
Rasanya meskipun hanya beberapa jam di ruangan azka bersama dengan hadirnya rania membuat energiku habis.bagaimana tidak aku harus menahan dan menguatkan hatiku sendiri karena menyaksikan kehangatan azka hanya bisa kulihat jika itu hanya ada rania disisinya.
"Wah rasanya menyenangkan bisa makan bersama seperti ini"aku mencoba memecah keheningan.
"Tentu saja Al karena ada kakak disini ya kan"kak kevin menaikkan kedua alisnya seraya tersenyum
"Idih dasar kepedean kakak ini"dengan gemas aki refleks memukul tangan kak kevin.
"Awww sakit banget Al,tenagamu beda ya kalo abis makan"kak kevin tertawa seraya mengejekku
"Ih kakak ini kenapa si gak ada habisnya ngeledek terus"aku mencubut perut kak kevin
"Aaww Al sakit y gak lagi janji"kak kevin meringis menahan sakit karena memang aku agak sedikit kencang mencubit perut kak kevin biar saja habisan kesel banget sama kak kevin
"Ekhem sepertinya kalian melupakan kami disini"azka menampilkan senyum sinisnya kepadaku dan yah selalu sikap seperti itu yang ditunjukannya padaku
"Ahahaha maaf azka kami hanya terlalu terbawa suasana ya kan kak?"
"Benar tuan azka saya mohon maaf jika kebahagian kami ini memberikan rasa tidak nyaman untuk tuan azka dan rania"kak kevin menjawab dengan sedikit penekanan di setiap katanya
"Ya sudah kalo begitu aku pamit dulu ke toilet y"aku berlari ke toilet hanya sekedar ingin menghindari azka dan rania
Sesaat sebelum aku benar benar pergi dapat kudengar rania pun meminta izin untuk ke toilet "apa maksudnya"gumamku
Akhirnya aku tiba di toilet dengan sebwlumnya banyak sapaan seperti biasa dari semua karyawan disini rasanya aku bersyukur semua karyawan disini bisa bersikap ramah padaku.
Saat aku hendak memasuki salah satu toilet dengan sangat tiba-tiba aku merasa ada yang menahan bahu kananku
"Hei gue mau ngomong sama lo"nah itulah suara rania yang aku dengar di toilet ini
"Ah ternyata anda nona rania saya kira hanya ilusi saya yang didatangi penghuni toilet"
"Apa lo bilang seenaknya aja lo samain gue kaya makhluk astral begitu"
__ADS_1
Rania mendorong bahuku sampai punggungku menyentuh dinding toilet
"Bukankah sejak awal saya hanya mengira dan tidak ada sama sekali disana mengatakan kalo saya menyebutkan anda makhluk astral nona rania"aku menanggapi kata-kata rania dengan senyum smirk
"Lo emang ya lo dasar perempuan gak tau diri jangan dikira gue gak tau kalo lo suka sama azka kan lo pengen deket-deket sama azka makanya lo tarik azka buat mimpin di perusahaan lo ini"
"Ah jadi anda sudah mengetahui siapa saya nona rania"
"Dasar ya lo perempuan gak tau diri genit udah pengen narik azka terus lo terang terangan nunjukin keakraban lo sama pak kevin tadi cih dasar ******"
"Hahaha benarkah seperti itu saya dimata anda nona rania?"
"Inget ya kalo lo berani deket-deket lagi sama azka gue habisin lo"
"Begitukah bukankah anda hanya takut azka berpaling dari anda begitu nona rania"
"Maksud lo apa lo gak bakalan bisa ngambil hati azka dari gue karena sampai detik ini azka hanya mencintai gue"rania dengan muka memerah entah karena marah atau apa aku tidak mengerti
"Cih dasar cewek murahan bisanya cuma pake kekuasaan lo aja"
"Hahaha saya semakin tidak mengerti nona rania kemana arah pembicaraan kita di toilet ini"
"Liat aja gue bakalan bilang ke azka semuanya ingat itu"rania mengatakan ancaman terakhirnya dengan jari telunjuk yang lurus di depan mataku
Dan sesaat langkah kakinya menyentuh ointu keluar toilet dengan tenang aku berkata
"Silahkan nona rania saya kira anda belum mengenal siapa yang menjadi lawan anda"
Terlihat sepersekian detik dia menghentikan langkahnya dan bergegas dengan sedikit menghentakkan kakinya menuju kembali ke ruangan azka.
Hah senadinya hatiku sekuat tubuhku sepertinya aku tidak akan selelah ini hanya berdebat dengan rania. Yah meskipun semua kunci sudah ada ditanganku tidak akan menutup kemungkinan jika suatu hari azka akan sangat benar benar membenciku.
Dengan langkah gontai aku kembali ke ruangan azka hanya untuk berpamitan dan mengambil semua peralatan yang kubawa untuk sekedar makan siang tadi.
__ADS_1
Tok tok tok
Dengan tanpa semangat aku mengetuk pintu ruangan azka karena aku meyakini di dalam sana pasti ada adegan panas yang kukihat pagi menjelang siang tadi.
Dan benar saja tampak seorang rania yang membukakan pintu untukku dengan penampilan yang kulihat sangat menjijikan karena rambutnya sudah tidak serapi tadi entahlah apa saja yang rania dan azka lakukan di dalam ruanganku ini.
Sebenarnya aku tidak terlalu terkejut dengan sikap azka yang seperti fine fine saja dihadapkan dengan rania yang seakan menawarkan dirinya sendiri karena walau bagaimanapun azka tetaplah seorang pria yang jika ada ada wanita secantik dan seseksi rania pasti dia akan terbawa suasana ditambah azka sangat mencintai perempuan ular itu.
Hah pemandangan saat ini membuat kepalaku seketika pening
"Maaf azka apa aku mengganggu waktu kalian?"
"Bukankah kau sudah aangat jelas melihatnya jadi saya rasa silahlan anda segera pergi dari sini"itu bukan azka melainkan suara rania yah dan hanya ranialah yang berani mengusir pemilik perusahaan.
Aku tersenyum miris Lihat saja itu bahkan azka tidak sedikitpun membelaku saat ini,azka bahkan sama sekali tidak ingin meskipun hanya melihatku saat ini "sebegitu bencikah kamu padaku saat ini azka?"batinku mulai kembali melemah
"Baiklah nona rania saya hanya ingin mengambil beberapa barang saya yang tadi"aku mencoba untuk tetap bisa berdiri karena sejak aku ke toilet tadi tak lama kak kevin pun langsung mengikuti keluar dari ruangan dan disusul pula rania.
Dengan sisa energi yang kupunya saat ini aku bergegas mencoba tetap bertumpu pada kakiku yang mulai melemas dan tanpa meminta izin air mata yang kutahan sejak tadi menuruni pipiku.
"Kamu harus bertahan Al bukankah ini yang kamu inginkan"batinku terus menerus mencoba menguatkan sisi hatiku yang lain.
Dering pesan masuk di smartphone mengejutkanku
"Bertahanlah Al kakak akan selalu menjagamu"
Ya itu pesan singkat dari kak kevin yang setidaknya aku tetap bersyukur disekitarku masih banyak yang sangat perduli padaku.
Dan tak lama disusul dering pesan lain yang masuk
"Maaf"
pesan yang tertulis sesingkat itu namun akhirnya bisa meruntuhkan semua kekuatan yang kucoba bangun sejak tadi.
__ADS_1