
Dengan terburu-buru Tania berjalan cepat menuju IGD. Dengan berderai air matanya ia berdoa akan keselamatan sang suami.
Tania baru saja mengangkat telponnya dan ternyata di sana ada orang asing mengangkat telponnya.
"Halo sayang.." ucap Tania
"Maaf buk, ibu istri orang yang punya hp ini? maaf Bu yang punya hp mengalami kecelakaan di jalan xxx. Terluka cukup parah Bu, sekarang ambulans sudah datang dan akan di bawa ke rumah sakit xx"
Prang..
Tania menjatuhkan hpnya. air matanya dengan cepat dan deras keluar dari matanya.
Hampir saja ia limbung namun ia masih bisa menahannya dengan kedua tangannya.
"Ya Allah mas, apa yang terjadi padamu" ucap Tania menangis
ia segera keluar dari kamar dan berlari keluar dan mencari sopir yang di tugaskan untuk selalu mengantar nya.
...****************...
Di rumah Sakit
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Mama Ami dengan nada marah
"Ma.. aku mau lihat suamiku ma"
"Aku sudah mengatakan padamu, semua musibah yang terjadi padanya di karenakan kesialan yang kamu miliki. Aku sudah melarangnya, tapi apa yang terjadi anakku tidak mendengarkan ku dan malah mendengarkan wanita ular dan pembawa sial seperti mu" Raung mama Ami yang ingin sekali mencakar dan menjambak rambut Tania
Untungnya Wildan berada di sana, dengan sigap ia menyelamatkan Tania.
__ADS_1
"Maaf nyonya, ada lebih baiknya kita semuanya tenang. Tidak memulai pertengkaran di rumah sakit." tegas Wildan.
Argh...
Mama Ami sangat kesal mendengar ucapan Wildan. Tapi iya masih waras tidak melanjutkan pertengkaran nya.
Sedangkan Tania hanya diam dan menangis, ia sudah duduk di kursi panjang menunggu seseorang di IGD keluar dan memberitahu tentang keadaan suaminya.
Ia tidak peduli dengan ucapan mertuanya. baginya sekarang ia harus mengetahui keadaan suaminya.
"Ya Allah.. tolong selamatkan suami hamba ya Allah..hanya padamu hamba berpasrah" doa Tania dengan air matanya
Tak lama terlihat dokter dari IGD keluar, dengan segera mama Ami dan Tania mendekat
"Bagaimana dengan suami saya sok?" tanya Tania lebih dulu dari pada mama Ami
Dengan mengangguk mama Ami ingin segera mengetahui keadaan putra sulungnya itu.
"Baik dok, saya akan mendonorkan darah saya. Kebetulan saya bergolongan darah yang sama" saut mama Ami
Tani benar benar bersyukur karena mama Ami mau mendonorkan darahnya.
Dokter segera pamit dan menyiapkan ruangan operasi
"Kamu dengarkan ucapan dokter tadi?" tanya mama Ami
"Iya ma.. makasih banyak ma sudah mau mendonorkan darah untuk Dion" terimakasih Tania
"Kamu kira saya melakukan hal ini gratis?" ucap mama Ami
__ADS_1
Tania menautkan alisnya tidak mengerti
"Saya akan melakukan semua itu juga kamu memenuhi syarat yang saya ajukan" tekan mama Ami
"Syarat??" tanya Tania lagi
"Iya, syarat.. Berani kamu? kalau kamu memang ingin menyelamatkan suamimu saya akan menolongnya" ucap mama Ami
Tanpa pikir panjang, Tania segera mengangguk kepalanya. Yang ada di pikiran saat ini nyawa suaminya tertolong.
"Baik ma, Tania akan memenuhi persyaratan mama" ucap Tania
"Okeh.. pegang janji kamu... Jangan kamu ingkari" tekan mama Ami segera berlalu dan menuju ke ruangan lab untuk cek darah.
"Apapun syarat akan aku lakukan untuk kesembuhan mu mas" batin Tania.
"Kita harus mendoakan kesembuhan papa ya nak" ucap Tania mengelus lembut perut ratanya.
Jangan tanyakan di mana Wildan saat itu, Wildan pergi keluar saat mama Ami menyuruh untuk membela sesuatu tadi.
Sedangkan papa Zain saat ini sedang berada di luar kota.
...****************...
Like
Komentar
Vote
__ADS_1
and Kasih bintang juga ya 🙏🤗