My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Cewek Pengganggu


__ADS_3

"Sayang... duduk di sini" Dion menepuk kasur yang kosong di samping nya


Tania yang baru saja dari kamar mandi segera duduk di samping sang suami


"Ada apa?" tanya Tania melihat gelagat aneh suaminya


"Hmmm... yank..." panggil Dion


"Iya sayang... ada apa?" tanya Tania


"Gimana kalau Minggu depan kita honeymoon?"


"Honey moon?" beo Tania


"Iya.. kita honeymoon sayang"


"Tapi... bagaimana dengan pekerjaan di kantor? apa sudah beres?" tanya Tania


"Belum sih"


"Lah.. terus mau honeymoon meninggalkan kerja?" tanya Tania


"Gak sayang.. pekerjaan aku akan aku bereskan dalam minggu ini. So... kita bisa honeymoon nya minggu depan sayang"


"Owh... begitu.."


"Bagaimana sayang?? kamu mau kan?"


"Iya boleh"


"Oke.. akhirnya aku bisa menyekap kamu seharian dengan ku"


"Nah... kan... niat honeymoon hanya seputaran kasur"


"Ya iyalah yank, kan kita suami istri ha jelas seputar kasur masa seputar kota"


"hehehe.. iya iya.. tapi harus kasih longgar juga dong. Aku mau liburan juga"


"Iya boleh.. nanti di sana kita keluar selama 4 jam"


"Cuma 4 jam dari 24 jam?? selebihnya ngapain?"


"Ya.. kita... olahraga di ranjang " ucap Dion mengelus-elus paha Tania


"Ckckck... ternyata suamiku mesyum sekali" ujar Tania mencubit hidung mancung milik suaminya


"Hahah... sebenarnya semua lelaki tu memang mesyum sayang, apalagi dengan istrinya. Jika tidak mesyum sama istri berarti mereka tidak normal" ujar Dion dengan bangga


"Cih... baiklah.. baiklah.. "


"Hahaha.. ayank kalah"


Tania menggeleng geleng kepalanya. "Ya sudah.. ayo tidur"


"Ayo" ujar Dion mengelus-elus rambut Tania


Tania meringis diam "seperti nya luka tadi pagi sangat dalam" ujar Tania dalam hati


"Ada apa sayang?" tanya Dion cemas


"Tidak apa apa, aku hanya sedikit pusing saja" Tania berasalan


"Kenapa bisa?

__ADS_1


"Tidak apa apa, aku sudah biasa seperti ini. Ayo tidur dengan berbaring pusingku akan segera mereda"


"Ayo kita segera berbaring kalau begitu" ujar Dion tampak khawatir


"Aku tidak apa apa, kamu tenang lah" ucap Tania mengelus lembut wajah suaminya yang jelas terlihat sangat khawatir


"Beneran tidak apa apa?" apa sebaiknya kita panggil dokter?"


"Tidak.. tidak apa apa kok. Ayo segera istirahat agar besok pagi menjadi lebih segar"


...****************...


Di tempat lain


"Yank... besok kamu mau ngapain?" tanya Chika


"Besok kerja sayang, emang mau ngapain?"


"Lah.. kok kerja sih?? kita udah janji besok mau jalan jalan" ujar Chika cemberut


"Sayang.. aku minta maaf, aku tidak bisa. Aku harus membereskan semua kerja bos dalam minggu ini karena minggu depan bos mau honeymoon" jelas Wildan menggenggam tangan Chika


"Owh.. benarkah??" tanya Chika antusias


"Iya.. dengan aku beres kerja Minggu ini setidaknya dalam minggu depan aku tidak terlalu kerepotan membereskan semuanya" Ucap Wildan


"hemm.. baiklah, aku mengerti"


"Maaf sayang, maafkan aku"


"Iya gak apa kok"


"Makasih sayang, kamu memang paling ngertiin aku"


"Iya dong, kan aku sayang kamu" ujar Chika menoel pipi Wildan membuat Wildan tersenyum


"Eh .. ada cewek bar bar" ujar wanita berpakaian seksi tersebut


Chika mengerutkan keningnya dengan tatapan tidak suka, sedangkan Wildan memasang wajah datar


"Eh.. anda siapa ya?" tanya Chika sombong


"Hei.. kurang ajar kamu Chika!!" balas perempuan tersebut dengan nada tinggi


"Siapa sayang?" tanya Wildan pada Chika


"Aku tidak tau"


