
Awalnya kukira rencana hidupku memang hanya dengan rania dan untuk rania tapi ternyata tuhan seakan tidak mengizinkanku untuk menikahi rania dalam waktu dekat ini.
Satu hari seperti biasanya kujalani keseharianku di cafe A&R dan sampai detik ini semua berjalan terkendali seperti biasanya,namun tidak dengan 1 menit kemudian dari dalam ruangan aku dapat mendengar adanya keributan diluar.
Semakin kubiarkan keributan semakin jelas terdengar ditambah kudengar sayup pelanggan yang meminta ingin menemuiku sesaat setelah kudengar adanya pecahan kaca yang sangat membuatku tidak lagi bisa duduk dengan tenang.
Betapa terkejutnya sesaat ku keluar ruangan yang kudapati ruangan cafe yang sangat berantakan.
Bagaimana tidak meja dan kursi yang tidak serapi sebelumnya ditambah piring dan gelas pecah berserakan diatas lantai dan bercampur serta dengan makanan yang disediakan cafe.
Dapat kusimpulkan seorang pelanggan lelaki menerima pelayanan yang kurang menyenangkan kurasa karena disana aku lihat seorang pramusaji perempuan yang seingatku baru beberapa hari ini mulai bergabung dengan cafe A&R menumpahkan minuman dikemeja seorang lelaki.
Dengan menahan segala amarah kucoba mendekati dan bertanya apa yang membuatnya sampai membuat keributan seperti ini di cafeku.
Aku tidak terkejut dengan jawaban yang diberikan lelaki tersebut karena tanpa perlu ditanyapun semua orang akan segera tau kesalahan ini terletak dimana.
Dengan penuh penyesalan aku mencoba meminta maaf atas pelayanan kami yang memang kurang baik kepadanya.
Bukannya jawaban yang seharusnya ingin kudengar lelaki itu tetap bersikukuh menyalahkan pelayanan dan kecerobohanku kurasa sebagai pemilik cafe yang sangat tidak becus hanya untuk memilih seperti apa orang yang berpotensi bisa melakukan yang terbaik untuk cafeku.ditambah kata-kata terakhirnya yang semakin menyudutkan kami,betapa tidak dia memintaku memecat pegawaiku saat itu juga di depan umum.dan dia mengatakan akan membuat sedikit demi sedikit pelanggan cafe tidak mendatangi cafe A&R lagi.
Sesaat aku tidak terlalu mengindahkan permintaannya tapi jika dilihat lagi dengan kinerja pramusajiku yang baru itu memang sangat jauh dari sempurna karena selama kurang dari seminggu ini dia bekerja sudah 2 kali melakukan hal yang sama tapi entah mungkin aku terlalu banyak yang difikirkan sehingga dengan tanpa pertimbangan ulang aku menerimanya menjadi salah satu pegawaiku.
Akhirnya dengan semua pertimbanganku aku memecat pegawai baru itu di depan umum dan kembali memohon maaf atas ketidaknyamanan yang kami berikan.
Aku tidak terlalu mengindahkan kata-kata terakhirnya karena aku meyakini itu hanya omong kosong semata.
__ADS_1
Tapi tidak setelah 2 minggu berselang sejak kejadian itu aku serasa ditarik kepada kenyataan dan takdir tuhan yang selalu diluar perencanaanku selama ini,dapat kulihat dari hari kehari pelanggan yang datang semakin sedikit yang berujung kepada pengurangan jumlah karyawan di cafe.
Selama 2 minggu kemudian aku selalu berusaha mempertahankan cafe dengan sisa karyawan yang ada tapi semua tidak membuahkan hasil buktinya tepat 1 bulan setelah kejadian itu sama sekali tidak ada pelanggan yang datang ke cafe,tapi mungkin tidak dengan 1 orang wanita yang kulihat sangat berkelas yang selalu setiap hari sampai detik hari terakhir cafe ini buka dia selalu datang dan selalu memesan 1 cangkir vanilla latte.
Entah kenapa setiap melihatnya duduk dan menikmati 1 cangkir vanilla latte di cafe ini selalu banyak pertanyaan ringan yang ingin kutanyakan padanya.dan dengan berbasa basi aku mengajaknya berbicara dihari terakhir cafe A&R berstatus buka.
Dari 1 pernyataanku tentang tutupnya cafe ini akhirnya berlanjut kepada tawaran gila yang wanita itu lontarkan.
Aku memang lelaki penuh ambisi tapi tidak jika caranya sangat tidak masuk akal
bukankah akan banyak sekali jalan yang bisa kuambil setelahnya karena walau bagaimanapun pernikahan hanya akan aku jalani sekali seumur hidup dengan wanita yang kucintai dan dia adalah rania.
