My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
langit biru diluar jendela


__ADS_3

Satu minggu sudah kake meninggalkanku sendiri dan juga untuk pertama kalinya kake tidak menepati janjinya padaku. Entah kenapa saat ini kake sangat sulit dihubungi meski nomornya aktif namun kake sama sekali tidak berniat menjawab semua telpon ataupun pesan yang setiap hari kukirimkan padanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Dan dimana kakak saat ini?"ucapku lirih dengan memandangi semua centang yang telah berubah biru pada pesan yang selalu ku kirimkan


Satu minggu langit cerah menaungi kota kecil nan asri yang kutapaki hampir satu bulan ini sama sekali tidak mampu mencerahkan suasana hatiku yang teramat mendung, satu-satunya tumpuan semangatku saat ini pergi meninggalkanku dalam kesendirian yang entah kenapa akupun tidak mengerti.


"Apa sebenarnya yang telah kulakukan, hingga membuat semua orang pergi?"


Satu minggu aku mencoba dan berusaha untuk tetap kuat meski tanpa kake disekitarku karena aku meyakini kake pasti akan kembali seperti janjinya sesaat sebelum pergi dia akan kembali dalam 2 hari namun nyatanya janjinya hanya tinggal janji karena buktinya satu minggu sudah aku hanya diselimuti sepi dan kesendirian. Aku selalu berusaha mengalihkan rasa sepiku dengan tetap membuka toko kue yang kudirikan disini, namun semua pengalihanku terasa sia-sia karena setiap waktu saat para pembeli tidak berkunjung maka kesendirian yang selalu kurasakan dan sukses membuatku merasa sangat kacau meski mata dan bibir mencoba mengukir senyumnya namun hati tetap tidak bisa untuk sekedar mencoba. Hingga setelah 3 hari kake tak kunjung kembali aku memutuskan untuk menutup tokoku sementara.


"Ayah ... apa ini pelajaran untukku agar tetap kuat dan jangan pernah lari dari kenyataan?"ucapku lirih


🌻🌻🌻


"Apa yang kulakukan benar ayah?"seorang lelaki tampak kian frustasi


"Apa yang harus kulakukan? Aku tidak berani menemuinya bahkan untuk sekedar menyapanya ayah."


"Dia wanita yang sangat kuat dan bijaksana jadi ayah rasa dia akan sangat mengerti jika kau menjelaskannya."lelaki yang dipanggil ayah tampak menasehati anaknya yang kian frustasi


"Tapi ayah, aku bahkan telah melanggar janjiku dengan meninggalkannya sendirian dan sama sekali tanpa memberi kabar apapun padanya."


"Kevin, jika dua insan saling mencintai maka kita tidak memiliki kuasa apapun atas perasaan mereka."


Ya lelaki itu kevin, lelaki yang sudah dianggap seperti kakaknya sendiri oleh Almeera dan tanpa Almeera sendiri tau kevin yang saat ini berada di ibu kota merasakan frustasi teramat sangat karena keputusannya sendiri atas perginya Almeera dari ibu kota.


"Tapi ayah, aku tidak ingin melihat Almeera menangis kembali atas perlakuan azka padanya selama ini."


"Ayah rasa keputusanmu atas Almeera dan tanpa melihat kebahagiaanmu sendiri bahkan lebih menyakiti hatinya."


Kevin tampak diam memahami apa yang diucapkan zack selaku ayahnya.


"Apa kamu pernah menanyakan padanya apa yang sebenarnya membuatnya bahagia?"


"Bukankah kebahagiaannya adalah kebahagiaan azka?"


"Ayah rasa kau salah mengartikan bahagia nona Almeera, kevin."

__ADS_1


Kevin terdiam mencoba mendengarkan ucapan selanjutnya yang akan ayahnya ucapkan.


"Kau sudah berlaku egois menuruti kebahagiaan versimu sendiri kevin."


"Apa sebenarnya maksud ayah?"


"Jika menurutmu kebahagiaan nona Almeera adalah kebahagiaanmu, maka ayah rasa semua itu salah besar kevin. Apa kau tahu kau hanya memberikan kebahagiaan semu untuknya dan semua itu akan sangat menyakiti hatinya."


"Tapi kenapa? Bukankah aku mencoba memberikan kebahagiaan yang tidak dia dapatkan dari suaminya saat ini?"


"Apa kau buta? Kenapa kau tidak melihat ke dalam hatinya dan cobalah kau tatap matanya saat kau berusaha memberikan semua yang tuan azka tidak bisa berikan padanya!"


"Dia selalu mengatakan dia bahagia ayah."


