My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Surat


__ADS_3

Eughhhh..


lenguhan seseorang yang ada di brankar pasien itu. Ia membuka matanya pelan dan mengedarkan pandangan sekitar.


Dengan Lemah dia masih mencoba membuka matanya dan mengingat kejadian apa yang menimpa nya.


Pintu di buka dan terlalu sang adik masuk. Dengan Lemah dia menatap dan adik.


"Abang... Abang sudah sadar.. syukur lah.. Aku akan memanggil dokter sebentar" ucap Igo langsung keluar mencari dokter


"Sayang.. kamu sudah bangun nak.. mana yang sakit.." ucap Mama Ami


Dion hanya mengerjab ngerjabkan matanya dengan pelan terlihat ia masih terlalu lemah untuk sekedar menjawab pertanyaan sang mama yang terlihat khawatir


"Mama senang sekali, sudah tiga Minggu kamu belum bangun bangun nak. Mama takut sekali" ucap Mama Ami lirih


"Sudah lah ma, yang penting Dion sudah sadar" ucap papa Zain menenangkan sang istri


Dokter yang di panggil Igo segera masuk dan memeriksa keadaan Dion


"Alhamdulillah nyonya, tuan, Keadaan tuan muda Dion sudah membaik. meskipun tubuhnya masih lemah tapi itu sudah sangat baik dari sebelumnya" ucap sang dokter


"Bagaimana dengan kelumpuhan nya?" tanya mama Ami


"Hal itu masih bisa di sembuhkan nyonya. Tuan Dion masih bisa sembuh, untuk sementara bantu beliau untuk duduk terlebih dahulu. Kemungkinan dia mengalami lemah otot di karenakan kelamaan tidur di ranjang" terang sang dokter


"Baiklah dok, terimakasih banyak" ucap papa Zain


"Baik Tuan, sama sama" ucap sang dokter, ia pamit dan meninggalkan ruangan itu


Dion tidak menanggapi apapun nampak seperti nya masih menyesuaikan diri.

__ADS_1


"Ma.." lirihnya pelan


"Ada apa sayang?" tanya mama Ami menggenggam tangan Dion


"Tan... ia ..." ucapnya masih terputus putus


Setelah menyadari apa yang terjadi padanya, Dion kembali teringat akan istrinya.


Melihat sekeliling namun wajah istrinya tidak terlihat sama sekali


"Tania... sedang pulang nak, sebentar lagi dia akan datang. Dia akan senang melihat kamu sadar kembali" ucap sang papa mencoba menenangkan Dion yang nampak mulai gusar mencari keberadaan istrinya.


Mama Ami tidak menjawab apapun, beliau memilih untuk bungkam.


"Sekarang kamu istirahat kembali biar penyembuhan kamu makin cepat. Kamu mau nanti ketemu dengan Tania dalam keadaan baik kan?" tanya sang papa


Dion mengangguk kepalanya. "Iya pa.. " ucap Dion lirih


Dion segera meminum obat yang telah di siapkan. Tidak lama ia merasa mengantuk karena efeknya, Dion tertidur kembali.


"Bagaimana ini ma, bagaimana cara memberitahu pada Abang mengenai surat itu?" tanya Igo panik


"Kita tunggu kesehatan Abang mu membaik, dia baru saja sadar tidak mungkin langsung memberitahukan tentang Tania dan surat yang dia tinggalkan. Yang ada nanti Dion semakin Shock dan kembali drop" ucap Papa Dirga


"Ucapan papa kamu benar Igo, kita tunggu saja ya sebentar lagi. Nanti biar mama yang beritahu pada Dion. Mudah mudahan Dion mengerti" ucap mama Ami lirih


"Mama telah memilih jalan yang benar untuk kebahagiaan kamu nak" batin mama Ami


...****************...


sedangkan di tempat lain

__ADS_1


"Bagaimana nak, kamu suka di disini?" tanya ayah


"Iya ayah.. Tania suka banget. Adem banget lagi yah.." ucap Tania


Tania dan keluarganya memilih meninggalkan kota tempat mereka selama ini. Mereka memilih tinggal di sebuah kota kecil yang sangat identik dengan suasana pedesaan.


sangat Jauh dari kota besar tempat selama ini mereka hidup


Keputusan itu tidak semata mata di ambilnya. Ayah tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti permintaan sang anak.


Ayah Tania juga sudah tau kronologi kecelakaan yang di terima 9 tahun yang lalu. Kejadian penusukan itu. Demi menjaga keselamatan putri nya ia menjual toko dan rumah di kota dan membeli rumah kecil dan nyaman untuk di tinggali di kota ini.


Pandangan Tania menyapu seluruh hal yang dapat di lihat nya tapi matanya mulai berkabut, matanya menahan air mata yang ingin sekali keluar.


"Kamu pasti merindukan Dion kan?? sabar sayang.. ini memang jalan takdir kita. Maafkan ayah nak tidak bisa membuat kamu bahagia" ujar ayah


Tania menggelengkan kepalanya


"Tidak ayah,, ayah adalah ayah terbaik yang Tania punya. Tania mengerti semua adalah takdir. Tania hanya merindukan nya. Mungkin ini bawaan bayi nya" ujar Tania mengelus lembut perut yang masih datar itu


Ayah tersenyum dan mengangguk, ia memeluk hangat sang putri sulung.


"Maafkan ayah dengan ketidakmampuan ayah nak" batin ayah.


...****************...


Update lagi


Semoga suka ๐Ÿค—๐Ÿ˜


Lopeeee sekebon durianโค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2