My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Perlu Bantuan


__ADS_3

Dion berjalan sendiri menuju pintu keluar rumah sakit. Ia baru saja mengambil obat untuk dirinya. Dion tidak ditemani Wildan, dia bisa sendiri.


Sepanjang perjalanan Dion mendengar samar sama suara dari seseorang yang di kenalinya. Awalnya Dion tidak menghiraukan tapi karena masih penasaran Dion menajamkan pendengarannya.


Di sana terdengar suara wanita yang sedang terisak dalam tangisnya.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya wanita itu pada dokter.


"Seperti yang telah saya katakan satu bulan yang lalu. Saudara Kevin harus segera mencari pendonor dan melakukan operasi. mungkin untuk satu bulan ini saudara Kevin sanggup menahan rasa sakit di tubuhnya, tetapi jika terus di abaikan maka akan sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan saudara Kevin. Saya harap anda dan keluarga mengambil keputusan yang benar agar bisa menyelamatkan nyawa adik anda. Kalau begitu saya permisi" pamit sang dokter.


Tania terduduk lemah. Ia merasa menjadi kakak yang tidak berguna, ia tidak bisa menyelamatkan nyawa adik nya.


"Bagaimana aku mencari tahu tentang pendonor nya? apakah ada orang yang mau melakukan nya? kalau ada mereka pasti meminta dengan harga yang sangat fantastis. Aku tidak sanggup. Dimana aku harus mengumpulkan uangnya? uang untuk pendonor dan uang operasinya, setidaknya itu membutuhkan 1 M."


"Bagaimana ini Tuhan.. aku harus bagaimana? aku tidak ingin kehilangan adikku. Hanya dia saudaraku. Hiks...hikss" ucap Tania dengan tangisnya.


Dion yang sedari tadi terdiam dan menguping seketika merasa sangat sedih mendengar ucapan pilu Tania. Namun, sejurus kemudian dia menampakkan senyuman devil nya.


"Ini memang waktu yang tepat" Ujar Dion dengan tersenyum dan berlalu meninggalkan Tania.


Tak lama datang Chika dan kedua orang Tania. Tania menjelaskan semuanya yang dikatakan oleh dokter padanya.


Orang tua Tania menjadi sangat sedih. Mereka merasa tidak bisa melakukan apapun.


Chika menenangkan Tania.


...****************...


Sorenya di sebuah kafe terlihat Chika dan sang kekasih hati, siapa lagi kalau bukan Wildan sekretaris Dion.


Hari ini Wildan mendapatkan jatah istirahat lebih awal dari pada biasanya. Wildan tidak ingin membuang-buang waktu itu segera mengajak sang kekasih melakukan makan bersama dan kencan tentunya.


Mereka menikmati makanan nya lebih tepatnya hanya Wildan sedangkan Chika sedang bergulat dengan pemikirannya sendiri.


"Ada apa sayang hmm?" tanya Wildan melihat guratan di kening Chika. Wildan merasa Chika sedang memikirkan sesuatu. lebih tepatnya Chika melamun.

__ADS_1


"Eh.. tidak ada apa apa" bohong Chika.


"Kamu jangan berbohong padaku. Aku tau kamu sedang memikirkan sesuatu" balas Wildan mengelus rambut Chika.


"Tidak.. itu hanya pemikiran mu saja" kilah Chika.


"Chika Anastasya.. Jangan bohong kepadaku. Cerita kan kepadaku. apa yang mengganggu pikiranmu?" ujar Wildan tegas.


Chika terkejut. Ia tau Wildan akan sangat marah jika ia tidak jujur. Chika menghela nafasnya.


"Baiklah aku akan menceritakan. Aku ingin minta tolong padamu"


"Tolong apa sayang? aku akan membantumu"


"Bisakah kamu memberikan uang padaku sebanyak 1 M? aku janji akan membayar nanti uangnya. aku akan menjadikan sebagai hutangku padamu"


"Untuk apa kamu uang segitu? apa bapak sakit?" tanya Wildan sedikit terkejut. Wildan tau Chika bukanlah orang yang matre. Selama ini uang uang diberikannya pada Chika selalu tidak pernah di habiskan oleh Chika.


"Bukan.. keluarga ku baik baik saja. Tapi aku membutuhkan uang itu untuk temanku"


Chika mengangguk kepalanya. "Bisa ceritakan secara lengkapnya?" pinta Wildan.


