My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Tidak Sengaja


__ADS_3

Tania dan Chika berjalan jalan keliling Mall. Meskipun mereka tidak membeli baju, mereka cukup senang bisa kembali jalan jalan berdua.


"Aku teringat pada masa masa kita kerja dulu Tan. Kita sering healing menghabiskan waktu di sini" ujar Chika.


"Iya Chi, masa itu terasa berlalu terlalu cepat. Rasanya baru kemarin aku mengenal kamu dan bersahabat dengan Chi Chi aku" balas Tania.


"Iya Tan. Aku juga merasa ini terlalu cepat berlalu" saut Chika.


"Tan.. kita beli es krim yuk? aku ingin"


"Ayok.."


Mereka berjalan menuju kedai es krim yang biasa mereka beli dulunya. Mereka senang ternyata kedai itu masih ada.


Mereka memilih rasa yang mereka suka. Tania menyukai rasa Vanilla sedangkan Chika menyukai rasa stroberi.


Setelah membeli es krim mereka duduk di kursi dan memakan es krim nya seperti gadis remaja. Melihat sana sini dan sesekali terdengar suara tawa kecil dari mulut mereka.


Sungguh menyenangkan jika mempunyai sahabat yang sefrekuensi dan seasik itu.


Setelah makan es krim mereka kembali memutar mutar mall itu. Dan di rasakan sudah cukup barulah mereka pergi menuju pintu keluar Mall.


Ketika hendak menuruni eskalator terlihat seorang laki laki yang sangat di kenal Tania dan Chika.


Ya.. laki laki itu Rendi. Rendi yang merupakan pacar pura pura Tania delapan tahun lalu.


Rendi pergi dengan seorang wanita yanga terlihat sangat cantik dan juga berpenampilan sederhana.


Tania dan Chika terperangah tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka tidak menyangka kalau Rendi menyukai wanita seperti itu.


Dengan tubuh Rendi yang tinggi semapai, badan bagus dan gagah serta wajah yang tidak kalah tampan. Mereka kira Rendi akan menyukai wanita yang berbadan tinggi, seksi dan berpenampilan fashionable ala ala model.


Ternyata pemikiran itu total salah ketika melihat Rendi secara langsung.


"Rendi... " panggil Tania, Chika melambaikan tangannya.


Merasa ada seseorang yang memanggil namanya, Rendi dan wanita itu menoleh. Rendi tersenyum melihat kedua manusia itu.


Rendi dan wanita itu menghampiri Tania dan Chika.


"Hei Tania.. hai juga Chik" sapa Rendi.


"Apa kabar bro?" tanya Chika.


"Aku baik baik saja. Oh iya Tan, bukannya kamu di kota lain ya? kok sekarang ada di sini?" tanya Rendi bingung.


Setahu nya Tania pergi ke kota lain tidak lama setelah hubungan cintanya dengan Dion berakhir.


"Aku memang di kota M Ren, tapi tidak selamanya aku di sana. Aku sudah kembali menetap di sini"


"Oh.. kirain kamu tidak pulang pulang lagi" tanya Rendi dengan canda nya


"Aku pasti pulang, ini kota kelahiranku" balas Tania di anggukan oleh Rendi.


"Em.. bro.. ini siapa?" Chika tidak dapat menahan rasa penasaran nya.


"Eh.. em.. kenalkan dia calon istri ku, namanya Wulan" ucap Rendi memperkenalkan wanita manis itu.

__ADS_1


Chika dengan senang hati mengulurkan tangannya. "Aku Chika teman nya Rendi" ujar Chika tersenyum.


"Wulan.." balasnya.


"Tania.. juga teman Rendi" sambung Tania. Wulan tersenyum dan mengangguk.


"Selera mu manis juga ya Ren, aku kira kamu cuma wanita wanita ala ala model begitu" ujar Chika memainkan alisnya.


Setahu Chika Rendi dulu pernah mengejar wanita yang modelnya kayak model internasional begitu. Seksi, hot, badan tinggi, langsing dan cantik.


"Tidaklah.. aku memang lebih menyukai gadis imut, lembut seperti Wulan tidak seperti kamu wanita bar bar" balas Rendi sengit.


Wulan dan Tania menggeleng geleng kepala nya. Chika memicingkan matanya.


"Kamu hati hati ya sama dia, dia itu mantan playboy amatiran. Jika dia macam macam lapor padaku biar aku hajar wajahnya yang sok ganteng itu" ujar Chika pada Wulan. Wulan tersenyum dan mengangguk.


"Sayang.. jangan percaya padanya" balas Rendi.


"Wah.. kamu hebat Wulan sudah membuat jerapah ini bucin sama kamu" Chika memberikan jari jempol nya ke arah Wulan.


