My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Permulaan


__ADS_3

Yank.. sayang.. aku kerjanya besok besok saja ya jangan hari ini" ujar Dion memelas kasihan istrinya


Tania menatap jengah pada suaminya.


"Sejak kapan kamu menjadi manja tidak karuan begini? Kamu harus bekerja sayang, biasanya kamu juga orang yang bekerja keras. Kenapa hari ini kamu jadi pemalas? Apa kamu mau para pegawai kamu nanti menganggap kamu tidak kompeten setelah menikah? Kamu mau nanti mereka menganggap aku sebagai penyebab kamu malas begini? "Omel Tania


yang sedari tadi mencoba untuk bernegosiasi dengan Dion namun tidak didengarkan, maka muncul lah deretan pertanyaan yang membuat Dion memikirkan kembali untuk tidak pergi bekerja


Dion menggelengkan kepalanya pelan, menatap sang istri yang terlihat kesal sedang memperbaiki dasinya.


“gak sayang, aku gak mau gitu”


"Baguslah.. jadi hari ini kamu pergi kerja ya sayang, kasian Wildan udah tunggu kamu di bawah dari tadi"


"Tapi sayang.. aku gak mau pisah sama kamu" ujar Dion cemberut


Tania kembali menghela nafasnya "Iya aku tau kamu sayang banget sama aku, tapi masalahnya sekarang kamu itu pergi bekerja sayang, bukan mau berperang yang seakan tidak pulang lagi"


"Kamu mendoakan aku mati begitu?"


"Lah.. kok kamu mikirnya ke situ sih"


"Tadi kamu bilang aku nya gak kembali lagi"


"Kan maksud aku gak gitu sayang.. udah.. jangan cemberut lagi, nanti ganteng nya ilang loh"


"Hemmm.. baiklah.. kalau gitu kasih hadiah dulu" ujar Dion memanyunkan bibirnya


Cup


Tania mengecup sekilas dua kali bibir Dion dan Tani tersenyum hangat pada sang suami


Dion membalas senyuman istrinya dan mencium lama kening istrinya


"Jaga diri di rumah ya yank, telpon aku kalau kamu kangen nanti. Aku akan segera pulang menemui mu"


"Hemmm.. iya.. nanti aku akan segera menelpon mu"


Tania mengalah dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kekanak-kanakan suaminya


Yang waras yang mengalah.


"Yank… " ini Dion menyodorkan sebuah kartu yang memiliki limit tanpa batas


Tania menatap dengan cengo, “Apa ini?” tanya nya bingung


"Ini nafkah ku untukmu, kamu boleh menggunakan nya sesuka hatimu"


"Apa kamu yakin? Nanti nyesel loh"


"Kok menyesal sih?" Tanya Dion kembali


"Iya.. kamu nanti menyesal karna aku menghabiskan semua uangmu di sini" ujar Tania memainkan kedua alisnya


"Kamu menantang ku?"


"He'uh"


“Pftttt… hahahaha” Dion tergelak dengan kelakuan polos istrinya


"Kamu habiskan saja jika sanggup sayang, kartu ini tidak terbatas"


"Hah!! Masa bisa gitu?"


"Ya bisa lah yank, kamu lupa ya kalau suami kamu ini kaya raya. Jadi jika kamu mau menghabiskan uang di kartu ini kamu tidak akan membuat aku miskin sayang” sombong Dion mencolek dagu istrinya


"Hmmm… aku salah menarget mu, aku kira kamu akan marah"


"Tidak lah sayang.. kamu ada ada saja"

__ADS_1


"Hehheh.. ok.. makasih sayang atas nafkahnya. Sekarang kamu silahkan bekerja, semangat sayang!" Ujar Tania mengayunkan tangan nya untuk memberikan semangat


"Iya sayang,, aku pasti semangat. Kiss lagi"


Tania menggeleng-gelengkan kepalanya.


Cup


Cup


Cup


"Sudah.. kamu pergi lah"


"Oke sayang.. bye bye.. Assalamu’alaikum"


"Wa’alaikum salam"


Tania mengantarkan Dion sampai pintu rumah


"Berkendaralah dengan hati-hati Wil" ujar Tania pada Wildan


"Pasti nona"


Pamit Wildan diangguki oleh Tania


Setelah mobil sang suami tak terlihat lagi, Tania segera masuk ke dalam rumah.


Namun, ia terkejut kala melihat sang ibu mertua menatap tajam ke arah nya dengan melipatkan kedua tangannya


"Sudah selesai drama busuk mu itu, kamu kira aku percaya kamu sangat mencintai anakku?"


"Mama…"


"Sudah.. jangan menyela ucapan ku. Sekarang ikut aku, aku akan menunjukkan padamu bagaimana menjadi nona muda di rumah ini" ujar mama Ami penuh emosi


Dengan sangat tiba-tiba mama Ami menyeret dan menarik Tangan Tani dengan kasar, karena tidak siap dengan apa yang dilakukan mama Ami membuat Tania ikut terseret dengan tarikan mama Ami


Bruk!!!