"Kamu jangan sombong ya Chika" ujar perempuan tersebut


Chika menghela nafasnya, "ini tu anak tetangga aku di kampung hampir dekat rumah bapak. Inilah yang biang kerok nya yang suka memberitakan berita miring tentang aku" terang Chika


"Maksud kamu perempuan ini yang bilang kamu kerja yang bukan bukan gitu?" tanya Wilda


"Iya sayang, dia lah biang keroknya kemarin, hingga buat bapak hampir percaya gitu aja. Tapi untungnya kamu jelas sama bapak dengan baik hingga tidak termakan tu berita murahan" jelas Chika


"Eh.. kamu jangan asal nuduh ya Chika, aku tidak menyebarkan berita palsu. bukti nya aku memang melihat langsung kamu keluar dari apartemen dengan om om kok" ujar perempuan tersebut


"Cih... kau hanya melihat tidak bertanya padaku bagaimana kejadiannya dan dengan tidak tau malu nya kamu menyebarkan gosip itu"


"Tidak... Abang ganteng, jangan dengarkan dia. wanita ini suka mengigau tidak jelas" ujar perempuan tersebut dengan tidak tau malunya mencoba mendekati Wildan dan merayunya


"Dia pasti tergoda dengan tubuhku" batin wanita Ter

__ADS_1


"Jauh sana, minggir!!" hardik Wildan dan juga menepis tangan lancang wanita itu yang bertengger di bahunya dengan kasar membuat wanita tersebut kaget dan segera berdiri


"Hahahaha... makan tu murahan, kamu kira priaku akan menyukai kamu yang menggunakan baju kurang bahan begitu hah?" ujar Chika memeluk Wildan, membuat sang wanita semakin kepanasan


"Kenapa Chika bisa mendapatkan yang lebih dari aku, lebih kaya dan tampan lagi" batin wanita tersebut


"Cih.. bilang aja pacar kamu tidak normal, masa gak tertarik dengan ku." ucap Wanita tersebut membuat Wildan mengetatkan rahangnya


"Sayang.. sabar, gak usah di ladenin yang kayak begitu" ucap Chika mengelus lembut rahang Wildan yang sudah mengetat menahan amarah


"Hadeh... jadi perempuan kok gantel banget sih abis tu gak sadar diri lagi. Gak punya malu ya?" ujar Chika menarik jauh perempuan tersebut agar jauh dari Wildan


Wildan menatap layang tidak suka dengan wanita tersebut. Sang wanita seketika takut dengan tatapan Wildan yang tajam


"Cih... aku pergi saja, awas kamu Chika aku akan buat perhitungan" ujar wanita tersebut sebelum meninggalkan Chika


"Dasar tidak tau malu, mau aja ganggu punya orang lain. Dia kira dia siapa gitu? mau ambil semua yang aku punya?"


"Maksudnya?"


"Dia itu juga pernah ngambil gebetan aku waktu SMA yank, tapi keduanya sama-sama salah sih. Gebetan aku tu kalau memang dia mau sama aku pasti menepis cewek yang modelnya kayak gitu"


"Iya sayang.. kamu benar. Aku janji akan hanya cinta sama kamu kok yank. Aku gak akan mengkhianati kamu"


"Uluh... uluh... sayangku manis sekali"


"Mau kiss?"


Chika langsung memukul bibir Wildan.


"Jangan mulai, kita belum muhrim"


"Hahaha.. canda sayang"


"Bercanda jangan kelewatan"


"Hehehe.. iya maaf, tapi ini sakit"


"Iya??" tanya Chika


Wildan mengangguk kepalanya. Chika mengusap pelan bibir yang di pukul nya tadi.


"Kamu sih yang mulai aku kan refleks"


"Iya.. aku salah sayang"


...****************...


"Ma.. pa.. aku dan Tania sudah memutuskan untuk honeymoon Minggu depan"


Mama Ami meletakkan sendok dan garpu nya. Saat ini mereka sedang melakukan makan malam bersama


"Boleh kok" ujar papa Zain


"Lagian kan gak baik juga lama lama di tunda nanti bukan honeymoon lagi jadinya malah babymoon" canda papa Zain


Dion dan Tania tersenyum mendengar ucapan sang papa. Namun, mama Ami tetap dengan wajah datarnya


"Sial!! kenapa dia malah pergi honeymoon sih" geram mama Ami dalam hati


...****************...


Hola... Author update lagi

__ADS_1


Semoga suka 💕


Happy Reading 💕


__ADS_2