
Sudah dua bulan lebih Tania dan Dion tidak bertemu dengan mama Dion.
Tania sebenarnya tidak enak hati tapi mau bagaimana lagi Dion bersikeras untuk tidak ingin bertemu mamanya.
Dion belum bisa memaafkan mamanya. Meskipun Tania sudah menasihati tetap saja Dion tidak mendengarkan.
Terkadang mereka juga berujung sedikit pertengkaran, Tania tak ingin membahas mama Ami lagi.
Bukan hanya itu, selama dua bulan ini Tania di jaga ketat oleh pengawal Dion. Ia benar-benar tidak ingin ada yang melukai Tania lagi.
Maka dari itu tidak ada celah bagi mama Ami dan Adelia untuk melakukan rencana mereka.
Pernah sekali mama Ami dan Adelia pergi ke rumah Tania dan Dion untuk menghukum Tania. Jangan kan menghukum masuk saja mereka tidak bisa.
Karena di apartemen itu pintu luarnya di jaga ketat oleh pengawal suruhan Dion.
"Gimana ni Tante?? kapan bisa memisahkan Tania dari Dion? kapan aku bisa menikahi Dion?" rengek Adelia pada mama Ami
"Kamu yang sabar, sekarang Tante juga pusing mikirnya gimana. Kamu tau sendiri kita tidak mendapatkan celah sedikitpun untuk mendekati wanita ular itu" tutur mama Ami menekan
"Hmm.. sudahlah.. Adelia pulang dulu. Percuma disini nggak ada solusinya" ujar Adelia segera meninggalkan mama Ami
Adelia bersungut-sungut kesal sepanjang jalan. ia memasuki mobilnya melajukan mobilnya.
Entah apa yang dipikirkan oleh nya, Adelia malah menuju pada perusahaan Dion.
"Jika aku tidak bisa memiliki kamu maka Tania juga tidak bisa" ucap Adelia
Entah pikiran gila apa yang membuat Adelia melakukan sesuatu yang seperti nya ekstrim itu.
...****************...
"Kenapa aku pusing sekali" ucap Tania memegang kepalanya.
"Nona kenapa? apa nona sakit?" tanya salah satu maid yang di pekerjakan oleh Dion.
"nggak tau bi, rasanya kepalaku pusing dan aku tidak berselera makan" ujar Tania
"Mau bibi belikan obat sakit kepala?" tanya Bibi khawatir
__ADS_1
"Boleh deh bi"
"Apa bibi kabari tuan saja biar nona di bawa ka rumah sakit?" tanya Bibi lagi
"Tidak usah bi, seperti nya aku hanya perlu istirahat" ucap Tania
Ketika hendak bangkit, Tania merasakan perutnya penuh gejolak untuk di keluarkan.
Tania segera berlari ke arah wastafel dapur dan memuntahkan cairan dari mulutnya.
Bibi yang khawatir segera menyusul, ia tidak lupa memijat pelan tengkuknya Tania.
"Udah selesai non?" tanya Bibi
"Udah bi, aku kenapa ya bi? biasanya nggak pernah Kayak gini" ucap Tania setelah mencuci mulutnya.
"Apa mungkin aku masuk angin?" tambahnya
Bibi tampak berfikir, "Tapi ya non, menurut bibi bukan masuk angin biasa deh"
"Maksudnya gimana bi?" tanya Tania bingung
"Hamil??" tanya Tania
Bibi mengangguk, "Ia non biasanya gejala kehamilan kayak yang non rasakan. Kalau enggak salah benar non, sebaiknya di cek dulu non. Biar tau" saran bibi
Tania tampak berpikir dan kemudian menerbitkan senyuman nya.
"Baik bi, mungkin saja benar. Soalnya aku udah satu bulan lebih ini tidak ada tamu bulanan" ucap Tania
"nah.. kemungkinan benar tu non" ucap bibi bahagia
"Baik bi, aku cek dulu ya" ujar Tania yang ingin ke kamarnya
"Apa perlu bibi bantu" ujar Bibi
"Tidak perlu bi, pusingku sudah mendingan dan aku juga bisa berjalan kok" ucap Tania
"Baik non, semoga bener ya non"
__ADS_1
"Aamiin bi.. Aku ke kamar dulu ya" pamit Tania
"Iya non" bibi mengangguk.
Sesampainya di kamar, Tania segera mengambil alat pendeteksi kehamilan dan membawanya ke kamar mandi.
Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, Akhirnya Tania keluar.
Dengan senyuman mengembang ia mengusap pelan perut ratanya.
"Alhamdulillah.. makasih ya Allah. selamat datang sayang.." ucapnya bahagia
"Pasti nanti papa kamu bahagia banget denger kalau kamu udah ada di perut mama" tambahnya
"Mama kasih tau sekarang atau nanti saja ya setelah papa pulang?" tanyanya pada calon buah hati yang mungkin masih sebesar biji kacang hijau
Tut....
Tut...
Tut.
Terlihat kontak sang suami menelpon dirinya.
"Baru aja di bilang nak, papa kamu udah nelpon aja" ucap Tania segera mengangkat telponnya
"Halo sayang...."
"...."
Tania segera menjatuhkan telpon nya berbarengan dengan air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya.
...****************...
Like
komentar
Vote
__ADS_1
and Kasih bintang juga ya 🙏🤗