
Dua bulan sudah Dion dan Tania menjalani hubungan pacaran di depan Adelia. Selama rentang waktu tersebut Ibunda Ratu alias mama Ami tidak mengetahui. Karena Ibunda Ratu sedang mengikuti sang Suami yang bekerja di perusahaan cabang di kota lain.
Pasalnya Adelia masih bisa menahannya untuk tidak meminta bantuan pada ibunda Ratu. Ia ingin menunjukkan kepada Tania "wanita kampung" ucap Adelia. Agar Tania menyadari bahwa posisi dirinya dengan Dion sangat sejajar.
Marah Adelia kembali memuncak ketika hari ini dirinya ke kantor Dion untuk mengantarkan makanan untuk Dion. Di sana Adelia melihat Dion sedang di suapi makannya oleh Tania. Posisi Tania yang sedang berada di pangkuan Dion.
Adelia sekarang semakin yakin kalau mereka memang memiliki hubungan. untuk ke empat kalinya dalam dua bulan ini Adelia melihat Tania dan Dion semakin mesra. Adelia mendekati keduanya.
Dion dan Tania seakan tidak mengetahui keberadaan Adelia. Padahal sebelumnya Dion sudah melakukan pengecekkan kemungkinan kedatangan Adelia ke kantor nya dengan bantuan dari Wildan mestinya.
"Ternyata dia ingin aku memberikan peringatan kepadanya " gerutu Adelia.
"kita lihat saja Tania, apa yang akan aku lakukan untukmu" lanjut Adelia.
"Dion.. kamu beneran pacaran dengan Dia?" tanya Adelia dengan lembut untuk menutupi rasa amarahnya. ia akan berperilaku seperti itu jika di depan Dion. Ia tidak akan menunjukkan sikap nya yang asli.
"Eh.. Adelia.. kapan kau datang?" tanya Dion masih dalam posisi memangku Tania. Tania mulai risih, mencoba untuk berdiri tapi Dion melarangnya.
"Baru saja aku datang Dion"
"Maaf.. aku tidak mendengarkan suara mu. Aku terlalu asik bermesraan dengan kekasihku yang cantik ini" ujar Dion menatap cinta arah Tania.
Tania menjadi berdebar-debar dengan tatapan Dion. "Ingat Tania ini hanya akting, jangan baperan" ucap Tania dalam hati nya.
"Dia masih sama seperti delapan tahun lalu" batin Dion tanpa sadar terpesona dengan Tania.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku Dion" ujar Adelia.
"Kau sepertinya tidak perlu jawaban apa pun. seperti yang aku katakan beberapa hari yang lalu bahwa Tania ini adalah kekasih ku. Aku sangat mencintainya" balas Dion mengelus rambut Tania.
"Tidak Dion.. kamu berbohong. aku tau kamu sengaja melakukan semua ini agar kamu dapat membatalkan rencana perjodohan kita kan?" tanya Adelia dengan sedikit meninggi.
"Hey..kenapa kau tidak percaya. Sayang... katakan padanya kalau kamu memang kekasih ku" ujar Dion pada Tania.
"Tidak Dion.. kamu berbohong. Lagian aku tau kalau Tania adalah mantan mu, aku tau kamu tidak menyukai orang yang berkhianat. Aku tidak tau motif apa hingga perempuan ini setuju untuk menjadi kekasih pura pura mu"
"Tania.... apa kau tidak ada harga dirinya sedikitpun sehingga kau mau merebut calon suamiku?"
"kau perempuan tentunya kamu tau pasti bagaimana perasaan ku kan. aku mohon Tania, lepaskan Dion untukku" Ujar Adelia mengiba pada Tania.
__ADS_1
Tania mendengar ucapan sendu Adelia. Ia merasa sangat sedih, "Sepertinya Adelia orang yang baik, aku sangat bersalah padanya " batin Tania. Ia menatap iba pada Adelia.
"Sayang.. Jangan dengar kan dia, kamu ini kekasih ku" ucap Dion membuyar tatapan Tania pada Adelia.
"Maafkan aku Adelia, aku terpaksa melakukan ini" batin Tania.
"Maaf Adelia.. aku memang kekasih Dion. Terlepas dari apa yang kamu katakan aku tidak bisa melepaskan nya. Kamu tau sendiri cinta tidak bisa di paksa. Seperti saat ini, Dion sangat mencintai ku. Aku bisa apa selain hanya bisa menerima cinta darinya" ujar Tania tegas.
Dion menarik salah satu ujung bibirnya. "bagus sekali" batin Dion.
"Kalian jahat!!" bentak Adelia.