Untuk beberapa saat pikiranku tetap sama permintaan wanita itu sangat konyol dan tidak masuk akal,tapi ternyata ambisiku mengalahkan akal sehatku buktinya aku menerima tawarannya.
Bukan tanpa alasan karena jika kulihat keuntungan yang kudapatkan melebihi apa yang kupikirkan.hanya dengan menyetujuinya aku bisa mempersingkat waktu 2 tahunku untuk membangun ulang cafe dan dengan cepat pula aku bisa memenuhi ambisi dan keinginanku menikahi rania.
Sebelum aku benar-benar menyetujuinya aku mengajukan banding dengan permintaan hanya 3 point yang kurasa tidak akan merugikan kami berdua.
Aku hanya memintanya
1.tidak ada konta fisik dan tidur terpisah setelah menikah
2.tidak mencampuri urusan masing-masing pihak
3.perjanjian pernikahan berakhir setelah keduanya mencapai tujuan perjanjian.
__ADS_1
Begitulah permintaanku yang menurutku tidak sama sekali memberatkan keduanya.
Sampai dengan sangat tidak terduganya dia mengajukan permintaan pernikahan 10 hari setelah perjanjian dibuat,aku sangat terkejut dengan keberanian wanita itu miliki dan entah dorongan dari mana aku menyetujuinya tanpa berniat membantah.
Alhirnya setelah 10 hari itu statusku berubah menjadi suami dari seorang Almeera Fuzieyama,menurutku dia hanya sworang wanita kaya yang dengan kekuasaannya dia bisa dengan mudah mempermainkan keadaan meskipun dia cantik,putih,manis serta sangat mungil tapi tidak sama sekali berefek untuk hatiku.
Saat statusku berubah maka tempat tinggalkupun juga berubah dari cafe berpindah ke kediaman fuzieyama.
Dan disinilah aku di rumah mewah nan dingin fuzieyama.seminggu pasca menikah aku belum kembali membangun cafe meskipun semua dana dan perbantuan sudah disiapkan seorang Almeera tapi aku masih belum menerimanya karena sampai saat ini aku masih belum percaya dengan keputusan yang kuambil apakah ini benar atau tidak aku sama sekali tidak memikirkannya lagi saat itu.
Satu hari itu Aku hanya berkeliling di sekitaran rumah kediaman fuzieyama yang setiap harinya hanya para pelayan yang kulihat berlalu lalang di rumah ini aku terus berjalan menyusuri setiap ruangan sampai aku berhenti di satu ruangan yang sedikit terbuka karena kurasa selesai dibersihkan dan disana aku dapat melihat ada sebuah piano dan biola berwarna putih gading yang akan tampak sangat elegan jika sesorang memainkannya.
Tanpa berfikir yang lain aku terus mengelilingi dan sekedar melihat lihat apa saja yang ada di dalam rumah mewah nan dingin ini.
Sampai di dalam satu ruangan yang ketika kubuka disana banyak sekali fhoto fhoto yang dipajang sangat rapi dapat kulihat banyak sekali album fhoto yang tersimpan disana,tanpa perlu diminta kakiku melangkah dengan sendirinya memasuki ruangan itu dan mengambil 1 buah album fhoto yang ada disana.
Aku membuka lembar demi lembar fhoto yang ada disana dapat kulihat semua fhoto yang ada disana menampakkan keluarga yang sangat harmonis dan penuh kehangatan karena meskipun di dalam fhoto kulihat tawa keluarga ini sama sekali tidak ada kebohongan.
Pandamganku berhenti pada satu fhoto seorang gadis berumur 8 tahun tampak tersenyum manis disamping piano yang tak lama tadi kulihat.
Entah kenapa melihat senyum gadis yang ada di dalam fhoto rasanya aku sangat ingin melindunginya dan entah dorongan dari mana tanpa memikirkan apapun aku mengambil fhoto itu dan menyimpannya untukku.
Hari demi hari yang kujalani bersama dengan seorang Almeera rasanya mulai menyenangkan kurasa dia bukan wanita yang angkuh dan sombong seperti keluarga konglomerat kebanyakan,buktinya aku selalu melihatnya menyiapkan sarapan meskipun dengan sangat tidak memikirkan perasaannya aku sama sekali tidak pernah mencobanya barang sedikitpun.
Entah karena saat itu perasaan dan suasana hatiku sedang bagus atau memang dorongan hati kecilku rasanya aku berniat untuk mencairkan suasana antara aku dan almeera dengan keberanian yang kumiliki aku mulai bersikap ramah kepadanya aku mulai mengakrabkan diri dengannya meskipun jauh sebelum ini Almeera sudah lebih dulu mencobanya.
__ADS_1
Karena kurasa Almeera wanita yang sangat baik dan juga rapuh seperti yang ada di dalam fhoto yang kusimpan tempo hari.