My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Masih Cemburu


__ADS_3

Seminggu berlalu, kafe Tania yang sudah di buka pun juga kedatangan pengunjung. Meskipun tidak terlalu ramai tapi Tania senang.


Tania hanya berprasangka baik bahwa setiap orang yang datang itulah adalah rezeki untuknya.


Kafe yang bergaya anak muda, dengan perpaduan warna coklat dan hiasan yang berorientasi pada anak muda seperti kafe kafe lainnya.


Tania tidak bekerja sendiri, ia bekerja dengan Chika. Sesekali Wulan akan datang menjumpai Tania.


Wulan kekasih Rendi itu hanya mempunyai waktu kurang lebih dua minggu lagi. Ia harus kembali ke tempat ia menimba ilmu untuk melanjutkan studi dan segera menikah dengan Rendi.


Tania di sibukkan dengan pemasukan bahan untuk kafe dan juga bagian pelayanan, sedangkan Chika di sibukkan dengan kasir dan juga pelayanan pengunjung kafe.


Mereka terkadang sedikit kelelahan. Hari hari tertentu terkadang kafenya di penuhi oleh anak anak muda yang terkadang hanya ingin nongkrong bareng teman. Ada juga mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah nya.


Tania mencari lokasi kafenya itu tidak jauh dari pada kampus ternama di kota ini. Menurut nya akan lebih bagus jika berdekatan dengan mahasiswa kampus.


Kafe yang dikelola Tania yang juga menjunjung tinggi ketenangan dan privasi, banyak mahasiswa yang suka membuat tugas di sana. Ada lokasinya yang di buat Tania bagi mahasiswa yang a ingin fokus mengerjakan tugas tanpa di ganggu oleh suara dari pengunjung lainnya.


Maka banyak dari itu mahasiswa tertarik untuk berkunjung di kafe itu. Banyak dari mereka menyukai tempat Tania.


...****************...


Di seberang jalan terlihat sebuah mobil yang telah memperhatikan kafe itu sejak dari tadi pagi sebelum terbuka.


Terlihat di dalam mobil itu ada dua orang pria. satu di kemudi satu lagi di belakang. Sepertinya seorang bos dengan asistennya.


"Kenapa ia suka sekali bekerja di daerah sana? kemarin di kota A dia juga bekerja di dekat dekat kampus yang ada mahasiswa laki laki. Dulu saat aku kuliah dia juga bekerja dekat kampus ku" gumam pria itu.


"Apa baginya satu saja tidak cukup? apa dia harus melihat wajah wajah mahasiswa tengil itu?" lanjut pria itu.


"Kenapa aku harus lelah memikirkan nya? memang dia siapa? aku tidak mengenalnya" gerutu pria itu tanpa henti.


Sedangkan pria yang di posisi kemudi juga sedang berfikir, jadi dia tidak mendengarkan ucapan pria di belakang nya.


"Kenapa tuan harus menunggu di sini? tapi aku rasa familiar dengan tempat ini? tapi tempat siapa? aku tidak pernah ke sini, tapi rasanya aku pernah mendengar tentang kafe ini? tapi siapa?" batin pria kemudi.


Lama menunggu dan akhirnya terlihat di sana Tania dan Chika keluar dengan membawa sampah.

__ADS_1


Kedua pria itu menatap tajam kearah mereka, apa lagi pria di posisi kemudi. Ia sangat terkejut saat melihat sang kekasih di sana.


"Itu sayangku..." gumamnya pelan.


"Jadi yang aku rasakan familiar tadi gara gara ucapan Chika yang meminta bekerja di sini. Apa jangan jangan yang di tunggu tuan dari tadi adalah wanita yang berada di samping Chika kekasih ku?" tanyanya membatin.


"Tuan.. apa anda ingin menghampiri nya?" tanya Wildan dengan pelan, ia sangat takut jika nanti tuannya marah dan mengamuk padanya.


"Em.. tidak.. aku hanya ingin melihat nya dari jauh saja" balas Dion dengan pelan.


Wildan mengangguk mengiyakan. "Nanti aku tanya Chika ada apa sebenarnya" batin Wildan.