"Ahhh…. Sakit" lirih Tania


"Apa?? Kamu bilang sakit?? Aku tidak merasakan apa pun" cibir mama Ami


"Mama.. kenapa mama melakukan ini padaku, jika mama tidak suka padaku mama bisa membicarakan nya dengan baik"ujar Tania


"Apa katamu? Bicara baik baik?"


"Arghhhh… maa… sakit.. lepaskan" Mama Ami dengan brutalnya menarik rambut Tania membuat Tania mengeluh kesakitan


"Apa kamu bilang? Sakit?? Kasian sekali"


"Maa… hiks.. hiks.. maa.. sakit.. "ujar Tania memohon


Tania benar-benar kesakitan hingga mengeluarkan air matanya


"Ma.. aku mohon… lepaskan.. aku akan menuruti semua permintaan mama" ucap Tania disela sakitnya


Bruk!!


Kali ini terdengar kembali kepala Tania terhempas begitu saja mengenai ember tersebut, membuat kulit kepala Tania tergores dan membuatnya merah


"Ishh… "Tania mendesis kesakitan


"Baik.. aku minta kamu sekarang segera bersihkan baju baju kotor tersebut, jangan kamu gunakan mesin atau meminta bantuan kepada para pelayan"


"PELAYAN..!!!" teriak mama Ami membuat seluruh pelayan di sana segera berkumpul


Mereka sangat terkejut dengan kejadian di depan mereka, ada yang ingin menolong Tania namun mereka tidak berani, mereka terlalu takut untuk bertindak.

__ADS_1


Takut akan kehilangan pekerjaan hingga membuat keluarga mereka terancam


"Kalian dengar sini! Jangan ada yang berani membantunya atau menyuruhnya istirahat jika tidak atas dasar perintahku!! Jika ada yang berani membantunya, siaappp kalian aku pecat, Apa kalian mengerti?!!" Ujar mama Ami penuh penekanan


"Iya Nyonya" jawab mereka serempak


"Hari ini bagian mencuci baju kalian kerjakan yang lain dan awasi dia, dia harus menyelesaikan semuanya jangan ada yang membantu nya. Dan jangan biarkan dia menggunakan mesin untuk mencuci"


"Iya nyonya"


"Bagus.. kalian boleh pergi"


Mereka segera pergi ke tempat masing-masing dan terlihat empat orang yang bagian mencuci masih berdiri di sana


"Kamu!!" Tunjuk mama Ami pada Tania


"Iya ma"


"Cuci semua pakaian ini!!"


"Dan kalian awasi dia bukan membantunya!" Tegas mama Ami


"Iya nyonya, kami akan mengawasi dengan baik"


"Bagus… Aku akan pergi dulu"


Empat orang pelayan tersebut mengangguk kepalanya


"Maaf nona, kami tidak bisa membantu ujar salah satu pelayan pada Tania" ujar salah satu nya dengan nada sedih


"Tidak apa apa, aku paham posisi kalian balas Tania berusaha tersenyum disela kesakitan nya" jawab Tania tersenyum hangat


"Apa sebaiknya nona obati luka nona dulu?"Tanya pelayan yang lainnya


"Gak perlu, nanti saja setelah aku menyelesaikan ini. Lagian ini hanya luka kecil" ucap Tania


"Lagian aku juga bingung kenapa nyonya besar jadi sekejam ini, biasanya aku tidak pernah tau kalau nyonya punya sikap begitu kejam" ujar yang lainnya


"Sudah.. tidak apa, kalian duduk di sana saja mengawasi aku" ujar Tania


"Sungguh besar hati nona, jika aku menjadi nona pastinya akan pergi dari rumah ini atau mengadu pada tuan muda Dion" ucap salah satunya


"Huss… jangan bilang begitu, nanti terdengar sama nyonya habislah kita" tegur yang lainnya


"Sudah.. jangan berdebat lagi, aku mau menyelesaikan ini. Kalian kesana saja ya"


"Baiklah nona, kami akan menemani nona biar nona tidak kesepian"


"Baik.. terima kasih"


Tania segera memulai mencuci pakaian tersebut, Tania juga sedikit terhibur dengan ucapan demi ucapan yang dilontarkan oleh pelayan yang menemaninya saat mereka berdebat


...****************...


***Entahlah.. yang sabar ya Tan.. 😥


Author akan kasih pelajaran sama nenek lampir, lama lama bikin EsMOsSi*** 😤😡


Semoga suka


Happy Reading 💕


Jangan lupa juga mampir di karya Author yang lainnya


Tamat


...Menemukan Ibu...


On-going

__ADS_1


...Sorry My Suami...


Terima kasih 🙏


__ADS_2