My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 19


__ADS_3

Pesta yang diadakan untuk menyambut azka sebagai pemimpin baru di perusahaan membuat semua karyawan disibukkan dengan laporan yang akan dibahas saat penyerahan jabatan esok hari.


"Apa tidak sebaiknya kau istirahat dulu Al?"azka bertanya dengan nada khawatir yang sangat kentara


"Tidak apa azka sedikit lagi juga ini selesai karena aku sama sekali tidak ingin semua laporan ada yang terlupakan"aku menjawab azka tanpa melihat ke arah azka


"Tapi lihat kau sampai melewatkan jam sarapan bahkan sampai sekarang saat jam makan siang Al"


"Tak apa azka sebentar lagi selesai aku akan berusaha secepatnya"jawabku masih berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk


"Kau memang keras kepala Al"


Kulihat azka meninggalkan ruanganku tanpa terlalu peduli aku kembali menyelesaikan semua berkas yang harus dibubuhi tanda tanganku untuk terakhir kalinya entah kenapa tiba-tiba saja semua divisi membutuhkan tanda tanganku hari ini.


"Sekarang makan dulu Al ini aku tadi mampir ke cafe depan"azka menyodorkan sendok berisi nasi plus lauknya di depanku


Dengan tanpa melihat ke arah azka aku menerima suap demi suap yang azka berikan padaku.


"Begitu baru gadis yang baik"azka kembali mengacak ngacak rambutku


Tanpa menanggapi ucapan azka aku masih fokus bergelut dengan berkas yang tiada habisnya.


Satu hari ini aku habiskan hanya untuk mempersiapkan hari esok


"Hufft selesai juga akhirnya"gumamku dengan meregangkan pergelangan dan kakiku


Sengaja aku lembur sampai jam 8 malam ini karena aku tidak ingin ada kekurangan apapun untuk besok.


Aku berjalan menuju lobby kantor dan dapat kukihat disana azka sedang duduk dengan tatapan yang tidak lepas dari gawai ditangannya.

__ADS_1



"Sedang apa dia malam-malam begini di lobby kantor?"fikirku tak percaya


"Sudah selesai Al?"tanya azka tiba-tiba saat aku berada di depannya


"Ya baru saja selesai"jawabku lelah


"Mari kita pulang,aku sudah menyiapkan makanan manis kesukaanmu Al"


Azka menarik tanganku untuk mengikutinya aku tidak ingin terlalu senang dengan sikap yang azka tunjukkan seperti ini karena aku terlalu takut kejadian tempo hari terulang kembali.


Akhirnya dalam waktu kurang dari 30 menit kami sampai dikediaman fuzieyama.


"Aku ke atas dulu y rasanya sangat tidak nyaman semua badanku lengket dan terasa lelah"ucapku dengan segera berlari ke kamarku


Selesai membersihkan diriku aku langsung menemui azka di dapur karena aku ingin tau apa yang disiapkan untukku.


Saat aku sampai di pintu dapur azka memberikan senyumannya padaku dari belakang kitchen bar tempatnya berdiri saat ini



"Kau terlihat lebih segar jika dibandingkan tadi Al"azka tampak tersenyum menyapaku


"Jelas aku sudah selesai mandi mana mungkin aku masih lelah"jawabku mencoba tertawa karena berusaha membentengi hatiku agar tidak terlalu melambungkan diri atas perlakuan azka saat ini


"Aku menyiapkan minuman favoritmu Al ini sedikit agak panas jadi kuharap kau hati-hati meminumnya Al" azka memberikan secangkir vanilla latte kehadapanku


"Terima kasih banyak sepertinya aku memang membutuhkan sedikit energy saat ini"ucapku tersenyum dan mengambil cangkir dari tangan azka

__ADS_1


Rasanya vanilla latte malam ini sangat enak dan hangatnya terasa sampai hatiku karena azka memberikan banyak senyuman di sela-sela obrolan kami tanpa ada unsur rania di dalamnya setidaknya kuanggap hari ini statusku spesial untuk azka.


"Semoga kamu sudah mempersiapkan dirimu untuk esok hari azka"


"Kau meragukan kemampuan speach ku Al?"


"Hahah tidak sama sekali azka aku hanya sedikit memberimu semangat"tawaku renyah sekali


"Dengan mengatakan semoga,bukankah kata-kata itu lebih kepada meragukan dibandingkan pujian"


"Hahaha azka malam ini rasanya kau begitu cerewet apa kau grogi menghadapi para petinggi besok?"


"Sedikitnya seperti itu karena bagaimanapun ini adalah pertama kalinya aku dihadapkan dengan para petinggi petinggi perusahaan besar"


"Tenang saja selama aku ada disana maka mereka tidak akan berani melakukan apapun padamu azka"


"Begitu berpengaruhnya dirimu bagi mereka Al?"


"Kurasa kau belum mengenalku azka"


"Yah kita baru saja mengenal satu sama lain tidak lebih dari 2 bulan bukan"


"Kau benar azka"


Keheningan menyelimuti kami berdua dan entah kenapa rasanya aku tidak ingin waktu bergulir terlalu cepat saat ini karena meskipun kami saling diam tapi suasana yang dapat kurasakan adalah kehangatan yang tidak pernah kurasakan kembali saat ayah dan ibu telah pergi.


"Terima kasih untuk jamuanmu malam ini azka besok akan kubalas kebaikanmu malam ini"ucapanku memecahkan keheningan sambil berlalu membawa cangkir kotor ke arah wastafle


"Baiklah aku tunggu janjimu Al,selamat malam"azka bangkit dari tempat duduknya saat ini dan bergegas menuju kamar.

__ADS_1


__ADS_2