
Ayah bilang kebahagiaan itu tidak akan datang dengan sendirinya melainkan akan datang setelah kita berusaha.
Jika aku tidak bisa menghindari azka maka akan kubuat azka tidak akan pernah pergi dariku.
Rasanya pagi ini aku memupuk kembali semangat yang setelah 3 hari yang lalu menghilang terhempas atas penolakan azka aku mulai kembali bersemangat dan menjadi diriku sendiri karena memang sejak awal aku terlahir menjadi seorang almeera seorang wanita yang harus selalu kuat dan berusaha apapun dan bagaimanapun rintangan yang berada didepanku teruntuk azka sekalipun.
"Baiklah mari kita mulai misi baru hari ini"gumamku riang
Seperti biasa setiap pagi aku kembali membuatkan sarapan untukku dan azka
"Kau pulang ke rumah Al?"
Begitulah pertanyaan azka mengawali hariku
"Kemana lagi memangnya,bukankah rumahku disini azka"aku menjawab pertanyaan azka saat aku masih bolak balik menyiapkan sarapan seraya terkekeh
"Kukira kau akan menghilang seperti kemarin Al"
"Tidak akan lagi aku tidak akan lagi menghilang dari pandanganmu azka"
Dapat kulihat sepersekian detik azka mengulum senyumnya.
"Ah indahnya pagi ini"batinku
"Apa hari ini kamu ke kantor lagi Al?"azka bertanya di sela sarapan kami
"Menurutmu bagaimana baiknya?"
"Terserah padamu Al karena kita tidak bisa berdiam diri menunggu gerakan dari paman ardhan bukan?"
"Hmm benar juga,jadi kurasa setiap hari aku akan selalu ada di dekatmu azka?"
"Ah untuk sekedar menentukan langkah selanjutnya,bukankah lebih baik aku selalu di dekatmu kan azka?" Belum sempat azka menjawab pertanyaanku dengan cepat aku kembali menimpali ucapanku
"Hahaha kurasa hari ini akan sangat lancar Al"azka kembali tertawa seperti biasanya
Indahnya pemandangan pagi ini
"Aku akan menyiapkan sekalian bekal untuk makan siang kita nanti azka karena kurasa lebih menghemat waktu bukan"
"Baiklah Al aku tunggu di mobil"
Dengan sangat semangat aku menyiapkan satu demi satu perlengkapan makan siang kami nanti,rasanya aku tidak ingin hari ini cepat berlalu.
"Hah betapa bahagianya jika setiap hari seperti ini"gumamku
__ADS_1
"Apa harus secantik itu hanya untuk ke kantor Al?"pertanyaan azka saat aku hendak memasuki mobil
"Bukankah setiap hari aku selalu berdandan seperti ini?"
"Kurasa lipstickmu berlebihan Al"dengan cepat azka membersihkan bibirku menggunakan tissue
"Ahahah begitukah"jawabku kaku
"Ekhem kurasa jadi diri sendiri lebih baik Al dan tidak oerlu terlalu berlebihan"
Dapat kutangkap nada bicara azka seperti mencoba meredakan kegugupannya sendiri.
Situasi jalanan pagi ini memang tidak sepadat biasanya maka dari itu waktu yang ditempuh dari rumah menuju kantor hanya memerlukan waktu 20 menit saja.
Kami berjalan berdampingan dan dengan candaan ringan yang saling kami lontarkan satu sama lain layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai.meskipun pada kenyataannya hanya aku yang mencintai azka.
"Kau cantik sekali hari ini Al"suara kak kevin tiba-tiba mengejutkan kami berdua
"Hahah terima kasih kak aku merasa tersanjung"
"Selamat pagi tuan azka kenalkan saya kevin pengacara dari fuzieyama group"kak kevin memperkenalkan dirinya kepada azka
"Azka" dengan situasi yang tiba-tiba saja dirasa mencekam azka menerima uluran tangan kak kevin dengan sedikit kasar kurasa
"Ah ini makan siang kita kak kebetulan aku bawa agak banyak jadi nanti kakak ikut makan bareng kita aja y kan azka"
"Kurasa dia sangat sibuk Al jadi kita tidak bisa mengganggunya"
"Benarkah kakak hari ini sibuk?"
