My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 29


__ADS_3

Selesai menata semua hidangan makan malam aku dan mama menghabiskan waktu mengobrol ringan rasanya aku seperti merasakan kehangatan kasih sayang ibu yang sudah sekian lama tak kudapatkan lagi aku merasa sangat beruntung memiliki mertua sebaik dan selembut mama lidia.


"Assalammualaikum"


Ucapan salam mengejutkan kami berdua


"Waalaikum salam"kami menjawab salam azka


"Mama maaf azka baru pulang"azka mencium tangan mama, azka memang selalu sopan kepada ibu kandungnya dia selalu menjaga dan menghormati wanitanya karena itulah aku sangat mencintai azka.


"Tidak apa nak mama selalu ditemani mantu kesayangan mama ini"mama menjawab dengan mengelus rambutku yang tergerai.


"Ah ya azka sebaiknya kamu mandi dulu abis itu kita makan malam ya"aku menghampiri dan mencium tangan azka untuk mencoba menghilangkan rasa gugupku setiap melihat azka dan teringat pesan yang dikirim siang tadi.


Azka tampak langsung bergegas ke kamar untuk membersihkan diri sedangkan aku dan mama menunggu azka di ruang makan.


"Nak apa azka menyakitimu?"


"Tidak mah azka tidak pernah sama sekali menyakitiku, dia bahkan selalu bersikap baik padaku dan apapun kemauanku azka selalu menurutinya mah"


"Alhamdulillah mamah hanya takut azka menyakiti seorang wanita baik sepertimu nak"


Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan mertuaku karena aku terlalu bingung jawaban apa yang harus ku ucapkan mengingat sebenarnya pernikahan aku dan azka tak lebih dari bisnis.


"Sepertinya makanan hari ini enak"azka datang menghilangkan kesunyian diantara aku dan mama mertuaku


"Ya ini semua mama dan nak Al yang memasak" senyum yang ramah seperti senyum azka selalu terukir di wajah mama.


"Sebenarnya aku hanya membantu mama"aku menjawab sambil nyengir kuda


"Tak apa Al kamu belajar lagi aja sama mama ya" azka menyentuh puncak kepalaku sesaat sebelum dia duduk sisampingku.


"Istrimu itu sebenarnya sudah pintar memasak nak, dia itu paket komplit jadi ibu harap kamu selalu menjaganya azka" ibu seraya tersenyum saat berkata pada azka


Aku dan azka hanya bisa saling pandang tanpa berani menjawab pernyataan mama.


"Ekhem azka mau makan dengan lauk apa?"aku mencoba memecah kecanggungan yang terjadi karena ucapan mama mertuaku.

__ADS_1


"Itu sama semur daging aja Al"


Aku selalu terbiasa melayani azka saat makan karena meski pernikahan kami hanya sebuah bisnis tapi sejak status istri tersemat untukku maka semua kewajibanku sebagai istri kecuali urusan ranjang tentunya aku selalu berusaha untuk menunaikannya bukan atas dasar bisnis dan bukan kepura-puraan pula.


Akhirnya sesi makan malam kami selesai dan dilanjut dengan obrolan ringan diantara kami bertiga. Mama sampai bercerita tentang bagaimana azka kecil dulu merajuk hanya karena tidak diberikan ciuman saat hendak pergi sekolah dasar. Rasanya aku baru mengetahui sisi azka yang begitu manjanya jika dihadapkan dengan seorang yang melahirkannya.


Obrolan kami terus mengalir, aku tidak pernah merasa semenyenangkan seperti saat ini bercengkrama satu sama lain seperti kembali saat ayah dan ibu masih ada disisiku.


"Nak Al sebaiknya kamu ajak azka ke kamar karena mama tidak mau melihat anak mama satu-satunya ini jatuh sakit jika tidak istirahat"


"Ah ya benar azka lagipula mamah juga perlu istirahat ayo kita juga harus istirahat untuk hari besar esok hari"aku menarik tangan azka


Ajaibnya akhir-akhir ini azka hanya menurut tanpa protes setiap aku memperlakukannya entahlah suatu kebahagiaan untukku sendiri rasanya.


Akhirnya disini kami berada di kamarku untuk pertama kalinya kami berada di dalam satu kamar setelah menikah. Rasanya aku gugup dan jantungku berdetak tidak karuan aku terlalu gugup dan tidka berani menatap azka.


"Kenapa kau begitu gugup baru satu kamar denganku Al padahal tadinya aku berniat tidak hanya sekedar tidur dikamar ini Al"azka menyeringai jahil


Aku melempar bantal kearahnya dasar bisa-bisanya dia berbicara sesantai itu apa dia tidak menyadari ketakutanku karena walau bagaimanapun pernikahan kami hanya sebatas bisnis jadi kurasa tidak mungkin jika harus melakukan itu.


