
Dua hari kehilangan sosok seorang Almeera membuatku tidak bisa memikirkan hal lain dan tentunya berimbas pada semua tanggung jawabku atas cafe dan juga perusahaan yang secara tidak langsung dilimpahkan padaku dan aku akan berusaha untuk bisa mempertahankan perusahaan fuzieyama tempatku menemukan cinta dan duniaku sesungguhnya setidaknya saat ini aku ingin menjaga semua yang berkaitan dengan seorang Almeera.
"Nak apa tidak sebaiknya kau segera ke kantor dan mencari Almeera dari orang kepercayaannya," ibuku mulai mengkhawatirkan keadaanku yang terlihat kehilangan semangat hidup
"Entahlah mah azka hanya belum siap kecewa jika tidak menemukan almeera disana."
"Jadikan kecewamu saat itu kekuatan untuk berusaha kembali esok hari."
"Azka tidak pernah membayangkan jika saat ini azka akan merasa sangat kehilangan seorang yang berarti bagi azka selain mamah dan orang itu Almeera," aku tersenyum miris dan menunduk lemah meratapi kekosongan hati
"Buktikan kalo kamu pantas mendapatkan kembali Almeera, buktikan kesungguhanmu saat ini nak, waktumu tidak lama jangan sampai penyesalan saat ini akan menjadi selamanya azka."
Aku merasa tertampar dengan kenyataan yang menungguku di depan, betapa tidak kurang dari satu bulan lagi aku harus segera menemukan dan mendapatkan kembali Almeeraku.
"Mamah benar aku tidak harus terlalu larut dalam kesedihanku sendiri."
"Almeera sudah membuktikan bisa membuatmu mencintainya dan sekarang giliranmu membawa kembali seorang yang sangat mencintaimu dan mamah rasa semua takkan sesulit membuatmu untuk dicintai."
"Baiklah azka akan mendatangi kantor dan mencoba berbicara dengan kevin."
Tanpa menunggu lebih lama aku segera bersiap dan bergegas melajukan mobilku untuk datang ke kantor. Tak membutuhkan waktu lama aku sudah sampai di pelataran parkir perusahaan fuzieyama.
"Baiklah azka mari berusaha," aku mencoba menyemangati diriku sendiri.
Aku mulai berjalan dengan tenang meski jantungku berdetak bertalu-talu karena rasa yang bercampur aduk memikirkan bagaimana jika Almeera ada disini dan bagaimana seharusnya aku bersikap saat bertemu dengannya nanti ataukah bagaimana jika kedatanganku hari ini akan menjadi sia-sia, serta kepanikan-kepanikan lainnya yang tiba-tiba membuat pikiranku buntu dan perutku mual.
Namun Karena keinginan yang kuat tanpa disadari kakiku melangkah membawaku menuju ruangan kevin dan disinilah aku tepat di depan pintu ruangan kevin menimang-nimang dan meragu, apakah aku harus masuk dan tanpa malu langsung menanyakan Almeera padanya. Aku terlalu sangsi kevin akan memberikan informasi terkait Almeera padaku.
__ADS_1
"Kau tidak boleh menyerah azka semua demi Almeera," batinku mencoba memberi kekuatan
Namun tepat saat aku hendak memutar knop pintu seseorang menghampiriku.
"Maaf tuan azka pak kevin tidak ada disini sejak 2 hari yang lalu," paman zack menghampiriku dan mengucapkan kata-kata yang sangat tidak kuharapkan sama sekali
"Apa paman bercanda." Aku berusaha tidak terlalu percaya meski memang bukan hal yang aneh atas tidak adanya keberadaan kevin disini jika mengingat ucapannya pagi itu di apartemenku.
"Maaf tuan semua benar adanya."
"Tapi kenapa bukankah kevin pengacara perusahaan, bagaimana jika perusahaan tiba-tiba membutuhkannya?"
"Semua sudah diserahkan pada saya."
