
Setelah peristiwa azka menjemputku dari kota garut tempo hari, aku merasakan bagaimana dicintai oleh seorang azka setiap harinya membuatku merasa sangat bahagia. Aku sama sekali tidak bisa menjabarkan bagaimana rasanya setelah perjuanganku kemarin ternyata sama sekali tidak sia-sia.
Azka sempat mengatakan padaku jika dia cemburu pada kevin hingga membuatku tertawa. Kurasa cemburu azka sama sekali tidak beralasan, bukankah dia tau aku sangat mencintainya. Tapi aku tetap merasa senang karena, bukankah jika seorang suami cemburu maka tandanya dia mencintai istrinya.
Karena rasa cemburu azka semakin berlarut dan semakin membuatku gemas, akhirnya aku menceritakan semua tentangku dan kevin.
Flashback on
Anata ... kenapa kau selalu terlihat marah jika aku dekat dengan kak kevin?"
"Menurutmu?"
Lihat jika azka sudah marah maka panggilan manis nan romantis itu akan menghilang
"Baiklah, sepertinya kau harus tau bagaimana cerita yang sebenarnya."aku mengikis jarak yang dibuat azka antara kami dan mencium kilat bibirnya
Azka tampak sangat terkejut namun sedikit melunak karena dia telah memelukku erat saat itu.
"Kak kevin memang menyayangiku begitupun sebaliknya, aku sangat menyayangi kak kevin."
Dapat kurasakan pelukan azka mengendur dan rahangnya sedikit mengetat. Haha rasanya lucu saat menggodanya seperti ini.
__ADS_1
"Tapi hanya sebatas kasih sayang antara adik dan kakak, ya meski kami tidak dilahirkan dalam satu keluarga tapi hanya itulah yang kami rasakan, tidak lebih."
Azka terlihat melunak dan mengecup pipiku singkat meski pelukannya tidak seerat sebelumnya.
"Dan kau tau, kak kevin itu sudah sangat lama mencintai sahabatku, icha."
"Tunggu ... tunggu."azka memotong ucapanku
Dahiku mengernyit tak mengerti kenapa azka tiba-tiba memotong ucapanku
"Maksudmu icha yang mengetahui semua alasan kita menikah dulu?"
"Ta..tapi kenapa, maksudku kenapa kevin tidak berusaha mendapatkannya. Bukankah tidak akan sulit jika itu seorang kevin."
"Hahah anata ... bukankah sudah kukatakan dari awal kak kevin itu sangat menyayangiku, jadi dia akan menjadikanku prioritasnya. Meski sebenarnya semua yang dilakukannya malah berbalik menyakitiku."ucapku kian sendu
"Jadi, apa kita perlu membantu kevin?"
"Kurasa tidak perlu, karena percaya atau tidak mereka saling mencintai."ucapku yakin
"Kenapa kau bisa seyakin itu sayang?"
__ADS_1
"Hei aku sudah sangat lama berteman dengan icha, jadi bukan hal yang sulit untuk memahami isi hatinya."
"Baiklah kau lebih tau sayang."
"Neh anata ... daisuki dayou."ucapku dengan mengecup bibir azka yang terlihat menggoda di depanku
Flashback off
Begitulah terakhir kami bermesraan tepat 2 hari yang lalu, aku sama sekali tidak memahami kenapa akhir-akhir ini azka menjadi pribadi yang dingin. Dia sama sekali tidak mengizinkanku datang ke kantornya. Bahkan dia selalu pulang larut saat aku sudah terlelap dan kembali berangkat pagi sekali saat aku masih di dalam mimpi indahku.
Meski aku berusaha tetap berfikir positif, tapi hati ini tetap tidak bisa diajak kompromi buktinya aku selalu uring-uringan gak jelas dan berimbas pada suasana yang semakin tidak harmonis. Entah kenapa, jika itu menyangkut azka maka sosok seorang fuzieyama Almeera itu menghilang. Aku tidak bisa mengontrol emosiku sendiri.
Entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa begitu labil. Emosi yang tidak stabil, rasa kantuk yang selalu tiba-tiba mendera, atau tiba-tiba selalu merasa lelah meski aku tidak mengerjakan hal apapun.
Suara deru mobil di depan rumah mengejutkanku siang ini. Dengan cepat aku berlari.
"Anata."aku berlari dan memeluk suamiku, rasanya aku sangat merindukan aroma tubuh suamiku ini.
"Tolonglah Al, jangan seperti ini aku sangat sibuk."tanpa menatapku azka melepas pelukan kami.
Aku terlalu terkejut dengan sikap yang azka tunjukkan. Tanpa bisa ditahan tangisku pecah, air mata mulai membanjiri pipi. Entah kenapa emosiku sangat tidak stabil, aku seakan cepat menangis dan bersedih. Meski sebenarnya azka tidak terlalu bersikap berlebihan. Namun, entah kenapa sukses membuatku menangis tersedu.
__ADS_1