
1 kata dalam Pesan yang dikirmkan azka meruntuhkan semua kekuatanku menghancurkan semua keyakinanku yang mengharuskanku tetap kuat dan bertahan di posisi ini.
"Apa maksudnya ini kenapa kau mengatakan maaf padaku azka?"aku menangis histeris seraya memukul mukul setir mobil.
Aku sama sekali tidak mengerti apa sebenarnya yang azka inginkan apa maksud dari kata-kata maaf yang tadi dia kirimkan.
Apa dia mengasihaniku begitukah sepicik itukah pemikiran azka tentangku hingga aku perlu dikasihani olehnya begitukah.
Semua pemikiran negatif bermunculan dikepalaku bukan tanpa alasan karena memang sejak awal aku hanya memintanya untuk saling mewujudkan ambisi masing-masing dan dengan kata lain aku yang memintanya untuk menjadi mitra bisnis yang akan menguntungkan kami berdua.
"Hahaha kau sangat naif Al kau terlalu percaya diri mencoba tetap kuat tapi nyatanya kau sama sekali tidak bisa melakukannya Al"aku berteriak dan terus menangis histeris mengingat betapa tidak adilnya takdir mempermainkan perasaan sucinya untuk azka.
Dengan cepat aku melajukan mobil membelah jalan padat ibu kota,aku tidak tau harus pergi kemana karena yang pasti aku tidak akan sanggup jika hari ini aku harus bertemu dengan azka.
Akhirnya disinilah aku di depan makam ibu dan ayah yang memang sudah leboh dari 3 bulan tidak kukunjungi.
"Hai ayah ibu apa kalian merindukanku?"tawaku disertai tangis
"Aku juga merindukan kalian sangat"masih dengan tangisku menjawab seakan ayah dan ibu bertanya dihadapnku
__ADS_1
"Aku mencintainya ayah aku sangat mencintai azka tapi kenapa rasanya dia tidak bisa kujangkau meskipun statusnya suamiku saat ini ayah"
"Aku tau pasti ayah akan mengatakan kau wanita yang kuat Al ayah percaya suatu hari nanti kebahagiaanmu akan datang begitukan ayah,tapi mana ayah semua yang terjadi sampai saat ini seakan takdir tidak mengizinkanku bahagia ayah"
"Ayah bisakah tolong setidaknya sedikit saja izinkan aku bertemu ayah dan ibu saat ini karena jujur ayah aku sangat lelah aku tidak yakin bisa mengabulkan keinginan terakhir ayah"
Masih dengan menangis aku berbicara sendiri di depan makam ayah dan ibuku
"Aku tidak yakin bisa memimpin perusahaan yang ayah bangun sampai akhir ayah dan maafkan aku jika aku tidak bisa mempertahankannya ayah maafkan aku jika pada akhirnya bukan aku yang memimpin perusahaan seperti impian ayah"
Aku menangis tergugu mengingat betapa mirisnya betapa pahitnya betapa beratnya kehidupan yang harus aku jalani saat ini
"Kenapa ayah tega meninggalkanku kenapa ayah dengan teganya memberikan tugas yang sangat berat untukku ayah kenapa ayah sangat mempercayai gadis kecilmu yang rapuh ini ayah tolong katakan ini hanya sementara ayah aku mohon tolong katakan ayah" tangisku semakin pilu di depan pusara kedua orang tuaku
"Kenapa kak tolong jawab aku kenapa ayah dengan teganya memberikan semua tanggung jawabnya yang berat padaku gadis kecilnya yang rapuh kak"aku masih menangis tersedu di pelukan kak kevin
"Karena ayahmu mempercayaimu Al ayahmu percaya kau bukanlah gadis kecilnya yang rapuh lagi Al ayahmu percaya kamu akan tumbuh menjadi wanita yang kuat dan bijaksana"kak kevin masih setia mengelus punggungku
"Tapi nyatanya sampai saat ini aku sama sekali tidak sekuat itu kak aku...aku... aku tidak akan kuat lagi kak jika harus mempertahankan semuanya"tangisanku semakin menjadi
__ADS_1
"Dengar kakak princess kamu gadis kecil kakak yang tangguh sejak dulu Al,kamu yang selalu membela kakak di depan ayah kakak kamu gadis kecil yang dikuncir dua dengan sangat beraninya membantah ayah kakak yang tidak mengizinkan kakak istirahat sama sekali dan kamu gadis kecil kepang dua yang dengan beraninya berdiri di depan kakak demi membela kakak saat ada teman sebaya kakak membully kakak"kak kevin berbicara sembari mengusap air mataku yang terus meleleh
"Tapi ini berbeda kak ini tidak seperti itu"
"Sstt dengar princess kakak akan selalu ada untukmu kita akan selalu menguatkanmu Al kamu hanya perlu fokus pada tujuanmu ,jadi apapun yang terjadi datanglah pada kakak pada icha dan semua keluargamu Al ingat kami keluargamu Al kami menyayangimu"
Aku menangis tersedu di pelukan kak kevin rasanya 5 menit yang lalu aku merasa seperti orang yang bodoh aku merasa seperti wanita yang lemah dan sangat egois dengan tanpa berfikir panjang aku berkata menyerah dan menukar hajat hidup orang banyak hanya dengan 1 keegoisanku.
"Maafkan Aku kak maaf"
"Sudah jangan menangis lagi oke sekarang lebih baik kamu pulang Al tunjukan kepada semuanya kalo kamu seorang almeera fuzieyama"
"Baiklah kak aku akan lebih berusaha lagi terima kasih banyak kak"aku mulai merasa lebih baik dengan hadirnya kak kevin hari ini.
Dengan memupuk semangat baru aku memberanikan diri kembali ke rumah karena menurut kak kevin aku harus terlihat kuat karena aku seorang almeera fuzieyama.
"Baiklah mari kita luruskan kembali tujuan yang sempat kacau"gumamku saat tiba di halaman rumah
Aku mengedarkan pandanganku ke penjuru ruangan saat memasuki dalam rumah.
__ADS_1
"Apa azka belum pulang ya?aneh biasanya jam segini azka udah ada di rumah?"aku celingukan melihat setiap sudut ruangan mencari sosok azka
Namun nihil sama sekali aku tak menemukan sosok azka di rumah ini dan pada akhirnya pemikiran negatif yang melemahkanku kembali bermunculan.