My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Rencana


__ADS_3

Tania kembali ke rumah nya. Tania di sambut oleh adiknya yang sekarang sudah bersekolah di tingkat SMP.


Adik yang sudah Enam tahun ini dia tinggal kan. Rasa haru menyelimuti hati Tania.


"Kakak..." panggil Kevin.


Tania tersenyum hangat dan berlarian memeluk tubuh Tania.


"Kakak kenapa lama sekali pulangnya? dan kenapa hari ini tidak kasih tau kalau kakak pulang? kan Kevin bisa jemput kakak" ujar Kevin cemberut.


Meskipun sudah lama Tania tidak pulang, tetap saja hubungannya dengan sang adik masih harmonis. Tania tidak pernah melepaskan komunikasi dengan sang adik dan keluarga nya.


"Ih.. sayang kakak udah gede aja, gk gemes lagi" ujar Tania terkekeh.


"Kakak mau kasih kejutan, biar semua nya terkejut" canda Tania garing.


"Gk lucu kak" balas Kevin.


"ih.. kok gitu? Kevin enggak kangen ya sama kakak" ujar Tania pura pura kesal.


"kangen dong" Kevin tersenyum lalu kembali memeluk sang kakak.


"Hehe.. ibu sama ayah dimana??" tanya Tania setelah pelukan terlepas. Ia celingak celinguk mencari keberadaan kedua orang tua nya.


"Di toko lah"


"Kamu kenapa tidak sekolah?" Kevin tidak menjawab tapi ia menampakkan wajah sedih.


"Sakitnya kambuh lagi sayang?" tanya Tania.


Kevin mengangguk kecil. "Sabar sayang ya, nanti jika sudah ada pendonor nya kita akan melakukan operasi untuk mu. Supaya tidak sakit lagi. Kakak janji akan mencari pendonor ginjal untuk mu" cecar Tania memeluk sang adik.


Tania sangat sedih melihat kondisi sang adik. Satu satunya adik tercinta dan mengindap gagal ginjal kronik. Selama ini Tania bekerja untuk membiayai pengobatan dan perawatan adiknya yang terbilang sangat besar.


Ayahnya yang juga berusaha mencari nafkah agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan pembiayaan pengobatan sang anak bungsu.


"Iya kak, Kevin tidak apa apa. Sekarang Kevin sudah merasa baikkan kok, kakak jangan khawatir" ujar Kevin.


"Ya sudah.. kakak akan memasak dulu, nanti ibu dengan ayah bisa langsung makan ketika mereka sudah pulang"


"Iya kak, Kevin bantu ya" ujar Kevin di angguki oleh Tania.


Kevin yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, sedikit lebih mengetahui bagaimana cara membersihkan rumah dan memasak.


*


*


*


"Tania..." panggil Chika.


Chika teman satu tempat kerja Tania dulunya. Dia dan Tania menjadi teman baik di tempat kerjanya.


Chika berdiri dan memeluk tubuh Tania dengan erat. Chika melepaskan kerinduannya untuk sahabat tercinta yang beberapa tahun terakhir ini belum pernah bertemu.


"Akhirnya kamu kembali Tan, aku sangat senang" ujar Chika setelah mereka duduk di kafe itu.


"Iya aku juga Chi, kita bisa berjumpa kembali"

__ADS_1


"Oh iya Chi, aku ingin mengajak mu bekerja dengan ku. Aku ingin membuat kafe, aku sudah melihat tokonya dan kurasa cukup bagus" ujar Tania.


"Benarkah Tan? aku mau Tan. Aku sangat senang bisa bekerja dengan mu" balas Chika kegirangan.


Ia sangat senang bisa kembali bekerja sama dengan sang sahabat yang sudah dia anggap sebagai keluarga.


"Tapi kamu bilang kamu bekerja di sebuah restoran" ucap Tania mengingat Chika pernah mengatakan hal tersebut.


"Itu dulu Tan, sudah lima bulan yang lalu aku tidak bekerja. Hal itu terjadi semenjak kekasihku melarangnya aku tidak bekerja lagi"


"Apa!! kamu punya seseorang kekasih?" pekik Tania.


Chika menutup kedua telinganya. "Iya, dia seorang sekretaris di salah satu perusahaan di kota ini" balas Chika menaikkan alisnya.


"Wah.. bagus dong, kamu tidak perlu bekerja lagi"


"Ih.. tidak mau tan, aku bosan. Belum juga menjadi istrinya dia sudah melarang ku untuk bekerja. Aku bosanlah.. dan juga aku rasa tidak pantas dia selalu mengirimkan uang setiap bulan untuk ku padahal aku hanya sekretaris bukan istrinya"


"Itu tandanya dia tidak ingin kamu lelah bekerja. Tapi nanti jika dia tidak mengizinkanmu bagaimana?"


