My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 28


__ADS_3

Azka sepakat untuk mempercepat rencana kami memasukan kembali pak hendra dibawah kepemimpinan paman ardhan.


Flaschback on


"Al kurasa kita harus mencoba kembali memberikan jabatan kepala keuangan kepada pak hendra yang berada dibawah pimpinan paman ardhan"


"Kenapa harus seperti itu,bukankah akan sangat tidak mungkin memasukan kembali pak hendra ke dalam perusahaan sedangkan dia sudah dikeluarkan secara tidak hormat"


"Kurasa tidak ada yang tidak mungkin bagimu Al"


"Kau memang benar azka tapi apa alasannya? Bukankah akan lebih bagus merekrut pegawai baru dan memasukannya dibawah pimpinan paman ardhan"


"Kurasa kau tidak mengerti cara yang kumaksudkan Al,bukankah akan sangat lebih efisien dalam segala hal melihat pak hendra sudah sangat ahli dan hafal seluk beluk perusahaan di bandung begitupun dnegan sistem it yang menurut laporan memang dimanipulasi"


"Kau memang benar tapi alasan apa yang harus kugunakan nanti jika memang harus memasukkan kembali pak hendra dibawah pimpinan paman ardhan?"


"Banyak cara yang bisa kamu lakukan Al?"azka menyeringai


"Kau memang Selalu penuh ambisi azka"


Flashback off


Begitulah akhirnya kami sepakat mempercepat pergerakan kami karena menurut informasi kak kevin tempo hari paman ardhan akan bergerak cepat dan tentu saja pasti paman ardhan memiliki informasi yang akan menjatuhkanku.


Sebenarnya aku mengerti apa yang azka maksudkan dari pembicaraan kami tempo hari. Dia memang ingin sekali mempercepat pergerakan kami karena azka ingin melihat paman ardhan jatuh dan turun dari jabatannya karena azka tidak terlalu menyukai orang yang serakah.


Dan begitulah meeting aku dan azka pagi ini kami hanya menyiapkan semua rencana kami dengan matang sehingga besok dapat dipastikan aku sendiri yang mengantarkan pak hendra ke perusahaan properti yang berada di bandung.


"Baiklah besok aku berangkat ditemani kak kevin"akhirnya dengan berbagai keputusan hanya kak kevinlah yang bisa mengantarku


"Oh ya Al mama bilang hari ini dia akan berkunjung"azka sama sekali tidak berniat menanggapi ucapanku entah kenapa selalu seperti itu setiap pembicaraan kami menyangkut kak kevin.


"Baiklah azka aku sangat senang mama akan datang berkunjung"


"Ya dan menginap kurasa"

__ADS_1


"Tunggu... apa?"


Aku cukup terkejut dengan perkataan terakhir azka bagaimana mungkin mama menginap sedangkan kami tidur dikamar terpisah.


"Kenapa kau terlihat terkejut Al?"


"Bagaimana tidak terkejut bukankah kita tidur terpisah dan malam ini mama akan menginap bagaimana jika mama curiga dan mengetahui semuanya azka"


Aku cukup panik dengan satu masalah baru ini entahlah pikiranku terlalu buntu aku sama sekali tidak bisa mencari solusi dan jalan keluar saat ini.


"Bukankah itu masalah sepele Al, kita tinggal satu kamar dan masalah selesai"


"Apa... begitukah,baiklah" aku menjawab azka dengan kegugupan yang kentara


"Kenapa kau gugup bukankah tidak masalah untuk sepasang suami istri tidur dalam satu kamar bahkan satu ranjang atau melakukan hal yang lebih karena kita sudah halal Al"


Aku cukup terkejut dengan apa yang azka ucapkan karena aku sangat tidak percaya azka yang selama ini ku kenal ternyata bisa juga bergurau seperti itu.


"Terserahmu azka"aku bergegas keluar ruangan azka karena rasanya pipiku mulai memanas dan dapat kupastikan sudah semerah tomat karena mengingat perkataan terakhir azka.


"huh dasar menyebalkan memangnya aku ini dia apa yang bisa sesantai itu mengatakan untuk satu kamar"aku mendumal kesal.


