
Awalnya aku meyakini hati dan tujuan hidupku hanya tertuju pada seorang rania namun ternyata tidak setelah aku bertemu dengan seorang almeera fuzieyama.
Entah kenapa setelah kejadian diamana aku melihat almeera dipeluk lelaki lain yang sialnya aku sama sekali tidak mengenalnya hari-hariku tiba-tiba terasa berat. Diawal aku menjabat sebagai direktur perusahaan aku sama sekali tidak menunjukkan nilai baik disana bagaimana tidak setiap memikirkan almeera maka akan dengan sangat cepat moodku berubah hancur aku selalu menyelesaikan setiap pekerjaanku dengan marah-matah sampai pada akhirnya pak zack turun tangan membantuku saat itu.
Saat sore tiba aku bergegas kembali ke rumah karena aku meyakini hari ini almeera pasti akan pulang almeera pasti akan ada di rumah dan menyambutku dengan senyuman khas seorang almeera yang sangat manis.namun takdir tidak semudah itu menuruti harapku buktinya selama 2 hari aku berharap bisa melihat almeera saat aku pulang sama sekali tidak seperti itu,saat sampai rumah hanya sepi dan dingin yang menyapaku.
Aku terkadang bertanya kenapa aku sangat marah dan kecewa saat melihat almeera dalam pelukan lelaki lain selain aku suaminya aku merasa kecewa saat aku tidak mendapati almeera di rumah ini entah kenapa emosiku selalu cepat tersulut jika tidak bisa melihat almeera.
Dimalam ketiga tanpa almeera aku mencoba meminimalisir harapku akan kehadiran almeera karena aku tidak ingin kecewa berkepanjangan karena tidak bisa melihat seorang almeera fuzieyama.
Keesokan harinya takdir seperti mempermainkan kewarasanku pagi hari ketika aku mulai sedikit terbiasa tanpa adanya almeera di sekitarku dengan indahnya tuhan menghadirkan senyuman hangat almeera di depan pintu ruanganku saat ini kukihat dia sedikit kikuk entahlah aku tidak terlalu perduli karena saat ini aku ingin menikmati takdir yang tuhan berikan untukku hari ini. Rasanya seperti memenangkan jackpot miliaran eh tidak triliunan rupiah saat melihat almeera tersenyum kearahku.
Namun hati dan sikap yang kucoba tunjukkan berbeda, dengan sangat tidak bisa dikompromi sikapku saat pertama kali menyambut almeera di kantor ini aku bertanya eh tidak sepertinya lebih tepat dikatakan pernyataan karena dengan sangat bodohnya aku mengatakan apa dia masih ingat pulang? Dan tak lupa pula nadaku yang ketus seperti biasanya.
Tapi dengan seperti biasanya almeera selalu menyambutku dengan senyuman hangatnya. Rasanya hari ini semangatku saat itu melonjak naik.
Kau memang gila azka rasanya aku ingin meneriaki diriku sendiri karena saat pagi ini melihat almeera di rumah seakan membuat beban yang sedari kemarin menumpuk jadi menguap tak bersisa entah kemana.
__ADS_1
Aku terlalu terpesona atas diri Almeera hingga dengan konyolnya aku mengatakan padanya untuk tidak lagi mengikutiku ke kantor karena jujur memang aku tidak ingin melihat kembali Almeera bertemu dengan lelaki yang sialnya seorang pengacara perusahaan.
Entah kenapa aku hanya ingin menjauhkan almeera dari seorang kevin. Terdengan egois memang tapi aku tidak ingin merusak moodku di perusahaan jika harus terus menyaksikan seorang almeera yang dengan manjanya dia selalu bercanda di depanku dengan seorang lelaki bernama kevin.
Jika menurut kalian aku mencintai almeera kurasa jawabannya tidak atau belum kurasa karena aku masih memiliki seorang rania yang bertahta dihatiku kurasa.
Aku memang merasa nyaman jika berada di dekat almeera. Aku memang selalu bisa melupakan hal lainnya jika bersama Almeera bahkan aku mampu melupakan seorang rania jika berada disisi Almeera namun kurasa itu tidak cukup mengartikan aku mencintai seorang almeera karena buktinya saat hari ini rania berkunjung ke kantor semua perasaan nyamanku saat bersama almeera menguap menghilang entahlah setidaknya itu yang kurasakan mungkin saat ini.
Aku terlalu terkejut atas kedatangan rania yang secara tiba-tiba pagi ini.
Aku menyambutnya seramah mungkin karena prinsipku sebagai seorang lelaki pantang bagikuaku untuk menyakiti ataupun menghianati seorang perempuan yang sangat aku cintai.
Saat aku masih memuji keindahan seorang rania di depanku dengan sangat tiba-tiba dia mendekat dan menciumku sepersekian detik bibir kami menempel namun tak lama rania mulai ******* perlahan dan lembut, aku terlalu terkejut untuk membalas semua perlakuan rania hingga ketukan pintu menyadarkan keterkejutanku saat itu.