Wulan tersenyum melihat tingkah laku Chika. Chika orang yang asik pikir Wulan.


Rendi memutar bola matanya dengan malas mendengar celotehan Chika yang tidak bermutu. Tania tertawa melihat interaksi kedua temannya.


"Kalian mau pulang?? apa sebaiknya kita makan bareng saja" ujar Wulan.


Rendi membulat mata. Niatnya ingin bermesraan dengan calon istri malah mengajak teman teman nya.


"Boleh Wulan, kami ikut" balas Chika cepat.


Wulan mendengar bisikan Tania, ia tersenyum. "Tidak apa apa kok. Enggak ganggu kan sayang" ujar Wulan pada Rendi.


Rendi menghela nafasnya. "Enggak kok sayang. Ayok kita cari tempat makannya" balas Rendi.


Chika menarik tangan Tania agar mengikuti langkah pasangan kekasih yang berada di depan mereka.


Setelah memesan makanan, mereka berbincang bincang. lebih tepatnya hanya Chika, Tania dan Wulan. Sedangkan Rendi merasa di cuekin sama teman dan calon istri nya.


Rendi menghela nafasnya.


"Aku rasa kita bisa berteman baik" ujar Chika pada Wulan.


"Iya... aku rasa juga begitu. Aku cocok dengan kalian dan kalian sangat menyenangkan" balas Wulan tak kalah antusias.


"Aku senang jika kamu nanti mampir sesekali di kafe aku" balas Tania.


"Apa aku boleh ikut berbenah?" tanya Wulan.


"Tidak boleh, nanti kamu kecapean sayang" bukan Tania dan Chika yang menjawab tetapi Rendi.


"Enggak apa sayang, lagian aku masih dalam masa liburan besok dan lusa. Boleh ya yank ya " rengek Wulan pada Rendi.


"Mampus kau, mana bisa melawan ibu negara" batin Chika tertawa.


"Tapi.."


"Boleh ya, lagian mereka orangnya asik kok" potong Wulan

__ADS_1


"Tidak perlu Wulan, nanti Rendi ngamuk sama kami" balas Chika.


"Iya.. tidak perlu. Aku merasa tidak enak denganmu" saut Tania.


"Tapi aku mau akrab juga dengan kalian. Boleh ya" lirih Wulan mengiba pada Chika dan Tania.


Chika dan Tania bertatapan. Mereka merasa Wulan memang ingin berteman dengan mereka.


"Em.. boleh sih, tapi minta izin dulu dengan Rendi" ucap Tania.


Wulan tersenyum. Ia beralih ke arah Rendi.


"Yank.. boleh ya, aku sangat ingin lebih akrab dengan nya" ujar Wulan mengiba pada Rendi.


Rendi menghela nafasnya, ia tidak tega jika tidak memberikan izin pada kekasihnya itu.


"Hmmm... baiklah.. tapi kerja nya jangan sampai lelah ya" balas Rendi.


Wulan memeluk Rendi karena senang. Chika dan Tania tertawa melihat kepolosan kekasih Rendi.


"Karena Rendi telah mengizinkan nya, aku akan datang besok ya" ujar Wulan.


"Ok.. nanti aku kirim alamat nya" balas Chika.


Mereka kembali berbincang dan melanjutkan makannya. Tapi tiba tiba raut wajah Tania berubah yang tadinya cerah sekarang terlihat sedih.


Chika menyadari hal itu mengikuti arah pandang Tania. Chika terkejut menutup mulutnya. Terlihat di sana ada Dion dengan seorang gadis.


"Tan.. dia.." Chika tidak melanjutkan kalimatnya.


"Iya.. aku tau" balas Tania.


Rendi mendengar ucapan mereka langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah yang di sebut Chika.


"Itu kan Dion Tan. Dia dengan siapa?" tanya Rendi.


"Aku tidak tau" jawab Tania lesu.


Mereka berempat hanya melihat Dion tanpa ada niat untuk memanggil nya. Rendi menatap sendu pada Tania. Rendi dapat melihat kesedihan Tania di balik mukanya yang biasa biasa saja.


"Seandainya tante Ami merestui hubungan mereka, pasti mereka sedang berbahagia sekarang" batin Rendi.


Wulan tidak bertanya apa pun mengenai Dion. Ia akan menanyakan hal itu nantinya pada Rendi saja.


...****************...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊 ...


...Jangan lupa untuk mampir di cerita author Menemukan Ibu ya 😀...


Jangan lupa untuk


Like


Komentar


and Vote beserta kupon kupon hadiahnya 😉

__ADS_1


__ADS_2