My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Mengalah


__ADS_3

"Apa kamu tidak peduli dengan mama sayang?" tanya mama Ami memelas sedih.


"Maafkan Dion ma, tapi Dion tetap ingin menikah dengan Tania. Baik dengan restu atau pun tidak. maafkan aku ma, tapi aku tetap dengan keputusan ku. Aku harap mama sama papa memakluminya"


"iya papa tau, tapi kan setidaknya kamu kasih tau dulu sama mama papa tentang lamaran Tania. Jangan main sendiri saja begitu" ucap papa Zain merasa kurang suka dengan langkah yang di ambil Dion.


"Maafkan Dion pa, Dion terpaksa. Nanti kalau Dion tidak bergerak seperti itu, takutnya Papa sama mama tidak menyetujuinya"


"tapi bukan begini Dion"


"Maafkan Dion pa" pungkas Dion.


"mama tetap dengan keputusan mama, mama tidak akan merestui hubungan kamu dengan Wanita ular itu" kekeh mama Ami tidak terima


"Namanya Tania ma, bukan wanita ular" jawab Dion cepat


"Bagi mama emang pantas seperti itu namanya" bantah mama Ami makin memanas


"apa namanya bukan wanita jika dulu dia bisa berkhianat terhadap mu dan sekarang kembali ke padamu Dee" lanjutnya


"Mama tetap tidak bisa menerima itu. Dia tetap wanita yang sangat jahat dan licik"


"Mama sudah..." lerai papa Zain


Dengan cepat dan tegas memotong ucapan papa Zain.


"Papa Diam!! mama mengatakan yang sebenarnya pa. Apa papa lupa yang di lakukan wanita itu beberapa tahun lalu? yang membuat putra kita ini berubah menjadi sangat sangat berbeda, hilang sudah keceriaan itu pa"


"Mama.. yang berlalu biarlah berlalu ma. Lagian aku sudah seperti dulu lagi" sarkas Dion yang ingin mama nya mengerti kalau hanya Tania yang dia inginkan.


hanya Tania yang akan menjadi wanita pendamping hidup nya.


"Apa kamu tidak takut Dee, Wanita ular itu akan kembali menyakiti kamu?"


"Ma.. stop!! sudah aku katakan jangan menyebutnya dengan wanita ular. Dia punya nama ma" tegas Dion.


Mendengar suara Dion yang tak ingin di bantah apa pun membuat mama Ami menahan amarah dan diam


Dion menghela nafasnya.


"Aku tau ma, kesalahan yang dulu dia perbuat memang tidak termaafkan. Tapi dia sudah minta maaf ma atas luka itu. Aku tidak bisa melupakan dia ma. yang aku mau hanya dia ma. Dion mohon sama mama untuk tetap merestui pernikahan aku"pinta Dion dengan lirih


"Tania dan rendi juga sudah meminta maaf pada Dion ma, Rendi juga merasa bersalah karena dulu menyakiti Dion ma. Jadi Dion mohon sama mama agar merestui hubungan kami dan menerima nya dengan lapang dada"pinta Dion kembali.


"Baiklah.. jika kamu masih bersikeras ingin melanjutkan pernikahan dengan wanita ular itu. sekali lagi mama tegaskan, jika suatu saat nanti wanita ular itu kembali menyakiti kamu, jangan salahkan mama Dee. Mama sudah memperingati dirimu sebelumnya"


"Karena menurut kamu Tania sudah berubah maka mama tidak akan melarangnya lagi. jika kalian memang ingin menikah, mama akan merestuinya"


"Bagi mama tetap kebahagiaan kamu sayang. Jika kamu merasa Tania adalah wanita yang tepat untuk kamu jadikan istri, mama rela dan akan menerimanya sebagai istri kamu"


Ucapan mama Ami membuat Dion dan papa Zain tak percaya. Semudah itukah mama Ami mengikhlaskan dan merelakan Dion bersama dengan Tania.


Meskipun demikian Dion dan papa Zain tetap bernafas lega.

__ADS_1


Papa Zain sedikit menggelengkan kepalanya, memunculkan curiga. Papa Zain tau betul bagaimana karakter istrinya itu.


Mama ami adalah satu satunya putri dari kalangan atas dan sangat terpandang. Mama Ami memiliki karakter keras, ambisius dan egois. Apapun yang diinginkannya akan ia lakukan bagaimana pun caranya.


