
Plak!!
Tamparan keras dilayangkan papa Zain pada wanita yang berstatus sebagai istrinya
"Papa!!" pekik mama Ami
"Kenapa kamu melakukan hal itu ma!!" sentak papa Zain
Papa Zain sangat marah ketika melihat Video yang memperlihatkan dengan gencarnya sang istri menyakiti menantunya
Di sana hanya ada papa Zain dan mama Ami. Sedangkan Tania berada di kamar nya dan sedang di tangani oleh dokter
"Dia memang pantas mendapatkan nya pa, lihatlah sekarang papa pun juga membela ja*lang itu" ucap mama Ami
"Astaghfirullah ma, sadar ma,,, Kenapa mama tidak merasa bersalah sedikitpun setelah apa yang mama lakukan ini sangat keterlaluan dan tidak dapat dimaafkan"
"Apa??! papa mau memenjarakan mama begitu?" tanya mama Ami dengan nada tinggi
"Iya!!" jawab papa Zain tak kalah tinggi nya
Mama Ami membulatkan matanya, "Hah.. semua ini gara gara wanita ja*lang itu, aku tidak terima. Aku harus membunuh" ujar Mama Ami yang hendak melangkah maju ke kamar Dion
Papa Zain dengan sigap menarik kuat tangan istrinya dan menghempaskan begitu saja
"mama stop!!" hardik papa Zain
"Mama ini kenapa? kenapa mama senekat itu? apa salah Tania dengan mama?" tanya papa Zain
"Dia salah pa!! dia salah!! ibunya salah!! ibunya!! Wanita ja*lang itu adalah anak dari wanita yang membunuh mamaku pa!" ujar mama Ami dengan keras
Papa Zain terkejut dengan penuturan mama Ami. Apa maksudnya jika ibu Tania yang menjadi akibat terjadinya kecelakaan pada saat itu?
"Dia dan ibunya sama sama wanita sialan, mereka telah merebut kebahagiaan ku" ucap mama Ami dengan keras
"Apa maksud mama?" tanya Tania yang ternyata sudah berdiri di tangga bersama Dion yang memapahnya
Mama Ami menatap tajam ke arah Tania, "Kau adalah anak pembunuh ibuku, ibuku mati gara gara menyelamatkan ibumu. ibumu yang tiba-tiba muncul ke jalanan hanya mengambil bola. Saat itu mamaku sedang membawa mobil dan mengerem mendadak sehingga dia menabrak tiang listrik hingga meninggal" terang mama Ami dengan nada keras
"Kau pembunuh!!!" ujar mama Ami
"Tidak.. tidak... itu tidak benar" ujar Tania menangis
"Sayang... tenanglah..."
"Tapi mas,, ibuku tidak begitu mas" ujarnya pada Dion
"Hahahaha... untuk apa kamu menangis wanita sia*lan, kamu pembunuh seharusnya aku membunuh mu dulu" sentak mama Ami dengan geramnya
"Mama ini kenapa menarik kesimpulan seperti itu? itu memang murni kecelakaan ma" saut papa Zain
Mama Ami menatap tajam ke arah suaminya, dan semakin membuat nya membenci Tania
__ADS_1
Dengan secepat kilat wanita paruh baya itu langsung berlari ke arah Tania dan dengan cepatnya menarik rambut Tania
"Dasar wanita si*alan, tidak tau diri" hardik mama Ami
"Akh... maa..." rintih Tania
Dion membeliak matanya terkejut dengan kuat Dion menarik kembali tangan mamanya dan menyentak tangan tersebut
Papa Zain juga ikut meleraikan jambakan mama Ami pada rambut Tania
"Mama... Stop!!!" ujar Dion dengan lantang
Mama Ami sedikit tersungkur di lantai, papa Zain tetap membantu mama Ami meskipun dia sangat kecewa pada istrinya
Dion benar benar marah dengan kelakuan mamanya.
"mama tidak berhak melakukan hal itu pada istriku!! akan aku laporkan mama ada pihak berwajib jika mama menyakiti istriku!!" sentak Dion dengan wajah memerah
Mama Ami bukannya sadar, tapi dia kembali menatap tajam ke arah Tania
"Harusnya aku membunuh delapan tahun lalu bukan menyakiti ayahmu biar kau tidak menyebabkan masalah pada keluargaku!!" sentak mama Ami
Papa Zain dan Dion terkejut dengan ucapan mama Ami yang tanpa sadar menunjukkan bahwa mama Ami dulunya memang pernah menyakiti Tania.