"Tidak kevin, nona Almeera sama sekali tidak bahagia atas apa yang kau berikan padanya, apa kau lupa kau sudah sangat lama mengenalnya dan begitupun sebaliknya jadi dia sangat mengetahui apa dan siapa sebenarnya kebahagiaanmu saat ini."


"Apa maksud ayah aku telah menyakiti hatinya dengan apa yang kuberikan untuknya?"ucapnya lirih


"Sangat jelas kevin karena ayah rasa dia hanya ingin membuatmu bahagia, terlepas dari apa yang dia rasakan setidaknya menurut ayah dia ingin orang yang berharga untuknya bisa menemukan kebahagiaan hatinya. Dan orang itu kau sendiri kevin rivano sudrajat."


"Katakanlah semua pada nona Almeera, karena selama ayah disini ayah melihat dengan jelas bagaimana kacaunya tuan azka karena kehilangan nona Almeera."


"Jadi ayah rasa pergilah dan temui dia, karena meski dia kuat, nona Almeera tetaplah seorang wanita!"


🌻🌻🌻


Langit biru yang cerah hari ini mencoba untuk mencerahkan sang hati yang tak kunjung menemukan tambatannya yang menghilang.


Tok tok tok


"Masuk"ucapku lemah


"Apa berita yang kau bawa hari ini masih sama adam?"dengan posisi yang masih menatap langit cerah aku bertanya pada adam yang saat ini berdiri dibelakangku


"Saya membawa kabar yang sangat baik tuan."


Dengan cepat aku memutar kursi dan menghadap adam yang ucapannya membuatku sedikit berharap.

__ADS_1


"Baiklah, jadi apa berita yang kau anggap baik itu?"


"Anak buah saya berhasil menemukan nona Almeera tuan."


Seketika jawaban adam pagi ini membuat suasana hatiku secerah langit biru diluar jendela.


"Apa kau sudah memastikannya?"aku mencoba setenang mungkin meski hati rasanya jumpalitan merasakan eufora bahagia yang tiada tara


"Saya sudah memastikannya tuan, dan saya sangat yakin jika itu memang nona Almeera."


"Baiklah, berikan alamat pastinya padaku saat ini juga!"


Aku akan segera menemuimu Almeera, aku akan membawamu kembali dan aku berjanji akan memberikan selalu kebahagiaan untukmu.


🌻🌻🌻


Ternyata semua yang kulakukan saat ini tidaklah membuatku merasa bahagia meski itu sedikit aku sama sekali tidak bisa merasakan dan mendapatkannya. Karena kenyataan yang ada aku bahkan membawa serta orang lain dalam penderitaan serta kesedihan yang kubuat sendiri. Aku terlalu naif dan percaya pada kebahagiaan yang harus dicari dan didapatkan namun nyatanya semua itu salah karena tetap saja kita harus memikirkan kebahagiaan yang lainnya meski sebenarnya arti dari kebahagiaan itu sendiri berbeda.


Seharusnya sejak awal aku tidak pernah melakukan semua ini, seharusnya aku tetap pada takdir yang tertulis untukku tanpa harus memaksa semua orang yang berharga untukku ikut dalam permainanku.


"Maafkan aku ayah, maafkan kesalahan anakmu yang membuat semua orang menderita." Ucapku parau dengan mendekap erat bingkai fhoto kedua orangtuaku


"Maafkan aku yang sama sekali tidak bisa menjadi pribadi yang kuat seperti ayah inginkan"


"Maafkan Almeera jika keputusan Almeera sama sekali tidak mencerminkan seorang Fuzieyama ayah."


"Maafkan Almeera jika saat ini sama sekali tidak bisa bijaksana ayah."


Semua terasa amat menyakitkan saat aku menyadari seorang yang selalu berusaha ada untukku menyakiti hatinya sendiri dengan mencoba memberikan semua kebahagiaan hanya untuk seorang Almeera fuzieyama. Aku menangis tersedu di dalam dapur toko kecilku saat ini.


Suara bell pintu toko terbuka mengejutkanku.


"Mohon maaf toko tutup untuk hari."dengan suara bergetar aku mencoba menghapus sisa air mataku.


Karena suara langkah sepatu yang kian mendekat, dengan perlahan aku mencoba melangkahkan kakiku ke depan hanya untuk sekedar mengatakan jika hari ini aku sama sekali tidak membuat apapun di toko.


Namun saat langkahku baru menapaki pintu dapur tubuhku menegang dan tangis yang selama ini selalu kutahan pecah seketika karena pelukan dari seorang yang teramat sangat kurindukan.

__ADS_1


__ADS_2