My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Menemui Dion


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang. Tania membulat matanya melihat jam itu terus bergerak.


Tania ingat dia akan menemui Dion di kantornya.


Tania melupakan untuk mengabari Dion. Tadi sempat Dion mengirim pesan untuk menanyakan kapan sang sopir Dion akan menjemputnya.


Tania tidak langsung menjawab ia mengatakan akan mengabari Dion nantinya karena ia sedang banyak pekerjaan saat itu


Tania bergegas masuk ke kamar di kafe itu yang mereka gunakan untuk beristirahat, Tania segera menyambar ponsel miliknya


Tania menggigit kukunya ketika melihat sudah 80 kali panggil telpon Dion tidak di angkat nya


dan berbagai macam pesan yang di kirimkan oleh Dion


✉️ Apa kau pikir aku becanda?


✉️ kemana dirimu??


✉️ Apa kau benar benar tidak ingin menemui ku dan melupakan janjimu tadi pagi?


✉️ Kau dimana?


✉️ kenapa kau tidak mengangkat telpon ku?


Begitulah pesan yang bertubi-tubi masuk ke ponsel Tania.


"Mati aku,,, aku melupakan janjinya. Aku rasa dia pasti akan marah besar nantinya" ucap Tania memukul pelan keningnya.


"Apa aku telpon saja ya, tapi aku takut" harap harap cemas yang di rasakan Tania


Tania menghela nafas, dia benar benar tidak tau harus melakukan apa.


Tania sibuk dengan pemikirannya dan akhirnya memilih duduk di ranjang tersebut. Tak lama ponselnya kembali berdering dan tertera nama Dion di sana


Demi apapun Tania sangat takut Dion akan mengamuk padanya


Menghirup nafasnya dalam dan memilih memberanikan diri untuk mengangkat telpon dari Dion.


"Aku harus bisa.. semangat Tania"


Ha-lo.. ( Ucap Tania menelan ludah nya)


^^^Apa kau tuli?? sampai tidak mendengarkan panggilanku? apa kau lupa dengan janjimu akan menemuiku di kantorku? ini sudah jam makan siang aku sangat kelaparan menunggu Tania"^^^


Tania menjauhkan ponsel dari telinga nya kala mendengar kata-kata Dion yang terdengar sedang marah


Ma-afkan aku.. Aku tadi mengisi data ponsel dan aku meletakkan nya di kamar. Aku lupa untuk membuat deringan ponsel ku berbunyi aku mendiamkan nya.


^^^Maka nya bawa ponselmu kemana saja kamu pergi, jangan sembarangan meninggalkan nya. Jika ada panggilan darurat bagaimana?^^^


Iya.. aku tau.. maafkan aku.. Sekarang aku akan ke kantormu.


^^^Jangan naik ojek ataupun taksi, sopirku akan menjemputmu^^^


Iya baik..


^^^Kau ini memang selalu memancing emosiku.^^^


^^^Ya sudah.. jangan lupa banyak makan siang untukku^^^


Baik..

__ADS_1


Tut...


panggilan telpon itu berakhir. Akhirnya Tanai bisa menghirup udara bebas setelah sempat tercekik dengan ucapan marah Dion


"Sejak kapan dia jadi pemarah begitu?? bukannya dulu dia tidak begitu ya?


ah.. apa yang aku pikirkan, sebaiknya aku segera beranjak pergi ke kantornya dan membawakan untuknya bekal makan siang. Aku harus cepat, jika tidak nanti dia mengamuk padaku


Tania sedang mengemasi semua bekal nya dan terdengar lah bunyi klakson mobil yang menandakan sopir suruhan Dion telah sampai


"Tan.. sopir nya sudah sampai" teriak Chika


"Iya Chi,, sebentar" balas Tania


Tania bergegas pergi menuju arah pintu dan tak lupa pula untuk pamit kepada Rendi dan Chika


"Mau kemana kamu Tan?" tanya Rendi yang sehabis dari toilet


"Chika akan menjelaskannya" saut Tania terburu-buru


"Aku pergi dulu ya Chi, jika ada apa apa hubungi aku"


"Ok" Chika mengacungkan jari jempolnya ke arah Tania


Tania segera keluar dan menyapa sang sopir.


"Maaf pak membuat bapak menunggu "


"Tidak apa nona. Silahkan masuk" balas sopir dengan ramah


mobil tersebut melaju meninggalkan kafe Tania


"Sebenarnya dia mau kemana?? kenapa buru buru sekali?


