
Rasanya hari ini aku semakin bersemangat menjalani misi pendekatan dengan azka karena aku meyakini usaha tidak akan pernah menghianati hasil.
Seperti biasa kami tidak pernah melewatkan sarapan dan selalu diselingi dengan obrolan-obrolan ringan yang membuatku merasa nyaman.
"Oh ya Al kurasa mulai hari ini kamu tidak perlu mengikutiku ke kantor"
Aku terkejut bukan main dengan perkataan azka kenapa disaat hanya itu satu-satunya cara agar aku selalu ada di sekitar azka dengan santainya dia mengatakan agar aku tidak mengikutinya lagi ke kantor.
"Memangnya ada apa azka bukankah biasanya aku selalu ke kantor?"tanya berusaha menahan diri
"Apa kamu mempercayaiku Al?"bukan jawaban yang azka berikan malah kembali bertanya
"Jelas Aku mempercayaimu sejak awal azka maka dari itu aku memilihmu"
"Kalo begitu serahkan urusan perusahaan padaku dan kau duduk manislah di rumah dan tunggu aku pulang layaknya seorang istri pada umumnya"
Aku tidak percaya dengan kata-kata terakhir yang azka ucapkan,dia menganggapku istrinya kan ya kan tidak mungkin aku salah mendengarnya.
"Aku berangkat Al"dengan bergegas azka berdiri dan meninggalkanku yang masih termenung mengartikan perkataan azka pagi ini.
"Hah baiklah semoga hari ini berjalan lancar azka"dengan memberanikan diri aku mencium tangan azka pagi ini.
Entah rasanya seperti ada beribu kuou-kupu berterbangan dalam diriku yang terasa menggelitik,apa bisa kuartikan azka memberikan lampu hijau untukku saat ini.
Dering telpon mengejutkan pagiku hari ini
"Ya paman apa ada masalah?"
Aku begitu terkejut mendapati kabar yang paman zack berikan dari sebrang sana. Betapa tidak menurut kabar yang kudapat dari paman hari ini rania datang mengunjungi azka di kantor.
"Hahaha kau terlalu naif Al kau terlalu gampang percaya dengan perkataan azka bukankah memang tidak aneh jika rania mengetahui posisi dan jabatan azka saat ini"aku tertawa miris menyadari kenyataan pahit.
Sebenarnya pesta yang diadakan untuk menyambut azka sebagai pimpinan baru di fuzieyama group diliput secara live oleh berbagai statiun televisi swasta maupun luar negri maka bukanlah hal yang aneh jika rania sampai mengetahui siapa azka saat ini.
"Baiklah mari kita lihat apa yg akan rania lakukan jika dia tau siapa seorang Almeera sebenarnya"
Dengan segala pertimbangan akhirnya aku memutuskan berkunjung ke kantor untuk sekedar membawa makan siang tak lupa pula aku menyiapkan untuk kakakku tercinta kevin.
"Apa ini tidak terlalu pagi jika aku datang ke kantor jam 10 seperti sekarang?"gumamku gelisah
Akhirnya apapun yang akan terjadi nanti aku memutuskan untuk datang ke kantor hari ini.
Sesaat aku tiba di lobby kantor tanpa sengaja aku melihat paman ardhan sedang berbincang dengan seseorang yang kukenali.
"Kenapa paman ardhan dan rania bisa saling mengobrol seperti itu?"
__ADS_1
Tanpa terlalu memperhatikan aku kembali bergegas menuju ruangan azka sampai kakiku hendak menuju lift dengan tanpa sengaja aku menabrak seseorang dan kuyakini itu kakak kevin.
"Ya ampun Al kalo jalan itu ya liat kedepan jangn cuma liatin lantai aja"kak kevin menangkapku yang memang hampir terjatuh dan tak lupa kekehan jailnya yang ditujukan atas kecerobohanku.
