My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 26


__ADS_3

Saat tidak menemukan azka di rumah ini pemikiran negatif mulai bermunculan silih berganti dan tentu saja itu sangat melemahkan pertahanan yg sejàk tadi coba aku bangun.


"Jangan menunggunya Al meskipun azka memang suamimu tapi kamu harus ingat hati azka tetap milik rania"aku terus mencoba menguatkan diriku mengusir semua pemikiran negatif yang berdampak sangat buruk pada hatiku


Dengan langkah melemah aku memasuki satu ruangan yang aku khususkan dengan semua barang peninggalan ayah dan ibu, di dalam ruangan ini ada sebuah piano berwarna putih gading dan satu biola berwarna senada yang dikelilingi beberapa fhoto kebersamaanku dengan ayah dan ibuku yang menempel indah di setiap dinding ruangan entah kenapa setiap memasuki ruangan ini aku merasa ayah dan ibu selalu ada disampingku menguatkanku.


Aku berjalan mengitari setiap sudut ruangan dengan sesekali aku menekan tuts piano saat aku melewatinya. setiap aku memainkan piano ataupun biola di ruangan ini aku merasa ayah dan ibu disampingku selalu memberikanku senyuman hangat mereka semangat mereka yang tak pernah kulihat dan kudapatkan lagi saat aku di luar.


Aku mulai memainkan lagu dari da-ice berjudul boku no kiseki karena aku berharap ada satu keajaiban yang bisa membuatku mewujudkan keinginan ayah dengan cepat tanpa ada pihak yang tersakiti kedepannya.

__ADS_1


"Ayah apakah akan ada keajaiban meskipun sedikit untukku"batinku


Aku memainkan piano dengan fikiran yang selalu tertuju pada ayah dan ibu karena hanya disinilah aku bisa merasakan ayah dan ibu mengelus dan menyentuh puncak kepalaku seperti waktu aku kecil ayah dan ibu akan sangat bahagia melihatku bisa menyelesaikan satu lagu dalam sekali permainan pianoku.


"Ibu lihat aku selalu bisa memainkannya sampai not terakhir dan ayah lihatlah gadis kecilmu ini selalu bisa menyelesaikan satu lagu dalam sekali memainkan piano dan janji ayah untuk selalu memberiku hadiah aku menginginkannya sekarang ayah"


"Aku ingin keajaiban disini ayah aku ingin semuanya berjalan seperti semestinya ayah"


Aku menangis tergugu setidaknya untuk hari ini saja biarkan aku menangis aku hanya ingin kembali menjadi gadis kecil ayah dan ibu aku hanya ingin kembali merasakan semua kasih sayang ayah dan ibu untukku di rumah ini setidaknya hanya di ruangan ini aku ingin menjadi diriku sendiri menunjukkan diriku sendiri yang memang tidak sekuat seperti yang terlihat.

__ADS_1


Tuts demi tuts aku tekan menghasilkan nada yang memilukan karena menurutku setiap permainan piano adalah isi dari hati seorang pianis itu sendiri maka dari itu tak elak setiap aku bermain piano maka semua orang yang mendengarnya akan selalu mengerti apa yang kurasakan.


Ayah sempat mengatakan jika aku bersedih maka jangan pernah bermain piano karena itu sama sekali tidak mencerminkan seorang almeera fuzieyama padahal pada dasarnya aku hanya seorang wanita yang sangat rapuh seorang wanita yang pada akhirnya memerlukan sandaran dan tidak bisa berdiri sendiri.


"Apa yang harus kulakukan tentang azka dan perasaannya,aku hanya ingin melihatnya bahagia ayah aku ingin melihat lelaki yang sangat aku cintai bisa menemukan kebahagiannya meskipun bukan denganku sekalipun ayah"batinku terus berteriak


Apalagi yang harus kulakukan untuk menjaga azka menjaga semua perasaan tulus azka apakah aku benar benar harus dibenci olehnya kurasa aku tidak akan pernah sanggup untuk itu buktinya kian hari perasaanku semakin menuntut atas azka.


Pada siapa aku harus menyalahkan semua ini kepada siapa aku harus meminta tanggung jawab atas perasaanku sendiri haruskah. Bukankah perasaan tidak bisa disalahkan karena pada dasarnya kelemahan dan keegoisanku sendirilah yang harusnya disalahkan.

__ADS_1


Apa mencintaimu adalah pilihan yang tuhan berikan untuk mewujudkan keinginan ayah dan melindungimu? jika memang iya maka sesakit apapun aku mencintaimu maka aku akan tetap sangat mencintaimu azka. Karena hanya dengan cara ini aku bisa melindungi keduanya meskipun kesakitan yang selalu aku dapatkan pada akhirnya maka aku akan melindungi azka dengan menyakiti diriku sendiri.


__ADS_2