
"Maaf cari siapa ya pak?" tanya Chika melihat sesosok yang tampan di depannya
"Hmm... saya mau cari yang punya cafe ini" ujar sesosok pria itu
"Mukanya kayak mirip sama lelaki yang sering ke sini deh yang sering perhatiin Tania" batin Chika menerka nerka
"Coba aja aku bisa membuka kacamata hitamnya itu aku akan tau beneran dia cowok yang sering perhatiin Tania" tambahnya dalam hati
"Kenapa kamu diam?? kemana pemilik cafe ini?" tanya lelaki itu membuat Chika membuyarkan lamunannya
"Maaf pak, pemilik Cafe sedang berlibur" jawab Chika
"Sama siapa?" tanya lelaki itu semakin penasaran
Chika mendelik matanya tidak suka dengan kekepoan pria itu.
"Maaf pak, itu ranah pribadi boss kami" ucap Chika berusaha tersenyum ramah
"Saya hanya bertanya, tolong di jawab saya tidak terima penolakan terhadap apa yang saya tanyakan" ucap pria itu terdengar dingin dan tegas
Langsung saja membuat Chika merinding, "Ya ampun, ngeri banget sih nih orang" gerutunya dalam hati
"Baiklah.. bos saya itu sedang berlibur dengan suaminya" ujar Chika kemudian ia tidak ingin memperpanjang masalah dengan pria itu
"Apa?? Suami? dia sudah menikah?" tanya pria itu kembali
Chika hanya bisa mengangguk kepalanya.
Tanpa mengucapkan sepatah apa pun lagi pria itu langsung berlalu meninggalkan Chika.
__ADS_1
"Cih.. kemarin aku harus menarik kata kata ku jika pria yang berlesung pipi itu dia, ketika dekat dengan nya malah lebih serem. Dia tidak manis tapi menakutkan" ucap Chika
Tut....
Tut....
Chika langsung menoleh pada telpon nya yang berbunyi.
Tertera kontak sang kekasih di sana langsung membuat Chika sangat bahagia.
"Halo sayang...." panggil Chika
"Halo juga sayang..." saut di seberang sana
"Kabarnya gimana? kerjanya lancar?" tanya Tania
"Hahaha.. semangat sayang, sabar... kalau dikerjain dengan baik dan ikhlas maka akan segera siap juga" nasehat Chika
Wildan menggangguk kepalanya dan tersenyum manis padahal Chika tidak akan melihat anggukan dan senyuman itu.
"Udah makan siang belum nih?" tanya Chika
"Udah... kamu gimana?" tanya sang kekasih
"Udah dong sayang.." ucapnya tersenyum gemas
"Nanti jadi kan kamu anterin aku ke apartemen Dion? aku mau ketemu Tania mau lihat dia bagaimana setelah kejadian dua hari kemarin" ucap Chika benar benar khawatir
"Iya.. jadi dong.. kita perginya agak sorean ya soalnya aku banyak kerjaan nih, kan si bos nggak masuk kerja" saut Wildan
__ADS_1
"Okeh.. semangat pak!! semangat bekerja sayang, jangan nakal nakal ya di kantor" ucap Chika membuat tawa Wildan terdengar.
Chika benar benar mencairkan es batu dalam diri Wildan.
"Ya udah.. kamu lanjutkan lagi kerjanya aku juga lanjutkan kerja aku.. Semangat sayang" pamit Chika dengan Ceria
"Iya.. makasih sayang .. bye bye" balas Wildan
Mereka mengakhiri sambungan telepon itu.
"Aku chat aja Tania aku kasih tau kalau aku mau kerumahnya nanti mungkin dia mau nitip apa gitu" ujar Chika
Ia segera mengirim pesan pada Tania. Tak lama ponselnya berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.
Chika tersenyum Tania membalas pesannya.
"Kau memang suka sekali dengan ayam goreng itu" ujar Chika terkekeh sendiri
"Nanti gimana ya reaksi Tania jika aku cerita tentang pria itu, hahahaha pasti menyenangkan" ujar Chika terkekeh
"Semoga kamu bahagia setelah ini Tan, aku benar benar mendoakan kebahagiaan mu" tambah Chika sedih mengingat jalan hidup sahabat nya yang sangat menyedihkan itu.
Tiba-tiba dia menjadi Mellow.
"Dan juga semoga nenek lampir itu segera menerima karmanya, maafkan aku Dion aku mendoakan ibu mu dengan hal yang buruk. Aku lebih tidak tega melihat derita sahabat ku" ucap Chika lirih
...****************...
Jangan lupa untuk like to story ye... 😁
__ADS_1