My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Melamar Tania


__ADS_3

"apa nak Dion serius dengan perkataan nak Dion?"


Dion mengangguk dengan mantap.


"Tapi bagaimana dengan keluarga nak Dion sendiri, apa akan menerima putri kami?" tanya ayah Tania.


"Untuk itu saya yakin mama sama papa akan setuju pak, meskipun sekarang belum seratus persen kedua orang tua saya setuju tapi saya akan jamin keluarga saya akan merestuinya niat saya ini" jawab Dion.


"Baiklah.. kami percaya sepenuhnya dengan keputusan dan janji nak Dion."


"Sekarang yang akan memutuskan tetaplah putri kami. Kami hanya mengikuti arus nya saja, karena yang akan hidup dengan nak Dion itu putri kami bukan kami" ujar ayah Tania dengan tersenyum.


"Jadi bagaimana man nak? apa kamu menerima lamaran dari Dion?" tanya ayah pada Tania yang duduk di sebelahnya.


"Semoga keputusan yang aku ambil ini benar, Tuhan.. jaga keluargaku" batin Tania


Tania melirik kearah Chika dan juga Rendi yang berada di sebelah Dion.


Terlihat Rendi mengangguk kepalanya untuk meyakinkan bahwa Dia akan selalu menjaga keluarga nya sesuai dengan janjinya.


"Katakan 'iya' Tan, aku tau kalian saling mencintai" batin Rendi.


Tania juga melihat ke arah ibu sambungnya, bu Dewi pun juga terlihat mengangguk kecil sembari tersenyum ke arah Tania.


"Baiklah.. Tania terima pak. Tania terima lamaran Dion"


Seketika suasana yang mencekam itu menjadi sangat melegakan. Mereka semuanya terlihat menghembuskan nafas secara bersamaan.


"Akhirnya.. aku sangat lega dengan jawaban nona Tania. Jika saja nona Tania menolak tadi, bisa bisa aku kena imbas amukan si singa jantan yang kapan saja bisa membunuh tanpa menyentuh ku" batin Wildan.


Wildan lah yang paling merasa lega karena ini adalah usulan Wildan pada Dion agar segera melamar Tania untuk membuktikan keseriusan nya dalam hubungan mereka.


"Selamat Tan.. aku sangat senang" ucap Chika memeluk tubuh Tania.


Tania membalas senyum Tania dan mengangguk.


"Untungnya Tania menerima lamaran mu bro, kalau tidak maka Tania akan menikah dengan ku" ledek Rendi pada sahabat dekatnya itu.


"Tutup mulutmu, kau tidak akan bisa menikahi nya, aku pastikan itu" balas Dion tidak suka dengan perkataan Rendi.


Biar bagaimanapun sampai saat ini Rendi masih di cap sebagai perebut kekasihnya. Dion tidak tau apa yang menyebabkan sahabatnya itu menyebarkan luka untuknya.


Dion tidak perduli lagi dengan hal tersebut, yang penting untuknya sekarang adalah Tania sudah kembali dengan dirinya dan tidak menjadi kekasih Rendi lagi.


Terlepas apapun alasan mereka dulu mengapa berkhianat Dion tidak perduli sama sekali.


"Cih... kamu jangan terlalu sombong, Tania hanya menerima lamaran mu belum menjadi istrimu" ledek Rendi.


Dion memberikan tatapan menghunus tajam pada Rendi. Sedangkan Rendi nampak acuh saja.


"Selamat ya Tan, aku doa kan kamu akan bahagia dengan si tengik ini."ujar Rendi.


"Kamu tenang saja, masalah yang kemarin akun akan membantu mu" bisik Rendi agar tidak dapat di dengar Dion.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Rendi" ucap Tania tulus.


"Ingin rasanya aku memelukmu tapi aku takut akan ada yang mengamuk nantinya" ledek Rendi dengan suara yang sengaja di keras kan agar Dion dengar yang ia ucapkan.


"Rendi..." geram Dion.


Sedangkan Rendi hanya tertawa renyah meladeni sifat cemburu sahabat nya itu.


inilah sifat Rendi sebenarnya. ia adalah sosok yang dapat membuat sisi dingin Dion mencair dan tidak takut akan kemarahan yang di rasakan oleh sahabat nya itu.


πŸ‚


Kediaman Dion


"Apa maksudmu?" tanya mama Ami pada orang suruhannya.


