My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 41


__ADS_3

10 menit setelah paman dibawa pihak berwajib aku masih menangis tergugu dalam pelukan azka.


"Al dengar bukankah ini yang kau inginkan?"azka berkata lembut seraya mengusap air mata yang mengalir di pipiku dengan ibu jarinya


Aku hanya bisa menangis meski azka selalu berusaha menguatkanku.


"Sstt Al semua akan baik-baik saja"azka menyatukan kening kami dan berkata dengan lembut


Aku hanya mengangguk dengan tangis yang kian mereda dan berusaha tersenyum di sisa tangisku.


"Lebih baik sekarang kita makan siang bukankah mamah membuatkan kita bekal?"


Kening kami masih menyatu dan aku sama sekali tidak ingin waktu cepat berlalu setidaknya azka berhasil membuatku tenang dan nyaman saat ini.


"Wow tahan dulu kemesraan kalian"kake yang tiba-tiba masuk tampak terkejut melihat kami.


"Ada masalah apa lagi?"suara azka terdengar kesal saat menjawab dan menghampiri kake


"Tidak ada hanya saja waktu makan siang kita sudah terlewat sangat lama jadi saya hanya ingin mengajak anda dan Almeera makan siang"


"Maaf kami tidak ikut"


Kake tampak memandangku meminta kejelasan atas ucapan azka


"Kebetulan kita bawa bekal kak, tadi mamah yang siapkan"aku menjawab dengan suara serak seraya tersenyum


"Oke, silahkan lanjutkan kemesraan kalian"kake terlihat menertawai keadaan kami sebelum akhirnya pintu tertutup sempurna.


Untuk beberapa saat kami hanya saling terdiam khususnya aku yang tiba-tiba canggung dan tidak bisa menahan debaran jantung yang semakin menggila. Hingga aku benar-benar dibuat terkejut saat azka hendak menyuapiku siang ini.


"Buka mulutmu Al"meski suara azka terdengar lembut namun berefek luar biasa untuk kesehatan jantungku.


"hmm sepertinya aku bisa memakannya sendiri azka"dengan cepat aku mengambil alih kotak makan dan sendok dari tangan azka


"Baiklah kalo begitu kau harus menyuapiku Al"azka membuka mulutnya menunggu suapan dariku


Belum sempat debaran gila jantungku mereda azka sudah membuat jantungku kembali terpacu dan berdetak tak karuan.

__ADS_1


"Hah memangnya kenapa harus aku suapi bukannya kita bawa 2 bekal?"


Azka hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku, pada akhirnya dengan tangan sedikit gemetar aku menyuapi azka dan aku bergantian begitu seterusnya hingga 2 kotak makan siang kami habis.


"Kau ini ternyata manja ya makan saja harus disuapi"aku merajuk karena azka tiba-tiba ingin disuapi seperti itu yang bersedih kan bukan dia.


"Hahahahaha pahala Al nyenengin suami"azka tertawa dan mengacak rambutku


Dengan cepat tawa azka menular padaku, kami tertawa seakan hari ini adalah hari terbahagia bagi kami.


Tok tok tok


Ketukan pintu mengejutkan kami berdua hingga azka bangkit dari duduknya dengan raut muka sedikit menahan kesal.


"Maaf menganggu kalian kembali, saya hanya ingin memberikan informasi sudah saatnya kita kembali ke jakarta"kake tampak tak merasa bersalah melihat raut kesal azka


"Baiklah"azka tampak menutup kembali pintu tepat di depan muka kak kevin


Aku terkikik geli melihat sikap azka yang merajuk seperti ini entah kenapa dia semakin tidak membatasi diri di depanku azka seakan menjadi dirinya sendiri.


"Hah, tidak aku hanya sedang merasa bahagia karena kamu selalu ada disisiku"


Azka terlihat sedikit malu karena semua itu terlihat dari cuping telinganya yang tiba-tiba menjadi berubah merah. Aku semakin tersenyum menikmati semua ekspresi azka hari ini.


