My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 16


__ADS_3

Semua karyawan kantor memandang ke arahku dan azka dengan tatapan penuh tanya karena mungkin baru pertama kalinya mereka melihat atasan mereka seorang almeera fuzieyama membawa seorang lelaki ke perusahaan.



(Begitulah kira2 penampilan azka)


Mungkin jika sebagian orang berfikir mereka ingin terlahir sepertiku maka tidak denganku karena aku berfikir betapa akan sangat beruntungnya jika aku dilahirkan sebagai seorang rania.


Disaat paman zack mengajari azka maka aku kembali mengurus perusahaan dengan kemampuanku sendiri dan karena itu aku tidak memiliki waktu bahkan hanya untuk sekedar melihat azka di rumah karena setiap aku pulang azka masih bersama paman zack ataupun sebaliknya.


Tak terasa sudah hampir satu bulan azka mempelajari semua seluk beluk tentang perusahaan dan hari ini aku berinisiatif membawakan makan siang untuknya karena kutahu sejak awal setiap dia belajar dengan paman zack dia tidak pernah memiliki banyak waktu meskipun itu hanya untuk makan siang,maka hari ini aku akan membawakan makanan ini ke ruangannya.


Tok tok tok


Tanpa menunggu jawaban aku membuka pintu ruangan azka disana dapat kukihat azka yang serius dengan kertas kertas yang paman zack siapkan



"Pantas saja kau tidak mendengarku mengetuk pintu"aku berjalan kearah azka


"Al kapan kau masuk?"


Lihat bahkan dia tidak mendengar ucapanku barusan

__ADS_1


"Kurasa kau tidak perlu terlalu seperti ini azka bukankah sejak awal aku sudah mengatakannya jadilah dirimu sendiri disini azka tanpa terlalu terbebani"


"Aku hanya tidak ingin mengecewakanmu Al"


"Bukankah dengan melewatkan jam makan siangmu seperti ini kau sudah sangat mengecewakanku azka"


Azka hanya tertawa tanpa berniat menanggapi ucapanku


"Aku membawakanmu makan siang azka jadi mari kita makan"


"Nanti dulu Al ini hanya tinggal sedikit lagi paman zack memberiku waktu sampai jam 12 seharusnya tetapi aku belum menemukan penyelesaiannya jadi makanku nanti saja Al"


"Kalo begitu aku bisa membantumu azka"


"Hahaha memangnya menurutmu apa yang akan kubantu untukmu azka"


Kulihat dahi azka berkerut kurasa dia tidak memahami maksudku


"Maksudku aku akan membantumu makan aku akan menyuapimu makan selagi kau fokus pada kertas kertas itu bukankah akan lebih baik"


Azka tampak tercengang dengan keputusan yang kuberikan mungkin dia berfikir kenapa ada seorang perempuan yang berani sepertiku atau mungkin kenapa bukan rania saja yang menyuapiku,mungkin opsi kedua lebih benar.


Tanpa menunggu jawaban dari azka aku mulai memberikan sesuap nasi ke mulutnya,awalnya azka tampak enggan namun aku tetap memaksa azka dan pada akhirnya azka menerima setiap suapanku sampai bekal yang kubawa habis.

__ADS_1


"Bukankah tidak lama jika kusuapi seperti ini"


Dia tampak tidak mengalihkan pandangannya dari kertas yang paman zack siapkan tapi aku bisa melihat cuping telinga azka yang memerah dapat kupastikan mungkin saat ini azka tengah merasa malu.


"Baiklah azka aku permisi kembali ke ruanganku,semangat untuk hari ini azka"entah dorongan dari mana aku mencium pipi azka dan bergegas berlari keluar ruangan


Sesampainya di ruanganku aku terduduk dan memegangi dadaku yang berdetak tak karuan ditambah menahan malu yang sejak tadi kurasakan betapa tidak dengan beraninya aku mencium pipi azka


"Aaarrrgghhh..... aku harus bersikap seperti apa saat nanti bertemu dengan azka " teriakku frustasi mengingat apa yang akan kulakukan kedepannya setiap bertemu dengan azka.


Tok tok tok


"Masuk" intrupsiku


Saat pintu terbuka disana menampilkan paman zack dengan membawa laporan hasil pencapaian azka selama kurang dari sebulan ini


"Sepertinya tuan azka sudah siap menggantikan anda disini nona dan ini laporan selama 3 minggu ke belakang tentang tuan azka "


"Baiklah paman segera siapkan pesta penyambutan pemimpin baru untuk minggu depan"


"Baiklah nona akan segera saya persiapkan"


Mari kita lihat paman apa yang akan kau lakukan jika berhadapan dengan suamiku yang penuh ambisi.

__ADS_1


__ADS_2