"Maaf nyonya, aku mengatakan kebenaran bahwa memang tuan muda Dion sedang berada di rumah nona Tania untuk meminta izin pada keluarga nona Tania agar menerima lamarannya.


Tuan muda akan mengadakan pernikahannya dalam Minggu ini nyonya. Di sana juga terlihat ada sekretaris dan sahabatnya tuan muda" ujar orang tersebut.


"Apa!! dia mau menikahi wanita ular itu dalam minggu ini?"


"Iya nya"


"Apa dia tidak menghormati aku sebagai ibunya? aku tidak akan merestuinya" pekik mama Ami


"Kau boleh pergi" ujar mama Ami pada orang suruhannya itu.


"Baik, permisi nyonya"


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Terimakasih atas jawabannya. Aku sangat menyukainya" ucap Dion pada Tania.


Tania mengangguk kan kepalanya.


Mereka sedang duduk di depan rumah Tania. sedangkan yang lainnya masih bercengkrama bersama keluarga Tania di dalam rumah.


"Tapi kenapa kamu secepat ini melamar ku?" akhirnya keluar juga pertanyaan yang memang dari tadi membuat dia penasaran akan lamaran mendadak dari Dion.


"Ya karena,.. aku yakin nya hanya kamu yang bisa menjadi istriku"


"Bagaimana dengan mamamu dan Adelia Dee?" tanya Tania


"Kamu jangan khawatir, masalah Adelia aku akan mengatakan secara baik-baik pada keluarganya. Dan untuk mamaku kamu tenang saja, mama pasti akan merestuinya pernikahan kita" ujar Dion.


"Tapi.. aku masih takut Dee, jika mama Ami bukan hanya tidak merestui kita tapi juga akan membahayakan keselamatan keluarga ku" tentunya Tania tidak mengatakan kekhawatiran nya itu, ia hanya mengatakan dalam hati saja.


"Pokoknya kamu jangan khawatir, aku akan membereskan nya" balas Dion kembali sembari menggenggam tangan Tania.


"iya Dee" balas Tania dengan mengangguk kan kepalanya.


"Khemmmm......"

__ADS_1


Suara deheman seseorang membuat mereka melihat ke belakang, dan ternyata pemilik suara itu tak lain tak bukan adalah Rendi.


"Ya elah.. mesra mesra an lagi, ingat.. belum sah jadi suami istri" ujar Rendi.


"Kau merusak suasana saja" cibir Dion tak terima kedatangan Rendi merusak suasana yang sedang penuh cinta.


"Hmm.. aku kan hanya mengingatkan" bantah Rendi.


"Sekarang ngapain kamu ke sini?" tanya Dion.


"Oh iya.. Tan.. ayo masuk, ibu memanggil kita untuk makan malam bersama" ujar Rendi.


Dion memicingkan matanya kata kata Rendi yang hanya memanggil Tania.


Apa dia tidak di anggap?


Begitulah yang ada di pikiran Dion.


"hanya aku?" tanya Tania dengan polosnya.


"Iya hanya kamu, sedangkan calon tunangan mu itu aku tidak tau" ujar Rendi sembari mengulum senyumnya.


"Lama banget sih, tinggal manggil doang" ujar seseorang di belakang Rendi.


"Hahaha. tau nih mereka gk mau masuk kali" balas Rendi.


"Kenapa? apa kalian sudah makan?" tanya Chika heran, seingatnya mereka belum makan dari tadi.


"Apa Dion juga di ajak sama ibu Chi?" tanya Tania.


"Ya jelaslah, kalian semuanya. Masa hanya kamu"


"Rendi... kamu benar benar ya" balas Tania gemas.


"Hahaha.. kalian sih.. kan aku hanya bercanda" jawab Rendi dan berlalu meninggalkan mereka.


"Ayok.. cepetan" ujar Chika.


"Iya.. iya.. Ayok Dee" ajak Tania tak sengaja menggenggam tangan Dion.


Dion tersenyum senang. "Iya.. ayok" balasnya dengan senyuman yang terpasang sempurna di bibir seksinya.


...****************...


Hai.. Hai...


apakah masih ada orang?


hehehehe


MAAF YA AUTHOR TINGGAL HINGGA JAMURANπŸ€£πŸ™


AUTHOR SIBUK SOALNYA, SIBUK MIKIRIN HIDUP 🀭

__ADS_1


AUTHOR KEMBALI DENGAN LANJUTAN KISAH INI. SEMOGA SEMUANYA SUKA❀️


__ADS_2