"Maksud paman?" Aku tidak mengerti maksud dari perkataan paman zack
"Jadi kevin tidak akan kembali, begitukah maksud paman?" Entah kenapa jika dulu aku sangat ingin menghilangkan seorang kevin rivano sudrajat maka saat ini aku mengharapkan dia ada disini saat ini.
"Benar tuan."
"Bisakah paman datang ke ruanganku, ada banyak yang ingin kutanyakan," setelah meminta paman zack menemuiku di ruangan aku berlalu dengan fikiran yang semakin tidak membuatku bersikap profesional karena walau bagaimanapun penyesalan atas perginya Almeera saat ini sukses mengalihkan semua atensiku.
Aku termenung menekuri setiap kesalahanku selama ini ditambah bayangan saat Almeera menangis pilu malam itu dan semua semakin membuat dadaku sesak dan nyeri. Aku menyandarkan kepalaku dan menutup mata untuk mengingat setiap senyum manis serta tatapan hangat Almeera selama 5 bulan ini hingga membuatku tanpa sadar menitikkan air mata karena menyadari kenyataan jika saat ini aku tidak akan bisa melihatnya, aku tidak memungkiri jika hari ini aku sangat merindukannya, merindukan semua yang ada pada diri seorang Almeera.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu menyadarkanku akan kenyataan pahit saat ini, dengan mengusap kasar air mata di sudut mata aku mencoba mengontrol diriku yang kacau dan sama sekali tidak boleh ada yang melihatnya karena walau bagaimanapun aku tetaplah seorang lelaki.
__ADS_1
"Masuk,"intrupsiku
Tanpa menunggu lama munculah paman zack dari balik pintu dan segera menghampiriku.
"Maaf tuan apa yang ingin anda tanyakan pada saya?"
"Saya tidak ingin berbasa basi pamam, saya hanya ingin menanyakan dimana keberadaan Almeera saat ini?"entah kenap suaraku tiba-tiba parau mengingat aku tidak mengetahui keberadaan Almeera ditambah kevin pun ikut menghilang semakin membuatku ketakutan.
"Mohon maaf tuan tapi saya sama sekali tidak memiliki wewenang untuk mengatakan apapun tentang nona Almeera."
"Maksud paman?"
"Mohon maaf sekali lagi tuan saya tidak bisa mengatakan dimana dan kemana nona Almeera pergi."
Hatiku mencelos mendengar penuturan dari paman zack yang kukira bisa sangat kuharapkan mengingat kebijaksanaan paman zack yang kuyakini akan cepat membantuku.
"Tapi kenapa paman? Apa aku tidak berhak mengetahuinya?"aku semakin gusar mengingat harapanku saat ini sama sekali tidak memberiku jawaban yang kuinginkan
"Sekali lagi maaf tuan,saya memang hanya pengacara perusahaan disini tapi jauh dari hati saya nona Almeera sudah saya anggap seperti anak saya sendiri, jadi selaku ayahnya saya akan melindunginya dan menjauhkannya dari anda yang sama sekali tidak pernah membuatnya bahagia." Paman zack berlalu tanpa menunggu tanggapanku
Aku terkejut untuk pertama kalinya melihat air muka paman zack yang penuh amarah dan kekecewaan yang sangat kentara membuatku semakin tidak semangat dan semakin menyesali perbuatanku.
"Kau dimana Al? Aku merindukanmu, sangat!"gumamku pada fhoto Almeera kecil yang kusimpan dulu.
Aku seakan tersadar bahwa telah jatuh sejatuhnya dalam pesona seorang Almeera sejak awal pertemuan kami, dan dengan bodohnya aku sama sekali tidak menyadari perasaanku sendiri.
"Kembalilah kumohon, aku sangat membutuhkanmu disisiku."ucapku lirih menahan gejolak hati yang semakin tersayat atas kebodohanku sendiri.
__ADS_1