"Tania membutuh kan uang itu untuk melakukan pengobatan adik laki-laki nya yang bernama Kevin. Kevin mengidap penyakit gagal ginjal, sudah lama mengidap penyakit itu. Selama ini Kevin selalu melakukan pengobatan dengan cuci darah dan juga ia berusaha untuk menutupi rasa sakitnya. Jika dia kesakitan dia hanya mengatakan sakitnya sedikit saja. Selama dua bulan ini penyakitnya semakin parah. Dan lebih parah lagi kemarin tiba-tiba Kevin mengeluh sakit yang luar biasa hingga dilarikan ke rumah sakit. Saat di sana dokter mengatakan bahwa harus ada yang menjadi pendonor ginjal untuk Kevin dan segera mungkin untuk dilakukan tindakan operasi. Tania dan ayahnya sudah melakukan pengecekkan, mungkin salah satu dari mereka cocok ginjal nya dengan kevin. Aya Tania cocok tapi masalahnya, ayah Tania pernah menjadi salah satu korban penusukkan pada salah satu ginjalnya beberapa tahun yang lalu sehingga sangat beresiko jika jika ia mendonorkan ginjalnya. Kamu tau kan, berapa biaya untuk mencari pendonor dan berapa biaya untuk melakukan operasi itu. Sedangkan Tania tidak memiliki uang yang banyak, ia baru saja merintih kariernya. Maka dari itu aku ingin membantu nya, ya meskipun aku ngutang juga sama kamu. Aku tidak masalah yang penting aku bisa membantu sahabat ku itu. Aku janji akan membayar segera uang mu padaku. Ku mohon bantu aku Wil" ujar Chika sendu.


Wildan menghela nafas sembari melihat ke arah Chika. Karena tak mendapat respon dari Wildan, Chika terdiam dan menunduk.


"Baiklah.. maafkan aku, aku tau kamu tidak sekaya itu. Maafkan aku, aku tau kamu tidak mungkin memberikan uang sebanyak itu padaku kan. Terimakasih sudah mendengar keluh kesah ku Wil"


"Hey... kamu bicara apa sayang. Siapa juga yang tidak ingin membantu mu. Dan lagian ya, uang ku sangat banyak, jika hanya memberikan sedikit untukmu bisa aku lakukan"potong Wildan cepat.


"Kamu serius?" tanya Chika berbinar-binar


"Iya sayang..aku akan membantumu" balas Wildan mendekap Chika dan mencium puncak kepala nya.


"Terimakasih sayang.. kamu memang yang terbaik" ujar Chika mengacungkan ibu jari nya pada Wildan.

__ADS_1


"Kamu tenang saja. aku akan membayar uang itu ya meskipun aku menyicilnya" lanjut Chika.


"Tidak.. aku tidak mau kamu menyicilnya"


"Ya mau gimana dong, aku tidak bisa memberikan uang itu secara lunas.Aku.."


"Sayang.. bukan begitu maksud aku. Maksud aku kamu tidak harus membayarnya. Kamu anggap saja aku memberikan uang itu untukmu. Tidak ada hutang di sana" potong Wildan.


"Tapi uang itu sangat banyak Wil. Aku tidak mau aku akan membayarnya" balas Chika.


"Hemm.. jika kamu bersikeras ingin membayar nya kamu bisa membayarnya dengan cara kamu tetap berada di sisiku selamanya. Aku tidak peduli dengan uang itu. yang penting kamu tetap berada di sisiku selamanya sudah lebih cukup untuk ku sayang"


Chika terharu. Ia memeluk tubuh Wildan dan mengecup sekilas bibir seksoy Wildan. "Terimakasih sayang. Aku janji akan setia di sisimu" ungkapan Chika dengan genangan air matanya.


"Sama sama sayang" balas Wildan mendekap erat tubuh Chika.


"Aku akan mengabari Tania bahwa kamu sedia membantunya" ucap Chika di anggukan Wildan.


Chika segera menyambar ponsel miliknya dan menelpon Tania. Tiga kali menelpon namun tidak ada yang menjawab maka Chika mengirimkan pesan saja pada Chika.


"Seperti nya dia sibuk. tidak apa apa yang penting nanti aku sudah kasih tau melalui pesan. Nanti dia pasti membacanya" ujar Chika.


"Ya sudah.. mari kita lanjut makan nya. Setelah itu kita harus ke apartemenku untuk bersih bersih agar nanti malam kita bisa kencan romantis" ucap Wildan membuat Chika malu hingga memukul pelan dada Wildan. Wildan terkekeh geli melihat wajah malu Chika yang menggemaskan untuknya.


...****************...


Kalau ada salah penulisan atau apa mohon kritik nya ya teman teman🙏🙏


Salam hangat dari author Blue😘 sang penulis Abal Abal.


Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya😁


Like👍


Komentar💌

__ADS_1


dan Vote🌹🌹


__ADS_2