My Ambitious Husband

My Ambitious Husband
chapter 30


__ADS_3

Bibir azka masih setia menciumku bahkan dia ******* perlahan setiap inchi bibirku. Aku tidak bisa berfikir rasanya otakku tiba-tiba blank karena ciuman azka pagi ini dan aku hanya terdiam sama sekali tidak membalas sampai akhirnya azka melepas pagutan bibir kami.


"Ekhem kurasa sudah saatnya sarapan kalo tidak kau akan terlambat  Al"


azka tampak mencoba menyesuaikan diri dengan kecanggungan kami saat ini, sedangkan aku hanya bisa mematung memahami apa yang sudah terjadi sesaat lalu.


"Al bukankah kau mengajakku sarapan jadi ayo kita segera sarapan"azka menarik dan menggenggam tanganku menuju ruang makan


Aku hanya bisa mengikuti langkah azka dalam keadaan masih melamun memikirkan hal yang sama di pagi ini.


"Mamah sudah siapkan sarapan lebih baik kalian segera sarapan dan bersiap berangkat" mamah tampak tersenyum melihat genggaman tanganku yang tidak lepas dari azka.


"Dan azka itu tangan Al dilepas dulu kasian kan sarapannya jadi susah"mamah masih fokus dengan tanga  azka yang sepertinya enggan melepas tautan kami.


"Ah ya mah hahaha azka sampai lupa"


Entah kenapa aku masih diam membisu mencerna setiap apa yang azka lakukan pagi ini. Rasanya ada perasaan kecewa saat azka melepas tautan tangan kami aku merasa sangat kehilangan karena bukankah moment ini akan sangat langka jika mengingat sikap azka padaku selama ini.


"Oh ya Al apa aku saja yang mengantarkanmu ke bandung?"


"Hah apa,ya"


"Eh tidak azka bukankah urusan di kantor lebih penting dan kau tidak perlu khawatir karena aku tidak sendirian ada kak kevin juga kan yang mengantarku"aku manimpali ucapanku sebelumnya karena masih terlalu terkejut dengan situasi pagi ini.


"Sudahlah azka percaya saja pada istrimu dan istrimu itu benar kau harus lebih profesional nak"mamah mencoba menjelaskan maksudku kembali


"Aku memang mempercayai Al mah tapi tidak dengan lelaki itu"


"Bukankah istrimu bilang tadi dia hanya kakaknya"mamah tampak tersenyum

__ADS_1


"Ya kurasa"azka tampak mulai malas menjawab perkataan mamah


Entah kenapa aku merasa aneh memangnya kenapa kalo aku diantar kak kevin.


Akhirnya aku pergi ke bandung ditemani kake dengan melalui beberapa drama antara azka dan kake tentunya. Saat sampai kantor azka meminta kake untuk selalu menjaga jarak denganku karena menurutnya tidak baik jika seorang istri berdekatan dengan lelaki selain ayah dan suaminya, ah entahlah memang dia dan rania itu baik begitu.


"Suamimu itu posesif sekali Al" kake membuka obrolan kami.


"Entahlah kak aku juga kadang ngerasa aneh qo akhir-akhir ini dia berubah begitu"


"Hahaha semoga hal baik ya Al"


Aku sama sekali tidak berniat menanggapi ucapan kake karena walau bagaimanapun aku tidak ingin terlalu berharap dengan apa yang kurasakan mengingat azka dan rania masih berhubungan sampai saat ini.


Tak lama kami sampai di kantor cabang yang berada di bandung dan disana sudah ada pak hendra yang menunggui kami di cafe sebrang kantor.


"Semua sudah dipersiapkan Al"kake menguatkanku untuk tetap maju menghadapi paman ardhan


Akhirnya kami pun menuju ke ruangan paman ardhan dengan membawa serta semua persiapanku.


