
2 minggu sudah aku berusaha mencari keberadaan seorang Almeera yang telah berhasil membawa pergi semua hati dan duniaku. Namun selama 2 minggu itu pula sama sekali tidak membuahkan hasil dan sukses membuatku menjadi sangat kacau dan cafe yang sedari 2 tahun yang lalu kubangun tidak pernah sama sekali kuperhatikan alhasil cafe mengalami penurunan yang sangat signifikan dan berimbas pada pengurangan karyawan.
"Kemana lagi harus mencarimu Almeera?"gumamku lirih dengan tatapan menerawang ke langit-langit dalam ruangan kantor fuzieyama
Tok tok tok
Ketukan pintu berhasil mengejutkanku siang ini
"Masuk"intrupsiku
"Selamat siang tuan, saya tidak yakin anda ingin mendengar berita yang akan saya sampaikan hari ini,"seorang yang sengaja kusewa hanya untuk mencari seorang Almeera membuat semangatku menghilang karena kuyakini berita yang dia bawa bukanlah hal yang baik.
Hanya anggukan yang kulakukan sebagai tanggapan dari ucapannya
"Sebenarnya bawahan saya sudah hampir mengetahui dimana posisi nona Almeera ... namun, semua bawahan saya dihabisi oleh seorang lelaki yang selalu bersama nona Almeera, tuan."ada jeda dari ucapannya
Aku tidak terlalu terkejut sebenarnya hanya saja emosiku mulai mendominasi saat ini dengan tanpa ingin bertanya lebih lanjut aku menyuruh adam segera keluar dari ruanganku karena jika saja ia mengucapkan nama lelaki itu dihadapanku saat ini maka dapat kupastikan harinya akan buruk.
"Aaaarrrrgggghhhh, brengsek kau kevin."teriakku frustasi
Rasanya semangat hidupku sudah ikut menghilang sejak menyadari aku telah jatuh cinta pada Almeera fuzieyama dan sosok yang sangat kucintai itu pergi menghilang jauh dari pandanganku.
"Kau tau Al, kau sudah berhasil membuat lelaki bodoh ini mencintaimu bahkan sangat mencintaimu."gumamku lirih setiap memandangi fhoto Almeera kecil dengan senyum ceria yang terpatri dawajahnya.
"Kemana lagi aku harus mencarimu Al? Kumohon kembalilah aku merindukanmu aku sangat kehilanganmu Al." Lirihku frustasi
__ADS_1
Tok tok tok
Dengan amarah yang masih mendominasi aku membuka pintu ruangan dengan kasar, namun aku terkejut dengan seorang yang saat ini berdiri di hadapanku.
"Kau, apa sebenarnya yang kau lakukan, dimana kau sembunyukan istriku."ucapku berdesis dengan amarah yang memuncak aku menarik kerah kemeja kevin yang dengan tanpa di undang dia berdiri dihadapanku saat ini
Kevin menghempas tanganku kasar dan berjalan masuk ke dalam ruanganku.
"Kenapa kau sangat tidak tau sopan santun, siapa yang menyuruhmu masuk?"dengan kemarahan yang masih bergejolak aku membentak kevin yang dengan santainya duduk di sofa di ruanganku saat ini
"Mohon maaf tuan azka, kedatangan saya kemari hanya ingin menegaskan surat dari nona Almeera yang saya berikan pada anda 2 minggu lalu."kevin berkata dengan nada yang terdengar tenang dan tanpa terlihat bersalah sedikitpun
"Apa kau bilang? dengar, sampai kapanpun aku tidak akan pernah menandatangani Semua surat itu!" Aku menunjuk tepat di depan wajah kevin
"Mohon maaf tuan azka putra mahardika yang terhormat, saya rasa anda harus secepatnya menandatangani semua surat dari nona Almeera ... mengingat bukankah tidak lama lagi tepat dihari ulang tahun nona Almeera anda harus menikahi gadis yang sangat anda cintai?"
"Apa yang kau lakukan brengsek?"bentakkan kevin yang menggema tampak terpancing emosi
"Atas dasar apa kau menyuruhku bercerai dengan istriku dan apa tadi, kau menyuruhku segera menikahi rania? Jangan bermimpi."
"Hahaha bukankah semua ini yang sangat kau inginkan azka?" Tawa kevin terdengar sangat tidak sesuai dengan ekspresi marah yang dia tunjukkan
Seketika aku bungkam dan lidahku kaku mendengar ucapan terakhir dari kevin. Bukan, bukan karena aku merasa terkejut hanya saja lebih kepada merutuki semua kebodohanku selama ini yang pada akhirnya menjadi bumerang untuk diriku sendiri.
"Kenapa hah? Apa semua ucapanku benar adanya? Jadi bukankah sudah sangat jelas jika kau harus segera menandatangani semua surat itu!"ucapan kevin terdengar mencemooh
__ADS_1
"Hahaha kau benar, semua yang kau ucapkan benar adanya."tawaku terdengar pilu hingga membuat kevin mengerutkan kening tak mengerti dengan ekspresi yang sangat berlawanan dengan ucapanku yang bernada sangat pilu
"Lantas apa yang membuatmu belum menandatanganinya selama ini dan apa yang membuatmu terlihat sangat kacau?"
"Kau tau kevin, aku memang menginginkan perceraian itu aku selalu menginginkannya. Tapi itu Dulu. DULU kevin."suaraku melunak mengingat keputusan pahit dulu yang akhirnya menyakiti diriku sendiri
"Dulu?"kevin sedikit tak memahami ucapanku
"Yah dulu, karena sekarang aku sama sekali tidak menginginkannya bahkan jika aku memiliki segalanya maka dengan sangat senang hati aku akan membuangnya yang penting Almeera kembali padaku, berada disisiku menjadi istriku selamanya"jawabku lirih
"Apa kau sudah gila?"
"Kau benar aku memang sudah gila, aku gila karena mencintai wanita yang menghancurkan ambisiku selama ini, aku mencintai Almeera fuzieyama istriku sendiri."
Bugh bugh bugh
Aku sama sekali tidak menyadari kevin akan memukuliku bertubi-tubi dan tanpa memberikanku luang untuk melawannya.
"Kau memang gila apa kau tidak menyadari apa yang kau ucapkan hah?"teriak kevin saat menarik kerah kemejaku
"Aku memang sudah gila, aku gila kehilangannya, aku gila karena sangat mencintainya."
Kevin tampak melunak dan menghempaskan tubuhku yang babak belur dengan kasar dan tanpa mengatakan apapun dia keluar ruangan dengan membanting pintu cukup keras.
"Aaarrrrggghhhhhh,"aku menjambak rambutku frustasi karena kevin sama sekali tidak mengatakan apapun tentang keberadaan Almeera saat ini.
__ADS_1
"Apa lagi yang harus kulakukan untuk mendapatkanmu kembali Almeera?"gumamku lirih.