
Flashback on
Karena Aku terlalu lelah memikirkan rencana apa yang harus kusiapkan untuk melindungi azka sampai dia menemukan kebahagiaannya kelak aku sama sekali tidak bersemangat menyentuh pekerjaanku yang lain,jika kalian mengatakan aku tidak profesional maka semua itu benar tapi memang beginilah seorang Almeera jika sesuatu yang dituju sangat penting maka itulah yang menjadi prioritas sampai semua usai dan sesuai harapan hingga akhirnya setiap hari hanya kuhabiskan dengan membaca novel dan komik dari berbagai genre hingga entah bisakah disebut sebagai jalan atau tidak tapi yang jelas saat itu aku membaca komik dengan genre bad romance disana menceritakan seorang karakter perempuan yang menggunakan cara licik untuk melindungi karakter pria dalam cerita. Seakan diberikan ide cemerlang tanpa berfikir panjang aku menjalankan semua rencanaku dari mulai menyiapkan beberapa orang untuk masuk dalam permainanku.
Aku seakan menyiapkan bidak caturku sendiri. Dengan rapi aku menyewa seorang wanita untuk melamar jadi pegawai azka dan entah keberuntungankah yang berpihak padaku saat itu azka menerima wanita yang sudah ku sewa swbagai pramusajinya. Tanpa menunggu lama aku mulai memainkan bidakku yang lain dengan ackting yang sangat memuaskan lelaki yang kusewa sebagai pelanggan cafe memainkan perannya dengan sangat baik dan dengan tanpa gagal rencana berjalan seperti yang kuharapkan. Semua terus berlanjut sampai aku membayar setiap orang yang ingin mendatangi cafe hingga 1 bulan lamanya aku mengeluarkan dana yang terbilang cukup besar. Jika berkata tentang ucapan azka saat mengatakan semua orang kaya selalu menggunakan kekuasaannya maka semua ucapannya sangat benar.
Dengan tanpa terlihat mencurigakan aku selalu mendatangi cafe setiap harinya hingga hanya aku yang menjadi pelanggannya saat itu dan seakan dewi fortuna selalu berpihak padaku dengan tiba-tiba azka bercerita tentang keadaan cafenya akhir-akhir ini. Saat otakku yang masih memikirkan cara menawarkan bantuan pada azka dengan mudahnya azka memberikan jalan akan ide gila yang sempat terpikirkan olehku meski sebenarnya aku tidak terlalu berharap karena kemungkinannya sangat kecil sekali bahkan nyaris tidak ada harapan, namun seakan tuhan dan takdir berpihak padaku maka aku mengatakannya dengan penuh semangat karena aku mulai meyakini rencanaku yang ini pun akan sangat berhasil dan tepat seperti yang kupikirkan dengan mudahnya azka menerima tawaranku meski harus dengan syarat yang dia ajukan yang menurutku tidak akan merugikanku setidaknya saat itu. Aku tetap merasa sangat bahagia karena sejauh ini aku sudah sangat beruntung dengan rencanaku yang berjalan sangat sempurna.
Flashback off
Dengan tangan gemetar karena menangis aku membuka amplop cokelat yang azka lempar kasar ke arahku. Aku menangis meraung-raung dengan meremas kuat kertas dari dalam amplop yang azka lemparkan padaku.
"Yaa Alloh non kenapa?"bi imah tampak panik melihat keadaanku yang semakin kacau
Tangisku semakin pilu dalam pelukan bi imah. Dengan tenang bi imah menenangkanku yang hanya menangis tanpa menanggapi pertanyaan bi imah.
Tanpa menunggu waktu lama setelah sesaat lalu aku menelpon kak kevin maka dengan cepat pula dia berada di rumahku saat ini.
__ADS_1
"Bi apa yang terjadi"kake masuk dengan tergesa dan terlihat sangat khawatir.
"Tadi bibi hanya mendengar nona Almeera bertengkar dengan tuan azka, dan setelah tidak beberapa lama tuan azka terlihat pergi meninggalkan rumah"
Tanpa berniat menanggapi perkataan bi imah kake menarikku membawa kedalam pelukannya.
"Al kakak mohon berhentilah menangis"
"Kakak lihat aku berhasil membuat azka membenciku namun semuanya seakan sia-sia jika azka harus di khianati pada akhirnya"aku masih menangisi kebodohanku saat ini
"Al dengar jika kebahagiaan azka adalah prioritas bagimu maka kebahagiaanmu adalah prioritas kakak jadi kakak harap segeralah kau lupakan azka yang sama sekali tidak bisa melihat ketulusanmu"
"Terlepas dari apa yang telah kau lakukan pada azka bukankah semuanya sudah kau kembalikan Al"
"Tapi tetap saja aku telah membuat azka kecewa dan menyakitinya"
"Al dengar kakak mohon berhentilah menangisi lelaki bodoh itu"suara kake terdengar meninggi
__ADS_1
Aku terkejut mendengar kake yang sangat marah membuatku semakin menangis meraung-raung dalam pelukan kake
"Ssstt maafkan kakak, kakah hanya ingin kebahagiaanmu Al, jika dilihat semua kebaikanmu untuknya lebih dari apapun, kau memberikan semua yang dia butuhkan hanya sayangnya dia terlalu buta untuk melihat dan merasakannya" kake mengurai pelukannya dan mengusap air mata yang kian membanjiri pipi
"Aku mencintainya kak, sangat" suaraku semakin parau teredam dalam tangis yang kian pilu.
"Lupakanlah cinta yang menyakiti dirimu sendiri Al"
"Jika kakak berada di posisiku apa kakak akan melakukan itu?"
Kake tampak terdiam dan tatapannya menerawang jauh.
"Bukankah kita sama?"aku tetap keukeuh dengan keputusan keras kepalaku untuk mencintai seorang azka
"Baiklah kakak akan mendukung rencana terakhirmu Al, maaf... kakak hanya ingin melihatmu bahagia"
"Aku akan bahagia jika semuanya bahagia kak"aku mencoba tersenyum di sela tangisku malam ini
__ADS_1
Akhirnya rencana terakhir yang tidak kuharapkan harus terpaksa kujalankan karena mengingat banyaknya yang akan dirugikan jika aku tetap berlaku egois.