My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 20


__ADS_3

Hari besar yang disiapkan untuk seorang azka telah tiba.


Aku telah menyiapkan sesuatu dengan sangat sempurna untuk seorang azka setidaknya kuharap perasaanku bisa tersampaikan hari ini.


Dapat kulihat ruang serbaguna kantor sudah disibukkan dengan semua karyawan yang mempersiapkan segala keperluan untuk menyambut para petinggi perusahaan seindonesia malam ini.


Hari ini aku memang tidak terlalu bergelut dengan berkas pekerjaan karena aku lebih memilih melatih kembali permainan pianoku untuk malam nanti.


Aku memang menyukai piano dan biola entah kenapa ibu dan ayah bisa saling melengkapi padahal alat musik kesukaan merekapun berbeda,ayah lebih menyukai piano alasannya karena lebih romantis menurut ayah sedangkan ibu lebih menyukai biola dengan alasan yang sama. Tapi menurutku keduanya bisa menyalurkan perasaan romantis dari oemainnya sendiri karena berkat keduanya itu pula ayah dan ibu bisa hidup berdampingan dalam keharmonisan dan romantisme yang sangat manis.


Tak terasa malampun tiba dan aku segera menyiapkan diriku untuk perfome malam ini semoga perasaanku untuk azka bisa sampai kepadanya.



Sampai saat ini aku belum melihat adanya azka diruangan ini


"Kemana dia"gumamku sembari mataku melirik ke berbagai sudut ruangan mencari sosok azka


"Apa aku sudah terlihat rapi Al?"tanya azka dengan mengejutkanku


Aku cukup terkejut dengan penampilannya hari ini yang kurasa sangat berkharisma dan tampan memang benar mata tidak pernah salah menilai.



(Anggap aja itu azka y)


"Hah kau sangat tampan azka ekhem maksudku sudah sangat rapi kurasa"jawabku mencoba menyembunyikan keterpesonaanku kepada seorang azka


"Baiklah aku cukup gugup melihat mereka semua nantinya melihatku nanti"


"Tenang saja azka bukankah sudah kukatakan mereka tidak akan melakukan apapun selama aku yang memilihmu"jawabku dengan mencoba merapikan sedikit jas yang dikenakan azka


"Baiklah sekarang aku percaya padamu Al" jawab azka dengan senyuman yang cukup hangat


Belum sempat aku menanggapi ucapan azka


"Kau terlihat sangat cantik malam ini Al" azka berbisik ditelingaku membuat wajahku seketika memanas


"Bukankah setiap waktu aku selalu cantik"jawabku mencoba menutupi kegugupanku di depan azka


"Memangnya ada yang kau sukai dari beberapa orang yang hadir disini Al?"

__ADS_1


"Maksudmu?"


"Maksudku tidak biasanya kau dadan secantik ini Al?"


"Bukankah setiap pesta kita diwajobkan rapi dan menarik"jawabku


"Kurasa malam ini sedikit berbeda Al"


"Semuanya untukmu azka" jawabku telak dan meninggalkan azka


Serangkaian acara dan penyambutan sudah dilakukan kulihat azka dengan sangat penuh percaya diri memperkenalka  diri dan menunjukkan dirinya yang memang pantas menempati kedudukan perusahaan inti fuzieyama group.


"Baiklah semua acara sudah selesai dilaksanakan saya sangat berterima kasih kepada semua para tamu undangan yang hadir pada malam hari ini"paman zack mulai menutuo acara pada malam hari ini


"Dengan senang hati Kami akan memberikan pertunjukkan yang langsung dibawakan oleh pemilik dari fuzieyama group nona Almeera fuzieyama"


"Semoga perasaanku tersampaikan padamu azka"batinku


Aku mulai menekan tuts piano yang sudah lama sekali tidak kutampilkan di depan orang lain dan dengan penuh penghayatan jariku menari nari d atas tuts piano dengan telaten aku memainkan lagu love letter dari da-ice yang akan sangat tidak mungkin jika azka tidak mengetahui lagu ini pasalnya setauku dia juga pernah hidup di jepang selama masa kuliahnya.


Tampak di depan sana azka menatapku tanpa berkedip dengan tatapan penuh arti entahlah aki tidak terlalu memahami setiap tatapan azka akhir akhir ini terkadang dia hangat terkadang juga dia kembali menjadi azka yang tidak tersentuh.


Aku berharap hari ini semua perasaanku untuk azka bisa tersampaikan dengan baik tanpa terasa air mataku membasahi mengiringi permainan pianoku pada malam hari ini.


