
Satu minggu sudah aku dan azka tidur dalam satu kamar meski hanya sekedar tidur dan beristirahat tapi semua itu merupakan kemajuan yang sangat baik bagi hubungan kami setidaknya begitu menurutku. Selama seminggu pula azka selalu bersikap manis dan selalu menyambutku dengan senyum hangat yang memang selama ini selalu aku harapkan.
Semoga saja kebaikan yang menyambut kehidupan kami di depan karena walau bagaimanapun hati dan ego saat ini selalu mendominasi hati untuk selalu menuntut kebahagiaan demi kami berdua.
Setiap pagi adalah hal yang paling aku nantikan selama seminggu terakhir ini karena aku selalu terbangun dalam pelukan azka dan hanya setiap pagi pula itulah aku bisa memandangi wajah teduh dan tampan azka dan hanya aku yang dapat melihatnya itulah yang akhir-akhir ini membuatku sedikit spesial.
"Azka bangunlah mentari sudah menunjukkan kuasanya"aku menusukkan telunjukku ke pipi putih azka karena biasanya azka memang agak sedikit susah untuk dibangunkan
"Hmmm"azka semakin memelukku erat
"Hei azka ayo bangunlah aku harus menyiapkan sarapan"aku mencoba merenggangkan pelukan azka pagi ini
Cup
"Kecupan pagi ini karena kau menganggu tidurku Al"azka mencium pipiku sebelum akhirnya dia beranjak dari tempat tidur kami.
Blush
Begitulah setiap pagi aku selalu berakhir dengan pipiku yang merona dan memanas atas perlakuan azka. Rasanya hidupku manis bersama azka akhir-akhir ini, semoga saja akhir yang manis yang menyambut kami.
Dengan penuh semangat aku beranjak ke kamar mandi bawah sekedar untuk membersihkan diri karena akan sangat tidak mungkin jika harus menunggu azka selesai dari kamar mandi kamar mengingat kewajibanku menyiapkan sarapan pagi.
"Semoga saja awal yang sangat baik dan selalu berakhir baik"gumamku dengan senyum yang selalu menghiasi wajahku.
"Selamat pagi Al"azka mengecup pipiku saat aku masih menata hidangan sarapan kami pagi ini
"Pagi"aku masih saja selalu gugup meski sudah menjadi kebiasaan azka mencium pipiku setiap pagi selama seminggu terakhir ini.
"Paman ardhan hari ini akan datang berkunjung Al"
__ADS_1
"Begitukah apa aku perlu datang ke kantor?"
"Kurasa tidak perlu Al serahkan semuanya padaku dan kau hanya perlu menungguku pulang seperti biasanya"
"Baiklah, ah apa aku harus menyiapkan makan siang untukmu?"
"Kurasa tidak perlu Al karena pastinya pamanmu tidak hanya sebentar jadi aku ingin mengajaknya makan siang"
"Apa tidak akan terjadi sesuatu karena kurasa paman ardhan tidak mungkin hanya sekedar ingin berkunjung bukan?"aku mulai gusar mengingat paman akan melakukan apapun
"Percayalah padaku Al dia tidak akan gegabah lagi mengingat kau memilikiku"
Aku tidak terlalu memahami maksud dari perkataan azka yang terlalu ambigu
"Baiklah aku percayakan semuanya padamu azka"
"Terima kasih Al, aku berangkat sekarang kau jaga diri lah di rumah dan jangan lupa selalu beritahu aku jika kau pergi kemanapun"azka mencium puncak kepalaku sebelum akhirnya bergegas pergi ke kantor.
Drrt drrt
Gawai yang tiba-tiba bergetar menandakan ada pesan yang masuk membawaku kembali dari lamunanku
"Paman ardhan sepertinya mengetahui sesuatu tentang rencanamu sebelumnya"
Satu pesan yang dikirimkan kake membuatku merasa sangat ketakutan dalam beberapa hal.
"Baiklah kita bertemu di tempat biasa saat makan siang kak"hanya itu balasan yang ku kirimkan
Bagaimana jika semua kehangatan dan manisnya sikap azka yang kuinginkan sejak dulu akan menghilang tak berbekas nantinya. Aku terlalu takut memikirkan apa yang harus aku lakukan jika semua itu terjadi aku terlalu takut memikirkan apa yang akan terjadi setelahnya. Tanpa terasa air mataku membanjiri pipi tanpa bisa kutahan bahkan hanya memikirkannya saja membuatku menangis merasakan sakit yang membuat dadaku sangat sesak aku tidak bisa membayangkan jika akhirnya semua itu terjadi apakah aku akan tetap kuat.
__ADS_1
Akhirnya dengan membawa sedikit tenaga yang tersisa aku pergi untuk bertemu dengan kak kevin.
"Al maaf kakak sedikit ada urusan tadi"kake datang dengan menyentuh puncak kepalaku dan mengacak rambutku seperti biasanya
"Tidak apa kak duduklah aku hanya ingin mendengar dengan jelas dan terperinci perihal pesan yang kakak kirim tadi pagi"
Entah kenapa mood ku mendadak drop mengingat esok atau lusa aku harus berusaha menjadi kuat dan tegar pada akhirnya.
Jauh dari tempat aku dan kak kevin makan siang ada 3 orang yang menikmati makan siang mereka dengan penuh ambisi satu sama lain.
"Mohon maaf tuan azka saya mengajak seorang yang mungkin anda sangat mengenalnya"
"Ya pak ardhan saya sangat mengenali gadis disamping saya"azka memandang rania dengan senyum yang terukir di wajahnya
Yah perempuan yang dibawa paman ardhan adalah rania.
"Jadi apa maksud pak ardhan mengajak nona rania bergabung dalam acara makan siang kita hari ini?"
"Tidak saya hanya sekedar ingin berbincang dengan pemimpin baru di fuzieyama group ini"
"Saya rasa bukan hanya itu mengingat anda tidak sendiri hari ini"
"Ah ya saya hanya ingin membicarakan perihal nona Almeera pada anda"
"Memangnya ada apa dengan almeera?"azka tampak tidak mengerti kemana arah pembicaraan paman ardhan siang ini
"Hati-hatilah azka almeera itu perempuan licik"dengan cepat rania menjawab pertanyaan azka sebelum paman ardhan sempat berucap kembali
"Mohon maaf saya semakin tidak mengerti maksud dari pembicaraan siang ini?"azka memnadang rania dan paman ardhan bergantian
__ADS_1
"Jika saat itu tiba anda akan mengetahuinya tuan azka"paman ardhan hanya tersenyum penuh arti sebelum akhirnya berpamitan kembali ke kantor yang diikuti oleh rania karena memang waktu istirahat sudah hampir usai.
Azka kembali ke kantor dengan berbagai pertanyaan yang ada dikepalanya atas perkataan rania siang ini. Entahlah apakah dia harus mempercayai ucapan rania kekasih hatinya atau seorang almeera yang baru saja hadir dalam kehidupannya.