"Kakak aja yang sengaja mau nabrak aku,harusnya y kak klo udah liat orang yang jalannya nunduk itu kakak yang mengalah ambil jalan yang lain bukannya dilanjutin ampe nabrak"jawabku sambil mengerucutkan bibirku
"Hahaha dasar kamu ini,tumben datang siang biasanya kand suka bareng azka sampe kamu percis bodyguardnya azka Al"
"Ya ampun ih kak kevin ini ya kebangetan masa cewek cantik gini dikatain bodyguardnya azka"aku memukul tangan kak kevin saking gemesnya. Entah kenapa kak kevin ini selalu saja ada bahan ejekan yang ditujukan untukku yang keluar dari mulutnya
"Ya habis tiap detik kamu ngekorin azka terus kakak sampe gx habis pikir ini yang pemilik perusahaan siapa yang kerja siapa"masih dengan tawa jailnya kak kevin tak habis meledekku
"Hah semerdekanya kakak aja deh"jawabku sambil lalu
"Eh tunggu Al itu kamu bawa apa sampe tangan kiri sama kananmu penuh gitu"
"Oh ini aku bawa makan siang kak sekalian nanti kakak ikut y buat makan siang"
"Oh kesini cuma buat makan siang,kirain karena tau ada dia datang kemari"
"Yah sebenarnya itu tujuan utamaku datang ke kantor,hanya ingin memastikan"jawabku sendu
"Ya sudah kakak antar ke ruangan direktur bagaimana siapa tau langsung makan siang soalnya cacing di perut kakak mulai demo"
Kakak kevin memang memiliki pribadi yang hangat maka dari itu siapapun orangnya maka akan selalu nyaman jika berada disamping kak kevin.
Akhirnya dengan ditemani obrolan dan ledekan ringan yang kak kevin lontarkan untukku tanpa terasa kita sudah sampai di depan pintu sang direktur.aku sampai heran kemana perginya sekretaris azka hari ini biasanya dia selalu stay centil aja di mejanya tapi hari ini rasanya dia tidak terlihat ditempat.
Sesaat aku merasa heran dengan keadaan pintu ruangan yang memang sudah terbuka sedikit hingga dengan jelasnya aku dan kak kevin dapat melihat apa yang terjadi di dalam sana. Aku mematung di tempatku berdiri rasanya kakiku melemas seperti jelly jika saja kak kevin tidak memegangiku maka dapat kupastikan aku sudah terjatuh sejak tadi.
"Its ok Al,apa kamu mau terus masuk atau kembali?"
Entah bagaimana caranya rania sudah ada di dalam ruangan azka padahal tadi aku masih melihatnya di lobby.
"Hah aku akan masuk kak tapi kakak temani aku y"
"As you wish princess"
Kak kevin memang selalu melindungiku dia sudah seperti kakak kandung bagiku.
Tok tok tok
Akhirnya kak kevin yang mengetuk pintu dan mengintrupsi dua orang yang sedang berciuman di dalam sana. Yah jika kalian bertanya apa yang azka dan rania lakukan dan yah jawabannya mereka sedang berciuman mesra di dalam ruangan.
__ADS_1
Dapat kulihat dari sedikit celah pintu yang terbuka tampak dengan gelagapan keduanya mengontrol diri mereka masing-masing dan mencoba bersikap seperti biasanya.
"Hai selamat pagi menjelang siang tuan azka saya hanya mengantar princess saya nona almeera ke ruangan ini dan betapa beruntungnya saya diundang untuk makan siang bersamanya siang ini disini di ruangan anda tuan azka"dengan senyum ramah seperti biasanya kak kevin dengan lancarnya mengucapkan semua itu kepada azka.
Dapat kulihat rania sama sekali tidak berkedip menatap kak kevin.
"Huh ayolah azka apa kamu tidak bisa melihat itu,dengan santainya rania memandang kak kevin dengan tatapan kagum dan seperti hendak menerkamnya tepat di depanmu azka"batinku mendengus sebal.