"Baiklah.. jika ini yang kalian inginkan aku akan mengabulkan nya. aku akan mengatakan tentang pembatalan perjodohan kita pada orang tu. Untuk mama Ami aku akan mengatakan nya setelah dia kembali ke kota ini lima hari lagi" lanjut Adelia segera pergi dalam ruangan Dion.
"Kau jangan harap aku akan membiarkan dirimu begitu saja Tania. Kau pikir aku tidak bisa membalaskan rasa sakit hati ku. Kau tunggu saja Tania akan ada hari di mana kamu akan hancur sehancur nya. Kau tunggu saja hari itu Tania!!" maki Adelia ketika di dalam mobilnya dengan membanting setir mobilnya dengan sangat keras.
Kembali ke ruangan Dion.
Dengan langkah cepat Tania berdiri dan menjauhi Dion. perasaan canggung menghampiri keduanya.
"Aku sudah melakukan tugasku. aku permisi mau pulang" Ujar Tania ingin berlalu tapi tangannya di tahan Dion.
"Kau jangan lupa mengangkat panggilan ku besok, sepertinya besok atau lusa atau dalam Minggu ini kita akan ke kota A. Kemungkinan kita akan melihat kelahiran bayi triple Zidan. Kau harus ikut, jika tidak maka Dimas dan Rina akan memarahiku karena mereka tau aku dengan mu sekarang sudah tinggal di kota yang sama"
"Hemm.. baiklah" Tania ingin berlalu pergi tapi lagi-lagi Dion menahannya.
"Jika salah satu menantu Malik menghubungi mu tentang kelahiran triple kau jangan lupa memberikan informasi itu padaku" ujar Dion kemudian melepaskan cekalannya pada tangan Tania.
"Baik.. Aku akan mengingatkan perkataan mu" ujar Tania.
"Kamu mau kemana?" tanya Dion kembali bersuara yang membuat Tania berhenti melangkah.
Dengan malas Tania menjawab pertanyaan Dion. "Aku akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan adikku selepas operasi nya. Adikku masih di rawat"
"Owh.. baiklah.. Aku akan berkunjung di lain hari" ucap Dion.
"Tidak perlu.." tolak Tania
"Tolong jangan muncul di hadapan keluarga ku" pinta Tania. Ia hanya tidak ingin keluarga nya mengetahui akan kesepakatan nya dengan Dion.
__ADS_1
Tania akhirnya benar benar meninggalkan ruangan Dion.
πππ
Suara panggilan telpon memenuhi kamar Tania. Tania yang masih bergelut di dalam selimut merasa terganggu dengan suara telpon milik nya.
"Siapa sih yang nelpon pagi pagi begini?" gerutu Tania.
Halo??
^^^kamu di mana??^^^
aku di rumah?? ada apa?? apa Adelia mengganggu mu lagi?
^^^Tidak. kau sekarang harus siap siap. kita akan berangkat ke kota A. Bayi Triple Zidan akan segera lahir.^^^
hah!!! benarkah??
^^^Iya.. aku akan menjemputmu dalam 1 jam.^^^
Tania belum sempat menjawab panggilan itu telah berakhir.
Tania menghela nafas melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pukul 07.30 pagi.
Ia masih sangat lelah, apalagi semalam dia pulang dari rumah sakit dan di lanjutkan dengan membereskan rumah dan memeriksa keadaan kedai kelontong milik ayahnya. Ayahnya melarang tapi Tania memaksa, ia hanya ingin membantu ayahnya.
Tapi ia harus bergerak cepat agar bisa tiba di kota A dengan waktu yang tepat. Ia sangat senang mendengar ucapan Dion tentang kelahiran triple.
Tania meriksa telponnya, ia sangat terkejut saat Rina beberapa kali menelpon dirinya dan juga mengirimkan pesan bahwa triple akan lahir. Tidak hanya itu, ia juga kangen untuk bertemu dengan cucu Malik yang lainnya.
Tania membalas pesan Rina agar Rina tidak khawatir padanya dan mengatakan akan tiba di kota A dengan cepat. Tania juga mengabarkan kepada orang tua nya yang ada di Rumah sakit kalau dirinya akan ke kota A melihat kelahiran bayi triple milik mantan bos di toko tempat ia bekerja dulu.
Setelah mendapat izin dari kedua orangnya, Tania bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuh nya dan bersiap untuk berangkat ke kota A.
...****************...
...Happy Reading semuanya β€οΈβ€οΈ...
...Author Hadir Kembali membawa lanjutan cerita nya, jangan lupa hadiah kecilnya dari para reader untuk cerita iniπ€£ππ€...
__ADS_1