"Aaww kau kasar sekali Al jadi bagaimana mau tidur atau beraktifitas malam ini"azka tampak mendekat dengan senyum jahil yang terukir di wajahnya


Aku bisa melihat tawa jahil azka mulai meredup dan berganti dengan ekspresi yang tidak bisa kuartikan entahlah aku tidak terlalu perduli karena aku masih merasa gugup malam ini. Dan aku memutuskan berbaring memunggungi azka untuk menutupi kegugupanku malam ini.


"Baiklah mari kita tidur dan beristirahat untuk hari esok"dengan tiba-tiba azka menarikku dan memelukku dari belakang


"Aaackk" aku memekik pelan karena terlalu terkejut atas apa yang azka lakukan


"Sstt tenanglah biarkan seperti ini untuk semalam"hanya itu yang azka ucapkan dan mulai dapat kudengar nafas teratur dari azka yang menandakan lelakiku sudah tertidur nyenyak.


"Bagaimana ini semoga azka tidak mendengar suara detak jantungku, sepertinya aku tidak akan bisa tidur malam ini"batinku


Sebelum sang mentari menyingsing aku telah terjaga karena aku merasa ada yang aneh dengan posisi tidurku rasanya ada yang memeluk dan membatasi ruang gerakku aku mengerjapkan mataku mencoba memahami apa yang sudah terjadi dikamarku pagi ini.


"Morning Al"azka mencium keningku dan mengucapkan selamat pagi yang seketika membuatku sadar apa yang terjadi


"Aaaa" aku mendorong sedikit azka dan berusaha menjauh karena posisi yang sedikit intim menurutku

__ADS_1


"Kau berisik sekali pagi ini Al,cepatlah bangun dan bersiap-siap"azka berlalu ke kamar mandi dan meninggalkan keterkejutanku pagi ini


"Dia itu benar-benar tidak bisa membuatku tenang"aku mendumal kesal dengan sikap azka yang bisa sesantai itu sedangkan aku disini sudah sangat tidak tenang aduh bagaimana kabar jantungku saat ini rasanya berdetak tidak karuan membuatku tidak nyaman sekali.


Karena kamar mandiku digunakan azka jadi dengan sangat malas Aku beranjak turun dan bergegas ke kamar mandi yang berada di dekat dapur untuk bersiap-siap pagi ini.


"Selamat pagi mah"sapaku saat mendapati mamah sudah ada di dapur


"Pagi sayang,apa tidurmu nyenyak kenapa kantung matamu sedikit menghitam nak?"mamab mencoba memegangi kantung mataku yang memang pastinya agak menghitam lah wong selamam aku sama sekali tidak bisa tertidur nyenyak jika dipeluk seperti itu.


"Hah tidak apa mah ini karena Al menyiapkan semuanya untuk keberangkatan Al ke bandung pagi ini"aku mencoba bergegas dan menghindari pertanyaan selanjutnya yang akan mamah tanyakan padaku.


"Jangan terlalu berlebihan sayang pentingkanlah kesehatanmu nak"


"Ya mah terima kasih Al mau siap-siap dulu takut kesiangan"


Setelah selesia bersiap aku bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan.


"Loh mamah qo masak padahal harusnya mamah tamu di rumah ini Al jadi malu merepotkan mamah seperti ini"aku terkejut melihat semua hidangan pagi ini rasanya menggugah selera sekali.


"Tidak apa-apa sayang kan gak tiap hari mamah disini"


"Makasih banyak mah aku panggil azka dulu"


Tok tok tok


Satu kali ketukan tidak ada jawaban dari dalam


"Azka mamah udah siapin sarapan buat kita jadi ayo ke bawah"aku berbicara di depan pintu karena jujur aku masih terlalu gugup untuk memasuki kamarku saat ini


Ketukan kedua masih sama tidak ada jawaban sama sekali dari azka. Akhirnya aku mencoba memberanikan diri membuka pintu.


"Aaacckk"aku terkejut saat ada tangan yang menarikku masuk dan membawaku kedalam pelukannya tepat setelah pintu terbuka


"Kenapa tidak masuk saja Al kenapa hanya mengetuk?" Itu pertanyaan azka saat iniĀ  memelukku


"Aku.... hanya aku hanya ingin segera sarapan"jawabku gugup

__ADS_1


Azka tampak mengendurkan pelukannya dan menatapku lekat hingga aku terlalu terkejut saat bibir azka menempel tepat di bibirku.


"Apa ini kenapa azka menciumku? Apa yang harus kulakukan?"batinku


__ADS_2