"Maksud mama apa?" Dion merendahkan suara nya
Tania di sembunyikan Dion di belakang tubuhnya.
Mama Ami membeliak matanya, dia sepertinya terkejut atas ucapannya sendiri
Mama Ami kembali bungkam dan membuang wajahnya ke arah yang lain. mama Ami terlihat sangat gugup dan gelisah
Papa Zain menghela nafas berat, dia tau betul bahwa saat ini memang bahwa mama Ami secara tidak sengaja membuka kejahatannya yang tidak mereka ketahui.
Dion menatap kebelakang pada istrinya, Tania menatap nya dengan tatapan sendu.
Dion mengeraskan rahangnya, entah apa yang dirasakan nya.
Dion memejamkan matanya sejenak "Nanti ceritakan padaku semuanya, jangan ada yang di tutupi" ujar Dion dengan nada rendah namun tidak ingin di bantah
Tania hanya bisa melipatkan kedua bibirnya dengan mata yang berkaca-kaca
"Aku akan menyelediki semuanya ma, mama siap siap saja akan aku jebloskan ke penjara. Perilaku mama sudah masuk pada penganiayaan dan kejahatan. atas apa yang mama katakan tadi akan aku cari buktinya" ujar Dion
Papa Zain hanya diam tidak membantah ucapan Dion. Papa Zain sadar bahwa kelakuan istrinya sudah memang sangat keterlaluan
"Tidak!! Tidak!!! mama tidak salah!!" teriak mama Ami
"Kamu tega sekali dengan mama" lirih mama Ami
"Mama lebih tega dan kejam pada istriku!!" ujar Dion tegas
__ADS_1
"Ini semua salah ja*lang itu!!" ujar mama Ami kembali
"mama Stop!!" hardik papa Zain
mama Ami melihat ke arah suaminya, "Mama stop menyalahkan orang lain, semua ini bukan salah Tania. Ini murni kesalahan mama, dendam mama yang tidak tau apa yang menjadi penyebab utama mama membencinya Tania"
"Harusnya mama sadar dan tidak menyalahkan orang lain dengan kesalahan mama. Papa benar benar kecewa dengan tingkah mama" ujar papa Zain dengan nada kecewa
Mama Ami diam dan mengepalkan tangannya kuat kuat.
"Aku akan buktikan pada mama kalau masa itu Oma meninggal murni karena kecelakaan bukan karena ulah ibu mertuaku"
"Pa.. Dion pamit ya pa, Dion akan tinggal di rumah kami yang baru. Dion tidak yakin bisa meninggalkan istri Dion dengan mama. Nanti mama akan menyakiti istri Dion pa" ujar Dion pada sang papa
Dion pamit untuk meninggalkan mansion utama Zain tersebut
"Tidak!! Dion tidak boleh meninggalkan mama" ucap mama Ami dengan memekik
Namun ucapan tersebut tidak di gubris oleh Dion.
"Iya nak, kalian hati hatilah. Nanti kabari papa saja jika sudah sampai" ujar papa Zain yang tidak mendengar ucapan istrinya
Papa Zain mendekati Tania, "Nak.. maafkan mama ya" ujar papa Zain, Tania mengangguk kepalanya.
Mama Ami menarik tangan Dion, "Tidak.. kamu tidak boleh tinggal bersama wanita itu, kamu hanya boleh tinggal dengan mama" ucap mama Ami
Papa Zain langsung menarik tangan istrinya, "Kalian pergilah, mama biar papa yang urus" ujar papa Zain
Dion dan Tania langsung melangkah ke arah pintu utama.
Dion tidak mempedulikan teriakan mama nya yang meronta-ronta memintanya agar tidak pergi
Saat ini bagi Dion keselamatan istrinya sangat penting, Tania diam tidak menanggapi apapun.
Dion segera menggendong istri nya ala bridal style karena ia tau istrinya masih lemas akibat kelakuan mamanya
"Sudah.. jangan protes, kamu masih sakit" ucap Dion cepat kala ia mengetahui istrinya ingin protes karena Dion menggendong nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mama Ami yang marah, author yang capek ngetiknya 🤦
Semoga suka 💕
Jangan lupa untuk mampir juga ke cerita author yang lainnya
...Tamat...
...Menemukan Ibu...
...On-Going...
__ADS_1
...Sorry My Suami...
Happy Reading 💕😘