My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
reason


__ADS_3

"Aku merindukanmu Al, sangat!"lelaki berparas tampan namun tampak tak terawat dan kacau memelukku erat seakan sewaktu-waktu akan menghilang


"Maafkan aku, kumohon jangan pernah membenciku!"ucapku parau di iringi tangis yang semakin menggugu


"Sstt aku tidak pernah membencimu Al."lelaki itu mengurai pelukan kami dan menghapus air mata yang tak kunjung berhenti mengalir di pipi


"Apa yang terjadi dengan wajahmu?"aku terlalu terkejut dengan banyaknya luka dan memar yang terdapat di beberapa bagian wajah azka


"Ini tidak seberapa dibandingkan dengan kesakitan yang kuberikan untukmu selama ini."azka menarik tanganku dari pipinya dan menciumnya lembut.


Saat aku hendak bertanya kembali Azka semakin mengikis jarak diantara kami hingga tanpa sadar bibir kami saling bertemu, azka mencium bibirku dan memaksaku untuk mengikuti ciumannya yang sangat terasa lembut. Kami saling mencecap dalam seakan saling menyalurkan rindu yang telah lama tak tersampaikan.


"I love you more, Almeera."azka berbisik di sela ciuman kami


Aku hanya menangis terharu di sela ciuman kami setelah mendengar kata-kata ajaib yang selama ini sangat kutunggu. Selang beberapa saat aku melepas pagutan kami karena dirasa mulai kehilangan pasokan oksigen di paru-paruku.


"I love you, Almeera." Azka tampak tersenyum hangat dengan mengulang kata-kata ajaib itu saat menyatukan kening kami


"I still loving you azka."aku tersenyum di sela tangis haruku saat ini


Azka kembali memagut bibirku yang pada awalnya terasa lembut namun menjadi kian menuntut, kami seakan menginginkan lebih sebagai penyalur rasa rindu kami masing-masing. Namun saat azka menggigit lidahku rasanya seakan membuatku tersadar atas kebenaran yang seharusnya tidak seperti saat ini, aku terlalu terlena hingga membuatku melupakan yang seharusnya. Dengan cepat aku mendorong azka yang saat itu tatapannya kian menggelap dengan tiba-tiba berubah menjadi sendu.


"Maafkan aku azka, hanya saja aku semakin tidak mengerti dengan semua yang terjadi saat ini?" Ucapku dengan nafas yang tersengal


"Aku yang seharusnya meminta maaf padamu, aku terlambat menyadari perasaanku padamu hingga membuatku menyakitimu."ucap azka lembut dengan tangan yang mengelus lembut pipiku.


Aku masih terdiam menikmati setiap usapan lembut azka di setiap inchi wajahku.


"Jika kau ingin bertanya tentang surat perceraian itu ... Aku memang menyiapkannya sedari awal karena kebodohanku."ada jeda dari ucapannya membuatku merasakan nyeri di dada


Meski aku sudah sangat mengetahuinya, namun membuat tubuhku tiba-tiba menegang dan hati yang berdenyut sangat nyeri jika mendengarnya secara langsung dari bibir azka.


"Tapi sekarang tidak lagi, jika waktu bisa kuputar kembali maka aku tidak akan pernah menyiapkannya. Aku merobeknya dan membakar semua surat-surat konyol yang kau berikan padaku, terkecuali surat yang kau tulis tangan untukku. Aku masih menyimpannya."azka tampak tersenyum hangat

__ADS_1


"Tapi sejak kapan?"suaraku serak dan sangat pelan


"Maksudmu sejak kapan aku mencintaimu?"azka menarikku hingga aku berada dalam pelukan hangatnya saat ini


Aku hanya menganggukan kepalaku yang saat ini berada tepat di dada bidang azka.


"Aku mencintaimu setelah ijab qabul yang ku ikrarkan di depan keluargamu, entah kenapa sejak saat itu aku benar-benar ingin melindungimu, kau tau setiap melihatmu menangis hatiku merasakan nyeri yang tak pernah kurasakan sebelumnya hingga aku ingin selalu melindungi senyuman manis dan hangat yang selalu kau tunjukkan padaku. Bahkan tanpa sadar aku menyimpan fhoto kecilmu yang tampak tersenyum hangat saat aku mengitari kediaman fuzieyama. Hanya saja ambisi yang selalu mendominasi membuatku mengabaikan perasaanku sendiri."


Aku menangis haru dan semakin mengeratkan pelukanku seakan aku ingin sang waktu berhenti saat ini.