"Kamu tenang saja, aku sudah punya cara agar dia luluh dan mengizinkan aku bekerja dengan mu"


"Hmm.. baiklah"


"Tapi kapan kau memperkenalkan kekasih mu itu padaku? "cecar Tania menahan tawa.


"Nanti saja lah, bila dia ada waktu nanti aku akan memperkenalkan padamu. Dia sekarang sibuk sekali, sudah dua hari ini tidak memberikan kabar padaku. Terakhir kemarin lusa" helaan nafas berat Chika.


"Kan cuma baru dua hari Chi, bukan dua tahun"


"Kalau dua tahun sudah selesai saja hubunganku dengannya" sungut Chika.


"Hmm.. iya Tan. Tentang pembukaan kafe itu apa kau sudah izin pada kedua orang tua mu? "


"Sudah.. mereka mengizinkan"


"Baguslah kalau begitu. Ok.. lusa kita akan membenahi kafe mu. Aku jamin kekasih ku akan mengizinkan untuk bekerja denganmu"


"Ok Chi"


"Kita ke mall yok?? sekedar jalan jalan saja" saran Chika.


"Ayok.. lagian aku juga kangen jalan bareng kamu Chi, kan udah lama kita gk hangout bareng"


Chika mengangguk kepalanya, mereka menuju Mall biasa mereka nongki saat bekerja dulu.


*


*


*


"Sayang,, ada anak teman mama mau kenalan sama kamu. Kamu mau ya? kasian dia udah jauh jauh ke sini. nanti kamu temani dia jalan jalan ke mall sebentar sembari kalian saling mengenal satu sama lain" pinta mama Ami dengan penuh harap.


Dion melihat harapan di mata mamanya menjadi tidak tega. Dion mengalah dan mengikuti permintaan mama nya.


"Iya ma.." angguk Dion. mama Ami seketika berbinar mendengar ucapan setuju putra sulungnya.


"Sebentar lagi dia sampai kok, tadi mama suruh dia ke kantor kamu saja" balas mama Ami sangat senang.

__ADS_1


"Hmm.. baiklah"


"Mama masih sama, suka sekali mengenalkan aku pada wanita. Aku tau niat mama agar aku bisa melupakan Tania. Tapi aku takut aku tidak bisa" batin Dion.


"Apa yang kamu katakan Dion. Kamu harus melupakan semua tentang Tania" Dion menggeleng geleng kepala.


"Kamu kenapa sayang? kamu sakit kepala?" tanah mama Ami melihat Dion menggeleng geleng kepala.


"Enggak ma, hanya pegal saja" elak Dion. Ia tidak ingin mama nya tau kalau sekarang dia sedang memikirkan Tania.


"Owh.. mama kira kamu sakit" ucap mama Ami dengan lega.


"Enggak kok ma".


Tok


Tok


Tok


"Tuan.. Nyonya.. ada nona Adelia yang ingin berjumpa" ucap Wildan sang sekretaris.


"Suruh masuk Wil" balas Dion.


"Baik Tuan" Wildan melangkah keluar dari ruangan dan kembali membuka pintu agar Adelia bisa masuk.


"Sayang..." ujar mama Ami menghampiri Adelia.


"Tante..." balas Adelia menyambut mama Ami dengan pelukan.


Sedangkan Dion hanya menatap datar pada dua manusia yang saling berpelukan di depannya.


"Ayuk Tante kenalin sama anak Tante" mama Ami menarik Adelia agar bisa berdekatan dengan Dion.


"Sayang.. ini anak teman mama, nama nya Adelia. Cantik kan?" tanya mama Ami.


Dion mengangguk tipis. "Adelia" ujarnya mengulurkan tangannya pada Dion.


Dion sedikit jengah, bukan kali pertama mamanya memperkenalkan seorang gadis padanya. Dion menghela nafasnya.


"Dion" balas Dion dengan senyum tipis dan nampak tak ikhlas.


"Jadi kan kamu temani Adelia?" tanya mama Ami memastikan.


"Iya ma" balas Dion singkat.


Mereka berbicara sedikit lama di ruangan Dion. Lebih tepatnya hanya mama Ami dengan Adelia yang berbincang, sedangkan Dion hanya diam tidak menyahut apa pun.


...****************...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊...


...Jangan lupa untuk mampir di cerita author Menemukan Ibu ya 😀...


Jangan lupa untuk


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote beserta kupon kupon hadiahnya 😉🤭


__ADS_2