"Dia mau menemui sahabatmu?"


"Sahabatku?" tanya Dion dengan heran


"Iya sahabat mu"


"Siapa memangnya? tanya Rendi tidak mengerti


"Siapa lagi kalau bukan Dion sahabat mu Ren"


"Apa!!" pekik Rendi


"Dia mau menemui Dion? untuk apa? Apa mereka balikan?"


"Aku tidak tau bagaimana kelanjutannya, untuk saat ini aku hanya tau kalau Tania akan menemui Dion dan menemaninya makan siang


Rendi semakin tidak percaya, meskipun Rendi tau bahwa Dion masih mencintai Tania. Tapi Rendi khawatir Dion akan menyakiti Tania.


"Apa kau tidak bekerja hari ini?" tanya Chika


"Sudah tadi pagi aku hanya menemui klien sebentar setelah aku tidak ada jadwal. Makanya aku ke sini menemui kalian sahabat ku"


"Elehhh... bilang aja kalau kau bosan kan, tidak perlu menyanjung begitu"


"Hahahaha.. kau memang tau diriku Chi"


"Iyalah.. aku bukan kenal kau kemarin sore ya, sudah hampir berabad abad"

__ADS_1


Rendi semakin tertawa mendengar ucapan Chika yang sangat lucu untuknya.


🍂 Zain Groups


Tania sudah sampai dan memasuki wilayah perusahaan, di lobi ia melihat Wildan yang sedang menunggu kedatangannya.


"Wil.. Ini untukmu dari kekasihmu yang tercinta" Tania menyerahkan paper bag ke pada Wildan.


Paper bag yang berisi makanan kesukaan Wildan yang di buat langsung oleh Chika


Wildan tampak tersenyum bahagia mendapatkan makanan dari sang kekasih


"Terimakasih nona"


"Jangan memanggilku seperti itu, kan kita sudah sepakat jangan begitu. Panggil namaku saja"


"Kalau di luar perusahaan aku berani tapi jika di dalam perusahaan aku tidak berani"


"Terserah lah... ayo naik"


"Baik"


Wildan dan Tania naik menuju lantai atas perusahaan dengan menggunakan lift khusus CEO dan sang asisten, kemudian menuju ruangan CEO.


Wildan hendak membuka pintu ruangan tersebut tapi tertahan kala Tania menarik pelan ujung baju Wildan


"Kenapa Nona?" tanya Wildan setelah melihat kegelisahan di mata Tania


"Bos mu itu tidak akan memakan orang karena marah kan??" tanya Tania membuat Wildan mengulum senyumnya


"Tidak nona, Bos bukan seorang kanibal yang suka memakan daging manusia"


"Hmm.. baiklah... Kau jangan jauh jauh sekali Wil. Nanti jika dia hendak memakan ku aku akan berteriak. Kau harus datang membantuku"


Wildan tersenyum tipis. "Baik nona" balas Wildan seadanya


"Ada ad saja pemikiran nona Tania" batin Wildan tak percaya


Tania menghirup nafasnya dan membuangnya secara kasar.


Wildan kembali membuka pintu ruangan, terlihat lah Dion yang sudah selonjoran di sofa ruangannya sambil menatap langit-langit ruangan itu.


"Tuan.. Nona Tania sudah datang"


Dion menurunkan kakinya dan melihat ke arah pintu. Dion memperhatikan Tania dan Wildan


Dion mengibaskan tangannya ke udara pertanda ia ingin Wildan meninggalkan ruangan itu.


Wildan yang mengerti segera menunduk dan menutup pintu kembali


"Kemarilah..." ujar Dion yang melihat Tania hanya berdiri di sana tanpa ada niatan untuk mendekati Dion.


Dengan perasaan meremang dan jantung yang berdebar kencang, Tania berjalan pelan menuju sofa Dion


Tania sangat takut melihat wajah pria yang ada di hadapannya yang terlihat tidak bersahabat


"Tuhan.. tolong aku.. Aku tidak ingin mati muda." Doa Tania dalam hati.


...Happy Reading semuanya ❤️❤️...


...Author Hadir Kembali membawa lanjutan cerita Dion, jangan lupa untuk meletakkan kembali hadiah kecilnya dari para reader untuk cerita author ini💕...

__ADS_1


__ADS_2