
Meskipun aku mencoba untuk tidak menunggunya pulang tapi hati ini seakan tidak bisa diajak kompromi karena dengan penuh harap sang hati selalu menunggu dan menunggu harapan yang tak kunjung terlihat hingga malam mulai semakin larut ditemani sepi.
Entah kenapa aku tidak bisa membencinya semakin aku mencoba membenci azka semakin besar perasaanku untuknya.
Terlalu bosan menunggu secara tidak sadar aku tertidur di sofa ruang tamu karena walau bagaimanapun sang hati tetap berharap azka akan kembali malam ini.
Namun harap hanya tinggal harap buktinya saat ragaku terbangun dan sang surya tampak sudah mulai meninggi sosok yang dinanti tidak kunjung hadir. Dengan menelan rasa kecewa yang teramat aku mencoba memulai hari karena bukankah sang waktu tidak bisa berkompromi dengan hati.
Badanku rasanya terasa sangat sakit di beberapa bagian.
"Non apa perlu bibi yang memasak pagi ini?"terlihat bi imah tampak sangat khawatir menyadari raut wajahku yang menahan sakit.
"Ah apa azka semalam pulang bi?"
"Tuan azka tidak pulang semalam non"
Yah itulah jawaban yang kuhindari pagi ini. Rasanya usahaku akan semakin berat, tolonglah hati kuharap kau bisa lebih kuat menghadapi ini.
"Ah baiklah bi terima kasih dan untuk memasak tidak perlu bi biar aku sendiri saja"
Dengan menelan kekecewaan pagi ini aku putuskan untuk tetap memasak sarapan karena aku tetap meyakini pagi ini azka akan pulang.
Setelah semua terasa siap aku hanya menatap semua hidangan yang telah tersaji di meja makan tanpa berniat menikmatinya. Saat aku masih tenggelam dalam berbagai fikiran di dalam kepalaku tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara bel. Dengan secepat mungkin aku berlari bergegas membuka pintu menyambut sang tambatan hati.
Namun naas kekecewaan kembali mendera seseorang yang hadir bukanlah azka namun seorang yang selalu mampu menyembuhkan dan menyemangati sang hati.
"Kenapa mukanya ditekuk begitu Al,kecewa karena yang ada di depanmu ini kakak hmm" dengan senyum ramah yang tidak pernah hilang dari kak kevin kak kevin menyentuh puncak kepalaku seperti biasanya
"Kakak tau aja"dengan mengerucutkan bibirku aku bergegas meninggalkan kak kevin yang masih terkekeh geli melihat kebucinan seorang Almeera.
"Wah sepertinya aku sudah disambut y Al kebetulan sekali kakak belum sarapan"
"Yah kakak memang selalu beruntung, tapi aku tidak berselera makan kak jadi kakak saja yang makan y aku mau ke kamar dulu" dengan langkah lesu aku mencoba melangkah pergi dari ruang makan.
"Gak boleh gitu Al gak sopan lo tamu ditinggal sendiri jadi temani kakak sarapan" kak kevin menarik tanganku saat langkahku mulai menjauh.
"Huh dasar tamu merepotkan"
__ADS_1
Dan akhirnya aku menemani kak kevin sarapan pagi ini
"Begitukan lebih baik karena kakak rasa untuk mewujudkan semua impian serta mencapai tujuanmu membutuhkan banyak tenaga Al jadi akan terdengar lucu kamu kalah sebelum berperang"
"Tentu saja aku tau hal itu kak tapi kembali lagi bukankah aku hanya seorang perempuan yang hatinya bisa kapan saja merasa nyeri jika itu menyangkut azka yng pada dsarnya secara terang terangan menolak kehadiranku"
"Yah kakak tau Al hanya saja menurut kakak kamu bukanlah seorang yang lemah jadi kakak sangat yakin kamu bisa Al"
"Ah ya tumben kakak berkunjung pagi ini?"aku menjawab pertanyaan kak kevin dengan pertanyaan lainnya
"Hanya ingin memastikan princess kakak baik-baik saja"
"Kurasa bukan sekedar itu pasalnya kak kevin tidak pernah berkunjung ke rumah jika itu tidak terlalu penting"
"Hahaha kamu memang princess kakak nona almeera fuzieyama"
"Sudahlah cepat katakan apa maksud kedatangan kakak kemari"
"Baiklah Al kurasa kau memang harus segera bertindak karena kakak rasa tidak lama lagi pamanmu akan melakukan sesuatu melalui rania"
Aku menghentikan aktifitas makanku karena terlalu terkejut mendengar ucapan kak kevin.
"Sepertinya ada tamu spesial pagi ini Al"
"Ah azka apa kau belum sarapan,mari kita sarapan dulu" aku mencoba menarik tangan azka guna menutupi keterkejutanku
"Baiklah karena kebetulan aku belum sempat sarapan"
Layaknya anak kecil azka menurut tanpa perlawanan.
"Ada keperluan apa bapak pengacara mengunjungi rumah kami?"
"Maaf tuan azka saya hanya ingin memastikan princess saya baik-baik saja"
"Kamu kenapa Al?apa kau sakit?"azka tiba-tiba bertanya padaku
"Hah aku baik-baik saja azka kak kevin saja yang terlalu berlebihan"
__ADS_1
"Apa anda sudah lihat Almeera dalam keadaan baik bersama saya"
"Saya mengira anda tidak akan kembali sepagi ini mengingat semalam anda tidak kembali ke rumah ini"
Dapat kulihat untuk sepersekian detik azka merasa terkejut atas pernyataan dari kak kevin.
"Saya tidur di kantor"
"Bukan karena nona rania?"
"Saya rasa anda tidak berhak mencampuri semua urusan pribadi saya"jawab azka mendesis
"Sepertinya perut kakak sudah terisi penuh Al, kakak pamit kembali ke kantor oh ya dan terima kasih sarapannya princess"kak kevin bergegas pergi tanpa berniat menanggapi ucapan azka dan meninggalkan kami.
"Baiklah kak hati-hati"
Setelah kepergian kak kwvin dari rumah kami hanya keheningan yang menemani diantara kami.
"Ekhem maaf aku baru pulang Al"azka terlihat sangat menyesal saat mengucapkan kata-kata pertamanya diantara kami pagi ini
"Hah iya tak apa azka aku yakin kamu sangat sibuk"aku mencoba tertawa meskipun masih terdengar kaku
"Apa pengacara itu sering berkunjung kemari Al?"
"Maksudmu kak kevin?"
Azka hanya mengangguk malas mendengarku menyebutkan nama kevin didepannya.
"Waktu dulu sering karena walau bagaimanapun dia kakakku meski tidak sedarah jadi sudah menjadi hal biasa jika dia mendatangi dan berkunjung ke rumah adiknya bukankah begitu?"
Azka tampak tidak berniat membahas lebih lanjut lagi perihal kak kevin.
"Ah ya kurasa kita harus segera menjalankan rencana kita azka karena aku yakin paman ardhan sudah mulai bergerak"aku mencoba mengalihkan pembicaraan kami
"Baiklah"
Satu kata dari azka yang kuyakini akan sangat membuatku tersenyum puas pada akhirnya.
__ADS_1
'Baiklah paman kita lihat siapa yang akan berdiri paling akhir'batinku