"Aku tidak tau ta, kenapa aku terus melihat mu dari jauh. Aku tidak tau, dari dulu aku terus ingin melihat mu. Namun aku tahan dengan cara bekerja dan juga dulu aku menahan diri agar tidak mencari mu"


"Tapi sekarang aku tidak bisa berjauhan dengan mu Ta. Aku tidak bisa mengubah rasa cintaku untukmu menjadi benci. Aku sangat merindukan mu Tan" lirih Dion dalam hati.


Wildan melihat ke kaca dan melihat penampakan wajah Dion yang terlihat sangat sendu.


"Sepertinya wanita itu yang bernama Tania, wanita itu juga mantan kekasih bos yang katanya telah menyakiti hati bos dengan cara menduakan cinta bos. Tapi aku melihat bos masih sangat mencintai wanita itu. Mungkin terlihat bodoh di mata orang lain karena dia masih mengharapkan kehadiran wanita yang telah menyakiti perasaannya, tapi bagiku itu hal yang sangat luar biasa. Tandanya cinta bos sangat dalam untuk nya. Ku harap semoga bos mendapatkan jalan keluar dari masalah ini" doa tulus dari Wildan meskipun dalam hati nya.


Tiga puluh menit berlalu, Dion rasa sudah cukup dan ia akan kembali ke kantor untuk bekerja.


"Baik Tuan" balas Wildan dengan patuh.


Ketika hendak pergi tetapi tiba tiba Dion menyuruh Dion tidak jalan dulu.


Wildan juga menuruti dan melihat ke arah yang sama pada pandangan mata Dion.


"Siapa pria itu?" tanya Wildan dalam hati.


"kenapa Chika sangat senang berjumpa dengan nya? siapa pria burik itu?" gerutu Wildan dalam hati karena cemburu tidak jelas.


...Dasar WildanπŸ˜‚...


"Chika... Tania.." panggil Rendi yang melihat Tania dan Chika ingin kembali memasuki kafe.


Chika dan Tania menoleh. "Eh.. ada si bro.. Ngapain kesini ?" tanya Chika dengan gaya bercanda nya.

__ADS_1


Rendi menyunggingkan senyum melihat tingkah lucu Chika yang terlihat sangat lucu.


"Di tanyai malah ketawa" ketus Chika terlihat kesal"


"Hehehe.. abis kau itu lucu dari dulu" balas Rendi mengacak acak rambut Chika.


Adegan acak mengacak rambut Chika juga menjadi adegan mengacak acak api cemburu pada Wildan di seberang sana. Wildan terlihat menggenggam setir mobil dengan kuat.


"Ya itu lah aku, aku hadir untuk menghibur kalian para sahabat ku" serocos Chika yang membuat Tania tersenyum.


"Ayok masuk dulu Ren.. kita ke dalam saja" ucap Tania mengajak Rendi.


"Oke.. mari kita masuk, aku juga penasaran dengan keadaan dalam kafe mu Tan" balas Rendi.


"Ayo.. mari" ucap Tania menarik tangan Chika dan juga Rendi agar masuk ke kafe miliknya.


Dion terdiam melihat interaksi Rendi dan Tania. Ya pria itu adalah Rendi yang Dion tau bahwa Rendi adalah kekasih Tania. Selain Rendi itu adalah pacar Tania dan mantan sahabat nya, Rendi juga rekan bisnisnya. Dion tidak pernah tau kalau Rendi hanya kekasih pura pura Tania untuk mengelabui mama Ami dan menyelamatkan keluarga Tania.


"Aku kembali merasakan sakit, aku tidak tau mengapa ini sangat sangat sakit. Melihat nya seperti itu aku merasa sakit, tapi jika aku tidak melihat mereka berinteraksi lagi aku tim seakan melupakan rasa sakit ku" batin Dion.


...Kok author jadi sedih ya, kasian Dion😒...


Tak ingin berlama lama melihat interaksi mereka, Dion memilih untuk pergi dari sana dengan perasaan campur aduk melihat kemesraan Rendi dan Tania.


Padahal di sana hanya ada interaksi biasa tanpa ada kemesraan. Namun dalam pandangan Dion terlihat Tania dan rendi berinteraksi dengan sangat mesra penuh cinta. Bahkan Dion melupakan kehadiran Chika yang memang berada di antara mereka.


...****************...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊...


...Jangan lupa untuk mampir di cerita author Menemukan Ibu ya πŸ˜€...


Jangan lupa untuk


Like


Komentar

__ADS_1


and Vote beserta kupon kupon hadiahnya πŸ˜‰


__ADS_2