"Al kenapa kamu datang ke kantor"
"aku hanya ingin mengajakmu makan siang bersama oh dan tentu saja teruntuk rania juga" aku mencoba menekan segala kekesalanku melihat wanita ular ini di ruanganku ralat ruangan azka untuk saat ini.
"Aku bantu siapkan Al"kak kevin mencoba menghiburku dengan kehadirannya
"Kakak memang yang terbaik,baiklah semuanya aku memang sengaja membawakan makan siang banyak karena tadinya aku berniat mengajak kak kevin makan siang bersama dan dengan sangat beruntungnya aku bisa bertemu rania disini jadi kurasa akan sangat enak jika makan siang ini kita habiskan berempat"
"Ah ya kakak kamu duduk di dekatku saja ya karena kurasa kakak tidak ingin menganggu keduanya bukan"aku memang sengaja berkata seperti itu hanya untuk menghindarkan kak kevin dari jeratan wanita ular."huh enak saja azka sudah di dapat sekarang mau menjerat yang baru,yang lain sih boleh saja tapi tidak dengan kak kevin"batinku mendumal
"Baiklah Al dasar kamu ini memang tidak pernah bisa jauh dari kakak y"kak kevin menyentuh puncak kepalaku sambil terkekeh lucu
Dan untuk kesekian kalinya dapat kukihat rania menatap kak kevin tanpa berkedip.
"Sepertinya kalian seakrab itu"dengan datar dan ekspresi yang sama sekali tidak bisa kuartikan azka mengucapkan kata-kata pertamanya sejak tadi.
"Apa sangat begitu terlihat tuan azka?"kak kevin menjawab masih dengan senyum ramahnya
"Al apa yang kamu bawa hari ini"dengan tanpa berniat menjawab pertanyaan kak kevin azka meraih kantong yng kubawa di tanganku.
"Ah hanya makanan rumahan azka karena aku hanya menemukan ini tadi di dalam kulkas"dengan cepat aku mulai mengeluarkan satu persatu tempat makan yang kubawa.
"Wah ini makanan kesukaan kakak Al kamu memang princess kakak deh"kak kevin dengan mata berbinar mengambil piring dan mengisi dengan rendang buatanku yang memang kesukaannya.
"Hah y aku memang sengaja memasak ini buat kakak"aku dengan cepat menarik pring dari tangan kak kevin serta dengan luwes aku mengambilkan lauk serta nasinya ke piring kak kevin dan semua tak lepas dari tatapan rania yang sejak tadi sudah uring uringan tidak jelas melihat keakraban kak kevin denganku serta tak luput pula tatapan azka yang terlihat sangat tajam dan mengerikan melihat kami.
Rania sempat menawarkan untuk mengambilkan makanan untuk azka tapi dengan tanpa perduli azka menolak rania telak dan dia mengambil semua makanannya sendiri.
"Masakanmu memang selalu yang terbaik Al"kak kevin berujar dan memuji masakanku selalu.
"Kalo kakak memang doyan makan makanya apapun yang kumasak pasti selalu kakak habiskan dan memujiku"
"Bukankah kita sama-sama doyan makan Al memangnya kamu gak ingat waktu itu uang bekal kakak selama seminggu habis karena dengan bodohnya kakak mentraktirmu makan dan dengan sangat santainya kamu memesan 3 porsi dari 4 macam makanan"
"Sssttt kakak ih jangan buka aib gitu napa malu kan"jawabku berbisik dan mencubit pinggang kak kevin
Kami larut dalam obrolan kami berdua dan tanpa melupakan azka serta rania tentunya karena aku tau kak kevin memang sengaja bersikap seperti itu untuk membuat rania mundur teratur karena setauku kak kevin tidak pernah mau repot mengurusi wanita ular dan haus belaian seperti rania.
__ADS_1