My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Memilih Tinggal


__ADS_3

Hari ini hari pertama Tania berubah status menjadi istri Dion sekaligus menantu pertama dari keluarga Zain.


Untuk kedua kalinya setelah beberapa tahun lalu, Tania kembali menginjakkan kakinya ke rumah keluarga ini.


Tania sangat gugup, bukan karena ini menjadi hal yang sangat membahagiakan melainkan ada ketakutan yang terus menghantui Tania sepanjang perjalan menuju rumah ini.


Tania masih sangat takut bahwa keluarganya akan mengalami sesuatu yang sangat berbahaya.


Hingga tiba berbunyi satu pesan dari Rendi membuat Tania bernafas lega.


“Tan.. tenang, keluargamu aman”


“Aku sudah menempatkan pengawal yang akan menjaga keluargamu, kamu jangan khawatir mereka semuanya akan baik-baik saja”


begitulah bentuk pesan yang sampaikan Rendi pada Tania.


Tania sangat bersyukur Rendi sangat banyak membantunya.


Awalnya ia tidak terlalu dekat dengan Rendi, Namun Rendi yang baik hati senantiasa membantu Tania terlepas dari pada kepribadian nakalnya dulu.


“Aku sangat bersyukur Allah mengirimkan Sahabat yang senantiasa membantuku” syukur Tania


Ceklek..


Bunyi pintu di buka memperlihatkan Dion sang suami sedang menuju ke arah Tania.


Tania tadi lebih dulu memasuki kamar sedangkan Dion dipanggil sang papa untuk urusan pekerjaan sebentar.


“Sayang… kamu belum mandi?”


“eh.. belum”


“Aku mau menyusun baju dulu di lemari”


“Sebentar aku suruh sopir untuk membawa koper kita kesini”


“iya”


“sayang.. tadi kan mama bilang ke aku untuk sementara waktu kita akan tinggal di rumah ini sebentar, kata mama dia akan menjaga kamu saat aku sibuk bekerja. Mama bilang dia juga kesepian di rumah ini, makanya jika ada kamu dia akan sangat sangat senang sayang. Jadi bagaimana apa kamu setuju?” tanya Dion


“Apa aku harus setuju ya? Jika aku menolak takutnya mama akan sangat membenciku, namun jika aku terima aku takut. Sangat sangat takut mama akan menyiksaku saat Dion pergi bekerja”


“Namun, kata ibu aku harus berupaya merebut hati mertuaku. Ibu bilang diantara kami akan tumbuh rasa sayang karena terbiasa dengan sikap baik dan lembut yang kita perlihatkan” ucap Tania dalam hati


Tania tidak bisa menutup kebohongan pada sang ibu sambung bahwa orang tua Dion menyetujui pernikahan ini.

__ADS_1


Ibu Dewi yang sudah sangat dekat dengan Tania, merasa curiga bahwa mama Dion menyetujui pernikahan ini.


Ibu Dewi akhirnya tau bahwa Tania tidak mendapatkan restu dari sang ibu mertua.


Namun, Tania meyakinkan ibu Dewi bahwa ia akan bisa meluluhkan kerasnya hati mama Ami.


Dengan keyakinan yang diberikan oleh Tania, akhirnya ibu Dewi setuju.


Meski ibu dewi merasakan ada sesuatu yang akan terjadi, namun Ibu Dewi menganggap itu hanya perasaannya saja.


Tidak dapat di pungkiri, kasih sayang yang diberikan ibu Dewi selaku ibu sambung tak kalah hebatnya dengan kasih sayang sang ibu kandung.


“Sayang… Eh.. kok malah melamun sih” tegur Dion yang sedari hanya diam tanpa saat ditanya pendapatnya.


“em.. maaf ya”


“Kalau sayang keberatan, nanti aku kasih tau mama kalau kita pindah ke rumah kita saja yang baru” ujar Dion yang berusaha memahami isi hati istrinya.


Dion tau istrinya masih sedikit canggung dengan mama nya.


Dion pikir ini ada kaitannya dengan peristiwa beberapa tahun yang lalu.


“eh.. tidak.. tidak perlu.. kita tinggal di sini saja dengan mama. Lagian benar kata mama, aku juga nanti kesepian saat kamu tinggal bekerja. Setidaknya dengan adanya mama disini bersama ku, aku tidak akan kesepian. Ada teman untuk bercerita, dan aku juga berkesempatan untuk semakin dekat dengan mama sayang” ujar Tania meyakinkan Dion.