Akhirnya aku memutuskan untuk kembali kerumah karena aku harus memikirkan apakah ada cara selain tidur satu kamar dengan azka rasanya jantungku tidak akan baik-baik saja jika harus satu kamar dengannya, satu rumah saja sudah tidak karuan apalagi satu kamar rasanya semalaman aku tidak akan bisa tidur.


Aku mondar mandir kebingungan di dalam kamarĀ  sampai saat ada dering ponsel pertanda pesan masuk dan seketika pipiku memanas kembali setelah membaca pesan singkat yang dikirimkan azka.


"Tunggu aku dikamarmu malam ini Al"


Aaarrgghh dasar azka menyebalkan memangnya harus seperti itu kata-kata yang dikirimkannya dasar dia malah sesantai itu mengatakannya aku yakin saat ini dia sedang menertawai kegugupanku.


"Baiklah aku bawa barangmu ke kamarku hanya untuk malam ini" itulah pesan yang kubalas untuk azka pada akhirnya karena walau bagaimanapun rencana kami berdua tidak boleh terbongkar siapapun sebelum semuanya tercapai.


Aku melempar asal smartphone ku karena kesal dan malu bersamaan entahlah aku terlalu gugup memikirkan bagaimana malam nanti kami lalui khususnya aku sendiri.


Aku mengambil barang-barang azka yang memang tak begitu banyak untuk dipindahkan ke kamarku karena menurutnya jika hanya sementara dia cukup membawa barang yang penting-pentingnya saja jadi hanya 1 koper yang dia bawa ke rumah ini dan itu tidak membuatku kerepotan , sedangkan untuk barang azka yang lain dia tinggalkan di cafe A&R tentu saja.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak perlu membereskan ke lemari kan ya karena azka bilang mama hanya menginap satu hari ini saja"gumamku karena bingung menatap barang azka yang kubawa di koper tadi.


Tok tok tok


"Non itu ada bu Fitria non diluar"


"Ya bi suruh masuk dulu aja mamanya,nanti aku turun kebawah"


Yah dan betapa beruntungnya aku mama datang setelah aku selesai memindahkan barang azka yang memang sudah tersimpan rapi di koper jadi aku hanya tinggal mendorongnya saja.


"Mama sudah lama?"aku menyapa mama yang sedang fokus dengan majalah dii ruang tamu


"Tidak nak mama baru sampai,kamu apa kabar sayang?"


"Alhamdulillah Al baik mah,oh ya mari Al antarkan ke kamar mamah biar mamah langsung istirahat y"


"Kamu itu nak tidak usah khawatir ini mama udah istirahat selonjoran kaki disini juga udah istirahat" mama tersenyum ramah menanggapi tawaranku


"Al takut mama kecapean habis perjalanan dari bogor ke jakarta kan lumayan mah"


"Tidak usah terlalu khawatir mama masih kuat sayang"mama menjawab dengan mengelus lembut suraiku


"Baiklah biar mang didin yang bawain barang-barang mamah ke kamar y"


"Oh ya azka belum pulang?"


"Belum mah biasanya nanti sekitar jam 4 atau jam 5, oh ya mamah mau minum apa atau mau makan sebentar Al siapkan dulu ya"


"Tidak usah repot repot sayang mama bisa ambil sendiri keperluan mama, kamu tidak perlu khawatir seperti itu"


"Ah ya mah kalo begitu Al tinggal sebentar mau masak buat azka sekalian makan malam kita nanti ya mah"


"Kamu mau masak? Kalo begitu mama bantu y biar lebih seru masaknya, udah dari dulu mama tu pengen punya anak perempuan biar ada temen masak eh belum rezekinya tapi sekarang ada kamu jadinya mama seneng banget akhirnya mama punya temen masak" mama tampak bahagia sekali


"Baiklah klo mama tidak merasa lelah Al akan sangat senang dibantu mama masak"aku memeluk mama mertuaku karena jujur baru kali ini aku merasa sangat bahagia dihadirkan lagi sosok ibu dihidupku.

__ADS_1


Akhirnya acara memasak selesai dan pada akhirnya pula aku bukanlah yang menjadi koki malam ini melainkan hanya asisten pembantu mama memasak, rasanya aku malu jika memuji diri sendiri pandai masak buktinya saat malam ini memasak bareng mama aku masih sangat berbeda jauh dengan keahlian dan kecepatan memasak mama.


__ADS_2