
"Arrghhh!!"
Tania menyumbat telinga nya dengan guling tidurnya kala mendengar suara telpon milik dirinya yang dari tadi tak henti berdering.
Tania melihat jam dinding di kamarnya yang masih menunjukkan pukul dua malam. Tania meraih handphone miliknya yang terletak tidak jauh darinya.
Tania melihat nama yang sedang menelepon nya pada dini hari.
Tania hanya melihat dan tertera nama Dion di sana.
"Apa dia ni? ini masih jam dua pagi"
"Bisa kan dia menelepon ku besok pagi saja"
"Aku tak akan mengangkat nya, nanti nanti kejadian kayak dulu. Dia menelepon dan mengganggu tidurku hanya mengatakan hal yang tidak penting "
Triiiiingg!!!
Lagi lagi telpon Tania berdering tanpa henti.
Tania menghela nafasnya sebelum memilih mengangkat panggilan tersebut.
"Ok Dion..
Aku akan mengangkat nya jika kau mengatakan hal yang tidak penting aku rasa akan membunuhmu" ujar Tania mengelus dada nya.
Halo ucap Tania dengan setenang mungkin
Kenapa kau lama sekali mengangkat panggilan dari ku? tanya Dion seperti orang kesal.
ya jelaslah aku mengangkat nya lama. apa tuan Dion terhormat tidak tau jika sekarang jam orang lain untuk beristirahat?
Ya... aku tau balas Dion gelagapan.
Baguslah.. jadi jangan memarahiku jika aku baru mengangkat panggilan dari anda.
seharusnya aku yang marah karena anda menganggu waktuku untuk beristirahat balas Tania dengan sedikit kesal
Apa yang ingin anda katakan Tuan? lanjut Tania
Khemmm.. Terdengar suara geheman Dion diseberang sana
Aku ingin bertanya padamu apa besok kita bisa berjumpa. aku ingin menyampaikan sesuatu padamu. ini penting tidak boleh kau menolaknya. Aku tidak peduli apa pun alasannya aku tidak menerima penolakan dari dirimu ujar Dion
"Jika ini pertanyaan aku bisa atau tidak kenapa di ujung kalimat kau memaksa ku" batin Tania
Ya ampun Tuan. apa salahnya jika anda mengatakan besok pagi saja atau mengirim kan pesan padaku tanpa harus menelpon ku berkali-kali balas Tania dengan bersungut-sungut
__ADS_1
Aku menelepon mu biar kamu mengingatnya dan tidak melupakan besoknya. Aku tidak suka orang yang terlambat alasan Dion yang tidak masuk di akal
Pokoknya aku tidak menerima alasan mu yang tidak bisa menjumpai aku besok lanjut Dion tegas
"Dia ini memaksa sekali" batin Tania yang tidak bisa memotong ucapan Dion.
"Dia masih egois tidak menerima apapun perkataan ku"
Jangan mengutuk ku, aku mendengar kannya balas Dion
Tania membola matanya. "Apa dia bisa mendengar kan apa yang aku katakan dalam hati? apa dia titisan cenayang?" batin Tania yang tak habis pikir dengan perkataan Dion.
Aku tidak mengutukmu tuan. Kau jangan berprasangka buruk padaku balas Tania
Terserah padamu, yang penting kau jangan lupa besok jumpai aku jam makan siang di kantor ku. dan jangan lupa bawakan aku makan siang ucap Dion mengingatkan Tania sekali lagi
Setelah mengatakan perintah nya pada Tania, Dion segera memutuskan sambungan telepon nya.
"Cih.. Dia seperti tuan raja saja. Dia benar benar sangat menggangu malam ku" Jengah Tania mematikan telpon nya.
Tania akan melanjutkan tidurnya tanda di ganggu oleh siapapun. Bagi Tania tidur adalah cara terbaik untuk istirahat dan menghilangkan penat dan mengembalikan semangat dan energi nya kembali.
πππ
Pagi menyapa dengan mentari yang mulai memasuki bumi.
Tania tampak mengulas senyumannya, bagaimana pun besok sore sang adik akan kembali ke rumah mereka dan Tania tidak akan kesepian lagi.