"Kau lihat saja, aku memang mengalah kali ini. Tapi aku tidak akan mengalah kedepannya. kau tunggu saja neraka berbalut surga yang akan aku lakukan dan perlihatkan padamu Tania. bersiaplah, kuatkan semuanya " batin mama Ami


"Beneran ma?? jadi mama merestui hubungan Dion dan Tania?" tanya Dion sangat antusias.


"Iya sayang, maafkan sikap mama tadi ya nak. Mama melakukan hal itu agar kamu tidak kembali terluka sayang. mama sangat sayang sama kamu" Ujar mama Ami lembut.


Dion segera menghampiri sang mama dan memeluknya.


"Terimakasih banyak ma, terimakasih banyak karena telah merestui kami. Dion janji sama mama tidak akan ada luka lagi kedepannya. Dion sayang mama" balas Dion dalam pelukan sang mama.


"Iya nak"


Mereka meleraikan pelukan hangat itu, kembali berbincang bincang bagaimana lamaran resmi yang akan di lakukan Dion dan keluarganya.


...****************...


Keesokan paginya 🌞🌞🌞


"Cie... yang lagi kasmaran" colek Chika pada Tania yang sedari tadi tersenyum manis menatap hpnya.


"Ih.. apaan sih Chi.." pungkas Tania dengan pipinya memerah.


"Saelllah... malu dia" balas Chika kembali menggoda Tania.


"Ih... udah ah.. kamu kerja aja sana Chi"


Tania menggeleng geleng kepalanya.


"Ya udah aku kerja aja di sini, lagian gak asik juga sih ngobrol sama orang yang lagi jatuh cinta apa lagi cintanya baru tapi rasa lama" sindir Chika segera beranjak dari dekat Tania.


"Dasar Chika" balas Tania dengan tersenyum melihat kelakuan sang sahabat.


Ting!!


Tania kembali melihat pesan yang di kirim Dion. mereka janjian akan makan malam bersama malam ini.


"Nanti aku jemput ya sekalian kita nonton"


^^^"Iya Dee"^^^


"aku kangen banget ni sama kamu😭😭. kamu kesini dong ntar siang"


^^^"Kan janji nya ntar malam"^^^


"Tapi aku maunya sekarang saja,


boleh ya.. please πŸ˜₯"


Tania terkekeh geli sendiri melihat pesan Dion yang sangat kekanak-kanakan.

__ADS_1


^^^"okelah.. nanti aku kesana.^^^


^^^ kamu mau aku bawain makanan apa?" ^^^


"bawa cinta sajaπŸ˜†πŸ˜†


nanti aku kenyang kok"


^^^"ya udah ntar aku bawa, ^^^


^^^tapi belinya di mana ya?πŸ€”"^^^


"πŸ˜‘"


^^^"hahaha.. makanya pas di tanya^^^


^^^ jawab yang bener"^^^


"baiklah.. kamu bawa aja sesuai selera kamu.


Aku pasti akan suka kokπŸ’•πŸ˜˜"


^^^"Ok Dee..❀️"^^^


"Di tunggu ya sayangβ€οΈβ€οΈπŸŒΉπŸ˜˜πŸ’•"


"Dia lebih lebay dari yang ku kira" ujar Tania setelah membaca pesan terakhir dari Dion.


"Masih chat dengan Dion?" tanya Chika yang entah bagaimana bisa sudah berada di sebelah Tania.


"Chi...!!!! kamu membuat ku terkejut" pekik Tania.


"Hahaha.. maafkan aku, abis nya dari tadi aku lihat kamu senyum senyum sendiri gitu.. kan aku jadi kepo apa yang terjadi. Jadi aku intip aja" cecar Chika


"Dasar kamu ya.. Aku tuh cuma lagi chat dengan Dion. Dion ngajak makan malam, dia akan membicarakan mengenai lamaran resmi ke rumah aku nanti"


"wah... bagus dong."


Tania mengangguk setuju dengan perkataan Chika.


"Tunggu.. tunggu... jika Dion ingin melamar kamu secara resmi, berarti mama Ami sudah setuju dong sama hubungan kalian"


"Iya juga ya Chi.. semoga saja"


"Semoga.. tapi kamu harus tetap waspada Tan, kita tidak tahu bagaimana"


"Iya Chi.. aku paham maksud mu" balas Tania tersenyum.


...****************...


Makin heran dengan kelakuan Dion masa ada cinta bisa bikin kenyangπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜‚


Hai.. hai.. Author kembali untuk angkat jemuran yang kemarin udah kering, udah jadi kerupuk malahan πŸ€­πŸ€­πŸ˜‚

__ADS_1


Semoga Suka dengan Cerita nya..πŸ’•πŸ’•


__ADS_2