dari pertanyaan azka itu
"Yah kurasa memang tidak ada karena semunya sudah aku serahkan padamu azka,bukankah begitu?"
"Ya kau memang benar jadi tidak aneh jika selama 2 hari ini kau menghilang"
Apa itu maksud azka apa dia marah larena aku tidak pulang ke rumah apa dia mengkhawatirkanku.
"Aku hanya tidak ingin kau jadi lepas tangan atas perusahaan Al karena bukankah sejak awal perjanjian kita hanya sampai ulang tahunmu jadi kurasa tepat saat semua selesai maka perusahaan akan kembali kepadamu dan secara otomatis kau pun akan kembali memimpin"
Ah jadi azka hanya sekedar mengingatkan posisiku sebenarnya entah kenapa rasanya aku selalu terhempas jauh bahkan sebelum aku memulainya.
"Sebelumnya aku sangat berterima kasih azka karena kamu masih mengingatkanku akan hal itu,tapi maaf azka karena tanpa kamu mengingakanku pun aku sangat faham posisiku sebenarnya"
"Baiklah kalo begitu aku pamit kembali ke rumah Karena aku sama sekali tidak ingin menganggumu dan kurasa kau terlihat baik-baik saja"ucapku kembali sebelum azka membuka suara lagi.
Tanpa menunggu tanggapan dsri azka aku bergegas keluar meninggalkan azka dan semua kepedihan hatiku jika berhadapan dengan azka.
Apa sebegitu bencinya azka padaku hingga membuatnya berubah kembali seperti azka yang sangat aku takutkan azka yang tidak ada kehangatan seperti sebelumnya,kenapa kau berubah hanya dalam waktu 2 malam azka apa sebegitu kau tidak menyukaiku.
Setelah sampai di dalam mobil aku menangis tersedu rasanya aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini rasanya aku tidak ingin terlahir menjadi seorang Almeera rasanya aku merasa sangat lelah kali ini.
__ADS_1