"Hahaha tak apa Al kapan-kapan kakak makan denganmu"kak kevin menjawab dengan mengacak ngacak rambutku dan berlalu pergi
Dengan tanpa menungguku azka sudah lebih dulu menaiki lift yang dikhususkan untu pemilik perusahaan dan dengan tangan yang membawa banyak kantong makanan aku berlari layaknya pembantu yang ditinggal majikannya.
"Hah hah hah kenapa jalnnya harus secepat itu,aku jadi harus berlari untuk mengejarmu"
"Jadi kamu memang sengaja berdandan cantik hanya karena ada dia?"
"Hah kamu mengatakan sesuatu?"aku tidak terlalu mendengar perkataan azka karena aku masih berusaha menormalkan nafasku yang hampir habis hanya untuk mengejar seorang azka pagi ini
"Tidak"
"Apaan sih azka masih pagi saja sikapnya sudah berubah rubah seperti itu memangnya dia bunglon apa"batinku
Tiba di ruangan azka aku hanya duduk manis dan memantau setiap kinerja azka yang memang menurutku bisa dengan cepat mengalahkan paman ardhan.
__ADS_1
Tok tok tok
Suara ketukan pintu mengejutkan kami
Dengan tergesa aku membuka pintu dan tampaklah disana seorang yang sangat aku kenali.
"Hai Al maaf hari ini aku mengantarkan seorang yang kurasa kau sudah tau"
"Kemana paman zack qo kakak yang mengantarkan paman ardhan kemari?"
"Kurasa beliau sangat sibuk jadi tidak ada salahnya jika aku hanya mengantarkan tamu ke ruangan ini"
"Cepat bawa tamunya masuk Al bukankah sangat tidak baik membuat tamu menunggu diluar terlalu lama"itu azka yang dengan otoriternya menjawab kak kevin
Dengan seraya tersenyum penuh sesal aku berterima kasih kepada kak kevin dan dengan sengajanya kak kevin menjawil hidungku seraya mengatakan "kurasa tidak akan lama lagi Al"
Aku sama sekali tidak mengerti maksud dari kata-kata kak kevin ditambah lagi aku memikirkan sikap azka yang selaku berubah menakutkan setiap dihadapkan dengan kak kevin.
"Jadi pak ardhan ada perihal penting apa yang membawa pak ardhan kemari?"azka bertanya dengan datar ke paman ardhan
"Saya hanya ingin memberi sambutan khusus kepada pemimpin baru disini"
"Terima kasih sebelumnya saya sangat tersanjung tapi saya rasa akan lebih baik jika anda datang diluar jam bekerja seperti saat ini karena saya tidak ingin mengecewakan pemilik perusahaan yang ada di samping saya dengan mengabaikan pekerjaan saya saat ini"
"Anda memang benar-benar luar biasa tuan azka saya rasa nona almeera tidak aka sembarangan memilih orang untuk memimpin perusahaan"paman mulai gusar menjawab ucapan azka
"Saya rasa anda cukup pintar jika hanya untuk menilai saya pak ardhan"jawaban azka yang tenang dan kuyakini bisa mengalahkan paman ardhan telak
"Anda memang seperti rumor yang diberitakan tuan azka seorang lelaki yang penuh ambisi dan bijaksana jadi tidak diragukan lagi kenapa nona almeera sampai menunjuk anda sebagai pemimpin baru disini"
"Saya anggap itu sebagai pujian dan terima kasih"masih dengan ketenangan yang azka tampakan
"Baiklan saya rasa anda sedang sangat sibuk jadi akan lebih baik jika saya kembali permisi"dengan tergesa paman ardhan meninggalkan ruangan
Aku tidak percaya azka bisa membuat paman ardhan kekuar ruangan dengan secepat itu
"Kenapa kamu tersenyum seperti itu Al?"
"Hah tidak aku hanya sedang merasa lebih baik karena pilihanku menjadikanmu pemimpin disini adalah benar"
"Aku tidak akan mengecewakanmu Al jadi serahkan semuanya padaku"azka tampak tersenyum penuh arti saat mengatakannya
"Terima kasih banyak untuk semuanya sampai saat ini azka"masih dengan senyum terbaik yang kutunjukkan untuk seorang azka
Berada dalam satu ruangan bersama azka rasanya membuatku sangat nyaman karena azka mulai membuka diri dan memperlihatkan ekspresinya yang lain kepadaku dan kuanggap itu sebagai awal yang baik untukku.
__ADS_1