"Ekhem... sebaiknya kita segera bersiap kembali ke jakarta Al"azka tampak sedikit grogi saat membantu membereskan semua tempat makan siang kami.


"Terima kasih azka aku merasa lebih baik"aku mengatakannya di sela kegiatan beres-beres kami.


Grep


Azka tiba-tiba menarikku ke dalam pelukannya


"Itu sudah menjadi tanggung jawabku Al"azka mengatakan dengan lembut dan nyaris berbisik namun semua kata-katanya dapat kudengar dengan jelas meski debaran jantungku lebih keras dari pada suara azka saat ini.


Aku tidak mengatakan apapun karena aku hanya ingin menikmati pelukan hangat dari azka saat ini dan berharap sang waktu tidak akan pernah memisahkan kami.


"Haish kalian ini cepatlah, semua sudah menunggu kalian di bawah"kake tampak kesal

__ADS_1


Kami terkejut dengan suara kake yang sedikit ketus meski aku sangat menyadari penyebabnya karena mereka sudah menunggu kami sedikit lebih lama dan kami masih sempat-sempatnya menikmati romantisme kami sendiri setidaknya itulah yang kurasakan saat ini.


"Dasar, memangnya kau tidak pernah bermesraan sampai selalu menganggu waktu kami berdua"azka menjawab dengan kesal dan ketus


"Setidaknya aku masih bisa menghargai waktu orang lain"kake tampak dengan tenang meninggalkan kami yang masih terpaku


"Ayo Al kita segera kembali karena aku tidak ingin diganggu si pengacara itu lagi"azka menarik tanganku dan menautkannya


Entah kenapa semua terasa sangat indah sampai saat ini, semua yang kuharapkan berjalan semestinya. Aku berharap semoga semua ini membawa kebaikan untuk hubungan kami kedepannya.


Sepanjang perjalan kami kembali ke jakarta azka dan aku tidak secanggung kemarin, kami mulai kembali saling terbuka dan hangat seperti sebelumnya. Hingga rasanya aku merasa waktu yang kami lalui untuk sampai ke jakarta tidak terlalu lama meski kemacetan yang selalu kami temui saat di perjalanan ke ibu kota.


Karena kami sepakat untuk kembali ke kantor dengan alasan profesionalisme akhirnya dengan sangat enggan aku menuruti permintaan azka untuk kembali ke kantor dan disinilah kami saat ini tepat pukul 4 sore kami sampai di kantor.


Sepanjang perjalanan menuju ruangannya azka tak pernah melepaskan tautan tangan kami.


"Jadi siapa yang akan menggantikan pamanmu di cabang bandung Al?"azka membuka pembicaraan diantara kami tepat saat kami sampai di ruangannya.


"Entahlah mungkin aku harus kembali memimpin meski dengan jarak jauh"


"Hmmp apa tidak sebaiknya si pengacara itu yang mencoba menjadi direktur disana Al?"


"Tidak, jangan aku tidak mau dia jauh dari perusahaan inti"


"Memangnya kenapa?"azka tampak memicingkan matanya menatapku curiga


"Tidak apa-apa hanya kak kevin yang paling kupercayai sebagai pengacara perusahaan"


"Benarkah hanya karena itu?"azka semakin mengikis jarak diantara kami


"Memangnya harus ada alasan lainnya?"aku tidak mengerti dengan pertanyaan azka, memangnya harus ada alasan apa lagi selain itu


"Tidak aku hanya sekedar bertanya" azka tampak menjauh dengan raut yang sedikit terlihat kecewa.


"Kau sangat aneh, kenapa kau terlihat sangat tidak menyukai kak kevin?"


Belum sempat azka menjawab pertanyaanku dengan sangat tiba-tiba ada seorang wanita cantik yang masuk dan memeluk erat azka tepat di depan mataku dan sukses menghancurkan seluruh angan kebahagiaanku hari ini. Aku tersenyum kecut dan dengan perlahan aku pergi keluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2