“Iya sayang, lagian sekarang beliau juga mama ku” saut Tania


“iya sayang, I love you” ujar Dion mencium pucuk kepala sang istri.


“love you too” balas Tania dengan tersenyum.


“Semoga ini menjadi langkah awal yang tepat untuk meluluhkan hati mertuaku, bantu aku ya Allah. Semoga hati mertuaku menjadi lunak kepadaku dan menerimaku sebagai menantunya. Sungguh aku tidak membencinya, aku hanya sedikit takut padanya” batin Tania.


...****************...


Tania sedang melangsungkan makan malam dengan keluarga Dion.


“Jadi bagaimana keputusan kalian?” tanya mama Ami selembut mungkin


“Kami sudah putuskan akan tinggal di sini dengan mama dan papa” ujar Dion


“Tania…? Apa benar nak?” tanya papa Zain pada menantunya itu.


“Iya pa, kami sudah memutuskan begitu”


“Baguslah.. papa senang dengan keputusan kalian, jadi setidaknya rumah ini tidak hanya ada mama sama papa saja ada kalian akan membuat suasana rumah rame” ujar papa Zain senang.

__ADS_1


“Iya papa, mama juga senang” saut mama Amu dengan senyum palsunya.


“aku senang, karena aku bisa dengan mudah menjalankan rencanaku untuk menyiksamu. Kau tunggulah Tania, aku akan memberikan pelajaran secara gratis padamu” ujar mama Ami membatin.


Mama Ami tersenyum penuh maksud melihat pada Tania.


Acara makan malamnya sudah selesai tinggal lah Tania, Dion dan mama Ami yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga.


“Tuan muda.. Tuan besar memanggil anda untuk segera ke ruang kerjanya” ujar sang bibi pada Dion yang sedang bersantai.


“Owh.. ok.. makasih bi” jawab Dion.


“Sayang.. aku pergi sebentar ya” ujar Dion.


“Iya, kamu pergilah” ujar Tania. Dion mengecup sekilas kening istrinya.


“Dion ke atas sebentar ya ma” ucapnya, mama Ami hanya mengganggukkan kepalanya setuju.


Mama Ami melihat kejadian Dion yang mengecup Tania seketika menjadi geram.


Ia sangat tidak suka jika Dion begitu pada menantu yang di bencinya.


“Cih.. kau memang tidak tau malu, kau jangan mengira aku menyuruhmu untuk tetap tinggal di sini aku akan diam saja. Wanita murahan seperti mu itu tidak layak menjadi menantuku, hanya Adelia yang layak” cibir mama Ami


“Mama.. aku tau aku tidak sekelas dengan keluargamu, tapi aku tau mama mana yang baik dan buruk dalam kelakuanku. Jika mama mendukung Adelia agar tetap menjadi menantu mama, sedangkan mama sudah mendapatkan menantu bukan kah itu adalah hal yang sangat buruk. Menyuruh anak sendiri menikah dengan perempuan lain sedangkan anak nya sudah memiliki istri” jawab Tania tenang.


Sungguh Tania sangat gugup, ia takut mertuanya akan mengamuk padanya.


Namun, ia harus berusaha tenang agar bisa menghadapi kerasnya hati mama Ami yang membencinya.


“Kau jangan menceramahiku mengenai perilaku, kau tau aku tidak peduli kamu baik. Yang aku tau kamu itu buruk dari segi apapun, tidak akan sebanding dengan Adelia. Aku tau kau hanya ingin harta anakku, aku heran saja mengapa Dion menutup mata padamu padahal kau pernah mengkhianatinya”ujar mama Ami dengan seringai tipisnya.


“Bukankah mama tau sendiri mengapa aku meninggalkan Dion beberapa tahun lalu? Apa mama lupa? Atau mama mau aku ingatkan kembali?” tanya Tania


Mama Ami menggenggam tangannya, ia benar-benar kesal dengan jawaban Tania.


“Sudahlah ma,, lebih baik sekarang mama terima takdir saja aku ini adalah menantu mama. Karena berusaha bagaimana pun aku tetap kembali pada Dion” ujar Tania.


“Berani sekali kamu menantangku, kita lihat saja nanti bagaimana” ujar mama Ami kembali.


...****************...


Entahlah.. entah mengapa mama Ami membenci orang hanya karena kasta yang berbeda, kira-kira mama Ami cocok di panggil apa dengan kelakuannya? 🤔


Jawab di kolom komentar yang gaes…

__ADS_1


__ADS_2