"Sebaiknya aku segera pergi ke kafe, kasian Chika mengurus nya sendiri. Aku telah meninggalkan kafe itu selama dua hari" Ujar tania meneguk habis susunya.
Tania jika pagi hari memang sering meminum susu. Menurutnya susu bagus untuk meningkatkan energi nya di pagi agar aktivitas sepanjang hari terasa lebih menyenangkan.
"Kau sudah datang Tan?"
"Iya.. seperti yang terlihat"
"kapan kau pulang?"
"Kemarin siang"
" O... Apa kau di antar sampai rumah dengan Wildan kemarin?" tanya Chika yang membuat Tania heran
"Iya"
"Huh... aku kira dia mengantarkan dirimu tidak sampai rumah hanya sampai jalan dekat rumahmu" ucap Chika bernafas lega
"Kenapa kau berfikir buruk terhadap kekasihmu chi?" tanya Tania dengan semakin heran
__ADS_1
"Ya.. mana tau bos karpet dia tu menyuruh seperti itu" tuduh Chika
"Hahaha... ada ada saja kau Chi.. Meskipun begitu aku yakin Wildan tidak akan berani melakukan nya. Kan Dia tau kalau aku sahabat mu Chika.
Jika dia berani pasti dia takut aku akan mengadu padamu " ujar Tania yakin.
"Kau katakan saja padaku jika dia berani ikut menyiksa dirimu. Akan aku beri pelajaran padanya meski dia kekasih ku" Balas Chika dengan mata yang mantap
"Emmm..aku sangat terharu" ujar Tania memeluk Chika.
"Aku sahabat mu Tan, aku tidak akan membiarkan orang lain menyakiti dirimu. Kau tau aku sangat khawatir selama di kota lain, aku takut Dion menyakiti mu" lirih Chika
"Tidak Chika.. Dia tidak menyakiti ku"
"Apa dia mengganggu mu?" tanya Chika kembali.
Sudah dua hari ini dia juga merasa tidak tenang. Banyak kali dia mengatakan dan menanyakan keadaan Tania selama disana. Dan tak kalah juga Wildan selama dua hari ini selalu di cecarkan dengan pertanyaan Chika yang khawatir pada Tania.
"Tidak juga tapi pagi ini ya"
"Apa?? dia mengganggu mu apa?" tanya Chika terkejut
"Dia menelepon ku dini hari hanya untuk mengatakan bahwa aku harus menemui nya nanti pas makan siang"
"What!!!" Pekik Chika. Membuat Tania memegang telinga nya karena mendengar suara nyaring sang sahabat
"Dini hari dia menelpon hanya mengatakan hal tersebut?" tanya Chika kembali
Tania mengangguk kepalanya. "Sepertinya dia kurang kerjaan atau lagi gabut" ujar Chika pada akhirnya
"Mungkin saja" balas Tania cuek.
"Atau mungkin......." ujar Chika terputus putus dengan menunjuk pada Tania.
"Dia merindukan dirimu kali Tan" ucap Chika dengan senyuman nakalnya
Tania mengernyitkan dahinya."Kau aneh aneh saja. Tadi kau mengatakan seakan aku tidak boleh dekat dekat dengan nya sekarang malah kau mengartikan hal lain mengenai dirinya" Ucap Tania tak habis pikir dengan pola pikir sahabatnya.
"Hehehe.. aku kan hanya menebaknya Tan" cengir Chika
"Entahlah.. sudahlah.. mari kita bekerja keras ha Ra i ini. Apa pun yang terjadi kita harus tetap semangat" ujar Tania semangat
"Ayok" balas Chika tak kalah semangat nya.
Tania dan Chika mulai berbenah benah kafenya dan menyambut para pelanggan yang akan datang hari ini.
...Happy Reading semuanya β€οΈβ€οΈ...
__ADS_1
...Author Hadir Kembali membawa lanjutan cerita Dion, jangan lupa untuk meletakkan kembali hadiah kecilnya dari para reader untuk cerita author iniπ...