"Kumohon sampailah semua perasaanku lewat melody ini kumohon ketuk dan sentuhlah hati azka biarkan perasaanki menuju hatimu malam ini azka"batinku


Saat permainan pianoku mulai menuju not akhir dengan tergesa azka meninggalkan ruangan dengan tatapan datar yang sangat kentara.


Aku tersenyum miris mengingat bahkan dengan penampilan yang hanya ku dedikasikan untuk seorang azka sama sekali tak mampu mengetuk pintu hati azka.


Tanpa menunggu penutupan acara selesai aku berlari meninggalkan ruangan dengan penuh kepedihan,beginikah akhirnya beginikah semua usahaku akan berakhir bahkan dengan sangat terlihat azka menolakku azka tidak membiarkanku memasuki hatinya.


Aku terus berlari hingga tubuhku menabrak seseorang yang kukenali.


"Menangislah Al jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik"


"Kenapa harus seperti ini kak kenapa aku harus merasakan perasaan ini untuknya kak kenapa harus sesakit ini"aku menangis tersedu dalam pelukan kak kevin


Kak kevin adalah anak dari paman zack dia yang adalah orang yang paling dipercaya di perusahaan setelah paman zack maka tidak heran jika dia mengetahui dengan jelas apa yang kurasakan saat ini.


"Kakak akan selalu melindungimu Al maka menangislah selagi kakak ada disampingmu"

__ADS_1


"Aku memang istrinya kak tapi sama sekali tidak bisa memiliki hatinya kak"


Kak kevin masih setia memelukku dan mengusap punggungku lembut untuk menenangkanku. Kak kevin memang yang paling mengerti perasaanku selama ini karena sedari kecil dialah yang selalu menemani setiap hariku sebelum kak kevin ditugaskan ayah di cabang jepang.


Sebenarnya umur kak kevin tidak berbeda dengan azka dan juga untuk parasnya sendiri hampir sama dengan azka hanya saja yang membedakan kak kevin selalu bersikap hangat kepada sekitarnya maka tidak aneh jika banyak sekali perempuan yang bertekuk lutut dihadapan kak kevin.



"Aku ingin menyerah kak aku tidak akan sanggup lagi berpura pura tidak mencintainya"


Kak kevin tidak pernah menyela ucapanku dia selalu membiarkanku mengekuarkan semua keluh kesahku karena menurutnya aku akan diam dengan sendirinya saat semua keluh kesah dihatiku selesai diucapkan.


"Aku ingin menyerah dengan semuanya kak aku tidak menginginkan semua ini kak aku ingin dicintai aku rindu kehangatan ayah dan ibu aku lelah merasa sendiri kak"masih dengan tangis yang tersedu aku mengeratkan pelukanku


"Apakah akan sangat adil untukku kak setelah apa yang kulakukan untuknya selama ini apakah dia tidak pernah melihatnya kak apakah azka tidak pernah menyadarinya kak?"


"Kenapa kak kenapa mencintai harus sesakit ini"


"Al dengar bukankah sejak awal ini yang kamu inginkan,bukankah kamu mencintainya untuk kebahagiannya Al jadi kakak harap kamu harus lebih kuat lagi Al karena kakak yakin suatu hari nanti kebahagiaanmu akan datang Al"jawab kak kevin lembut dan mengusap air mata yang kekuar dari netraku


"Tapi aku sudah sangat lelah kak"


"Kakak yakin kamu gadis yang sangat kuat Al,jadi kakak harap kamu bisa selalu tersenyum Al"


Kak kevin selalu dengan kesabaran dan kelembutannya menenangkanku kak kevin selalu bisa menghiburku setiap suasana hatiku sedang buruk seperti saat ini


"Jadi sekarang tersenyumlah Al kakak rasa kamu tidak akan berani berkaca saat ini,melihat penampilanmu yang mengerikan menurut kakak"kak kevin berusaha menghiburku dengan tawanya yang ramah


"Apaan si kak aku tidak mungkin menyeramkan"dengan tergesa aku bercermin pada kaca spion mobil yang terparkir disampingku berdiri


Pada akhirnya hanya kak kevin yang mampu menghibur dan mengembalikan tawaku.


"Terima kasih kak"


"Sama-sama Al"


"Jadi mau kemana kita malam ini?"


"Kurasa aku tidak ingin pulang ke rumah kak"


"Baiklah menginap di apartement kakak malam ini"

__ADS_1


Dengan penuh semangat aku mengangguk antusias dan akhirnya malam ini aku sama sekali tidak kembali ke rumah demi menghindari azka.


__ADS_2