Dan setelah pintu terbuka alangkah lebih terkejutnya aku karena disana menampilkan senyum menyebalkan seorang pengacara perusahaan dengan menuntun seorang yang akhir-akhir ini mengalihkan seluruh perhatianku.
Entah kenapa reaksi yang diberikan seorang almeera mampu membuatku melupakan seorang rania meskipun saat ini rania ada dihadapanku. Aku sama sekali tidak mengerti kedatangannya dengan seorang pengacara perusahaan ke ruanganku seketika membuat moodku hari ini menurun rasanya hanya emosi dan kemarahan yang pada akhirnya mendominasiku di hari ini.
__ADS_1
Aku mencoba mengalihkan semua kekesalanku dengan selalu memperhatikan rania mencoba meyakinkan hati bahwa seorang rania yang bertahta dan memenuhi hatiku namun semua usaha hanya menjadi sia-sia karena selama acara makan siang berlansung aku sama sekali tidak memperhatikan rania fokusku hanya tertuju pada keakraban dan kemesraan antara almeera dan kevin tentu saja.
Tanpa sadar aku mengepalkan tanganku saat itu aku tidak mengerti mengapa aku harus marah mengapa aku harus kecewa melihat keakraban yang ditunjukkan almeera dan kevin tadi dan apa tadi almeera yang biasanya selalu melayaniku saat makan sekarang semuanya tak sama karena dengan luwesnya almeera melayani kevin layaknya seorang istri pada suaminya.
Saat aku masih merasakan keterkejutanku dengan tiba-tiba kevin mengatakan dengan semangat jika Almeera memasakka makanan kesukaannya. Cih apa itu rasanya aku ingin memgumpat saat itu juga aku ingin memukul wajah kevin saat itu juga. Tapi aku tidak akan melakukan hal konyol seperti itu karena aku sama sekali tidak memahami apa yang kurasakan saat ini.
Selama 2 jam kami berada dalam 1 ruangan maka selama itu pula keakraban almeera dan kevin semakin jelas mereka tunjukkan membuatku sangat geram tentunya betapa tidak dengan bangganya kevin mengatakan almeera selalu ada untukknya dan begitupun sebaliknya.
Saat setelah almeera meminta izin untuk pergi ke toilet yang disusul rania dan juga kevin entah kenapa hari ini moodku semakin memburuk aku sudah tidak terlalu perduli dengan semua pekerjaanku hari ini. Aku termenung berusaha memahami apa yang kurasakan saat ini namun selalu gagal karena dengan tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan senyum rania yang selalu mengalihkan duniaku dulu.
Sebenarnya aku tau bahkan sangat tau kalo rania memang seorang yang sangat agresif bahkan terlalu agresif menurutku karena selama kami berpacaran hanya rania yang selalu berinisitif memelukku bahkan menciumku, aku sama sekali tidak terlalu perduli karena satu yang kuyakini saat itu bahwa ranialah duniaku ranialah tempatku untuk pulang itu yang kurasakan saat dulu tapi tidak untuk sekarang karena saat melihat rania mendekat dan mencoba menciumku saat ini aku merasa sangat risih aku menolaknya untuk pertama kalinya selama 3 tahun kami berpacaran.
Namun rania tetaplah rania dengan segala cara dia mendatangiku dan dengan sangat berani dia duduk dipangkuanku,mengalungkan tangannya dileherku dan ******* penuh tuntutan dan smaa sekali aku tidak mengenali rania saat ini dengan tiba-tiba aku mendorong tubuh rania hingga jika saja aku tidak memegangi tangannya maka dapat dipastikan rania akan terjatuh mengenaskan di lantai.
Aku terlalu terkejut atas apa yang kulakukan saat ini hingga aku sama sekali tidak mendengar ada yang menegtuk pintu ruangan, dengan sedikit berlari rania membuka pintu dengan penampilan yang sedikit berantakan dan disanalah keterkejutanku semakin menjadi bagaimana tidak saat pintu terbuka aku bisa melihat raut wajah almeera yang terkejut dan kekecewaan yang sangat kentara.
Aku sama sekali tidak bisa mengatakan apapun lidahku terasa kaku dan semua ucapan yang hendak ku katakan serasa menyangkut di tenggorokan yang sampai pada akhirnya almeera beegegas keluar tanpa melihat ke arahku.
__ADS_1
Entah kenapa ada sakit yang memasuki hatiku sakit saat melihat tatapan kecewa dari balik netra seorang almeera fuzieyama sampai akhirnya hanya satu kata maaf yang kuucapkan lewat sebuah pesan yang langsung ku kirim segera setelah almeera pergi meninggalkanku di ruangan ini bersama rania.