"Dan terima kasih kau masih mencintai pria bodoh ini, terima kasih kau telah mengenalkan padaku warna-warni dunia yang sesungguhnya."azka mengurai pelukan kami dan mencium lama keningku


Aku tidak menanggapi ucapan azka karena tepat setelah ucapan terakhir azka bibir kami kembali saling memagut lembut dan kian menuntut berusaha mengalirkan rasa rindu yang telah membumbung tinggi karena kebodohan kami berdua. Decapan demi decapan mengisi dapur kecil tokoku saat ini. Ciuman azka semakin menuntut dan turun ke leher membuat tatapanku semakin meremang, aku sangat mengerti gairah yang azka rasakan saat ini. Namun rasanya aku ingin semua yang pertama bagi kami dilakukan dengan semua yang romantis dan takkan pernah terlupakan.


"A..azka ja..jangan disini!"aku mencoba menghentikan azka yang sudah diliputi dengan gairah


"Baiklah, kita kembali saat ini juga!"azka terlihat kecewa meski tetap tersenyum namun aku bisa dengan jelas melihat kekecewaannya.


"Daisuki dayou anata"ucapku dengan mengecup singkat bibir azka, berharap kekecewaan itu menghilang


"Tidak disini anata!"


Akhirnya kami tertawa dan berharap semoga semua adalah nyata.


"Al maaf kakak ba..."kake masuk dengan tiba-tiba mengejutkan kami


Azka menarikku ke belakangnya untuk menghindarkanku dari kakakku kevin.


"Wow sepertinya kedatanganku mengganggu aktifitas panas kalian?"kake tampak mengerling jahil


Aku sama sekali tidak menghiraukan azka dengan cepat aku berlari dan memeluk kake.


"Wow princess, maafkan kakak karena meninggalkanmu sendirian."

__ADS_1


"Kenapa kakak setega itu, kenapa kakak melakukan ini?"aku menangis sesenggukan di pelukan kake


"Maafkan kakak princess, ada banyak yang harus kakak persiapkan untuk kembali bertemu denganmu, karena setelah kakak pergi kakak menyadari semua yang kakak lakukan salah. Dan dengan bodohnya kakak malah ikut menyakitimu dengan keputusan kakak."kake mengurai pelukan kami dan menghapus air mataku lembut


Namun saat aku hendak mengucapkan sesuatu untuk kake dengan tiba-tiba ada tangan yang menarikku dan membaqaku dalam pelukannya.


"Dia istriku!"tatapan azka menunjukkan permusuhan untuk kake


"Wow santai bung, gue tau dan gue percaya sepenuhnya padamu saat ini."


Yang awalnya tatapan azka penuh permusuhan menjadi melunak


"Gue minta maaf, karena gue yang membawa Almeera jauh dari pandangan lo, setidaknya gue berharap lo menyadari perasaan lo sendiri."


"Dan lo berhasil."azka menjawab dengan antusias meski kemarahan masih kentara di mimik wajahnya


"Gue sebenarnya tau kalo lo memang jatuh cinta pada princess gue namun bodohnya lo yang tetap mengikuti ambisi untuk seorang yang bahkan mengkhianati perasaan lo sendiri, akhirnya membuat gue ngambil keputusan terakhir membawa Almeera jauh dari jangkauan lo."


"Kakak sudahlah semuanya sudah berlalu."aku mencoba mencairkan suasana yang kembali memanas diantara keduanya


"Tidak sayang, semua yang dilakukan kevin benar."azka mengatakannya penuh kelembutan


Aku terdiam karena terlalu terkejut dan hatiku sama sekali belum siap mendengar azka memanggilku dengan sebutan sayang.


"Oh ya Al satu lagi, mulai sekarang kakak akan mencari dan memperjuangkan kebahagiaan hati kakak sendiri. Maafkan kakak yang tidak menyadarinya princess."


Aku kembali berlari memeluk kake meski azka sudah terlihat sangat murka namun aku hanya ingin menyalurkan perasaan sayang untuk seorang kakak kepada kake.


"Terima kasih banyak kak, terima kasih kakak mengerti apa yang kuinginkan."


"It's ok princess mulai sekarang berbahagialah dengan suami sang sangat mencintai dan kau cintai serta tetap dukung kakak dengan kebahagiaan kalian oke."


"Tidak perlu kau pinta pun kami akan bahagia bung."azka menarik dan membawaku dalam pelukannya.

__ADS_1


"Sudahlah kakak kembali lebih dulu Al, dan jangan lupa jelaskan pada suami cemburuanmu itu apa yang kita bahas hari ini."kake segera berlaru setelah mengucapkan itu pada kami


Aku mencium pipi azka dan tertawa melihat ekspresi azka yang penuh pertanyaan meminta penjelasan padaku saat ini.


__ADS_2