"Apa maksud dari semua ini Al?"nada kesal paman ardhan menjadi oenyambut kedatanganku saat di ruangan paman ardhan


"Tidak ada maksud apapun paman,hanya saja aku rasa jika memang perusahaan ini membutuhkan kepala keuangan kenapa tidak kita tarik kembali pak hendra untuk menjadi kepala keuangan perusahaan kembali"jawabku sesantai mungkin


"Tapi tidak dengan membawa kembali orang yang sudah mengundurkan diri dari perusahaan ditambah bukankah alasannya karena ingun pensiun dini"suara paman ardhan tampak menaik satu oktaf.


"Kurasa akan sangat lebih efisien jika kita mengambil kembali orang lama dan sudah lebih dari memahami setiap permasalahan keuangan dan apakah paman lupa jika aku memberikan paman waktu untuk menstabilkan keuangan perusahaan selama 3 bulan sedangkan ini sudah masuk hampir 2 bulan dari perjanjian"


"Tidak bisakah mendiskusikan denganku terlebih dahulu?"

__ADS_1


"Maaf paman tapi kurasa waktunya tidak akan cukup jika mengingat tidak genap 2 bulan lagi janji paman padaku harus segera tercapai, jadi ya aku berniat membantu paman dengan ini"


"Tapi tidak dengan menarik kembali hendra"tampak sekali paman ardhan mencoba membantah semua keinginanku memasukkan kembali pak hendra ke dalam perusahaan.


"Kurasa bukti dan catatan yang kubawa mengenai perhitungan atas kembalinya pak hendra ke perusahaan akan sangat mempengaruhi dalam control penaikan dan kestabilan keuangan perusahaan ini akan meyakinkan paman jika keputusanku saat ini tidak bisa dibantahkan"dengan segera aku memberikan catatan keuntungan dari rencana kembalinya pak hendra saat ini. Karena jujur aku mulai jengah dengan sikap keras kepala paman ardhan saat ini.


"Baiklah aku terima kembali pak hendra untuk gabung di perusahaan fuzieyama ini"paman ardhan terlihat sangat tidak senang dengan usulanku saat ini.


"Baiklah kurasa urusanku disini sudah selesai paman dan tolong pastikan pak hendra mulai bekerja kembali esok hari"aku bergegas meninggalkan ruangan untuk kembali ke ibu kota karena kurasa aku merindukan sikap manis azka saat ini.


Akhirnya kami memutuskan untuk segera kembali ke jakarta setelah sebelumnya kake memberitahukan pak hendra tentang semua rencana yang sebelumnya kami susun dan dimulai saat esok hari pak hendra kembali ke perusahaan bandung.


"Kau tau Al kakak tidak menyangka jika paman ardhan akan seterkejut itu melihat kau membawa berkas pak hendra untuk kembali bergabung di perusahaan ini"kake memujiku dan


seperti biasa tangan kake sudah mengacak ngacak rambutku.


"Kakak bisa tidak jangan mengacak rambutku setiap kakak memujiku, aku sudah menikah dan dewasa perlu kakak ingat" ucapku tak terima dengan perlakuan kake yang selalu saja menganggapku anak kecil


"Hahaha memang statusmu sudah menikah hanya saja kakak sangat tau seperti apa sebenarnya Al"


"Kakak meledekku begitu, masih ada 3 bulan lagi untukku kak jika kakak ingat"entah kenapa aku jadi sangat bersemangat melihat sikap azka terhadapku yang sedikit mulai ada kemajuan.


"Baiklah kakak dukung semua yang kau lakukakn Al dan semoga kebahagiaan untukmu Al"


"Rasanya aku semakin bersemangat saat ini kak"


"Kakak hanya tidak ingin melihatmu bersedih jadi setidaknya jangan terlalu mengharapkan sesuatu melebihi tujuanmu sebelumnya Al, dan jika sampai itu terjadi kakak dan yang lainnya akan selalu ada untukmu Al"


"Ya kakak benar terima kasih kak"

__ADS_1


Kake benar tidak seharusnya aku melupakan tujuan awalku karena walau bagaimanapun tidak memungkinkan akhir kisahku akan sebahagia ekspektasiku bukan.


__ADS_2