My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Berberes Beres


__ADS_3

“Akhirnya selesai juga”ujar Tania menjatuhkan tubuhnya di atas salah satu kursi.


“Huff… leganya” saut Wulan yang juga ikut merebahkan tubuhnya.


“Ternyata hanya segini saja membuat kita lelah, padahal ini tidak seberapa berat tugas yang kita kerjakan. Kita hanya merapikan nya sedikit" ujar Tania dengan wajah lelahnya. Ia memberikan minuman dingin untuk Tania dan Wulan.


"Aku tau, karena kita sudah terlalu tua" balas Chika.


Tania menyunggingkan senyumannya dengan lebar mendengar penuturan lucu Chika yang ada benarnya. Mereka tertawa bersama.


Hari ini hari dimana dia Tania melakukan pekerjaan untuk membersihkan kafe yang ingin segera dibukanya. Chika juga ikut membantu sebagaimana yang telah di katakan nya tempo hari.


"Wulan.. terimakasih banyak atas bantuanmu yang telah ikut membereskan tempat ini" ucapan terimakasih Tania pada kekasih Rendi sahabatnya.


"Sama sama Tan.. Aku sangat suka.. Aku rasa aku akan kembali membantumu, sebab aku disini lagi libur studi ku.Boleh ya Tan?" tanya Wulan.


"Em.. tapi apa itu akan merepotkan kamu"


"Tidak.. aku sangat senang. Aku punya teman baru di sini dan kalian sangat menyenangkan bagi ku"


Chika menyunggingkan senyum nya. "Ya sudah.. kamu datang saja. Kami akan senang hati jika itu tidak merepotkan kamu. Benar kan Tan?" saut Chika.


"Benar. aku juga sangat senang sekali"


"Terimakasih banyak Tania dan Wulan" ucap Wulan dengan tersenyum ke arah Tania dan Chika.


Tania dan Chika mengangguk kepalanya dan membalas senyuman Wulan.


"Kamu sudah minta izin dengan pacarmu itu Chi?" Tania menoleh kearah Chika.


"Chika punya pacar juga?" tanya Wulan.


"Iya.. aku juga baru tau dan ternyata pacarnya Chika itu posesif" balas Tania.


"Sudah.. dan dia mengizinkan aku untuk bekerja dengan mu" balas Chika memainkan kedua alisnya.


"Wow.. cepatnya"


"Iya donk.. aku melakukan segala rayuan maut dengan usaha yang sangat keras, aku melakukan dengan berkali-kali dan memohon padanya. Akhirnya ia mengizinkan aku bekerja dengan kamu Tan. Aku sangat senang sekali." ucap Chika berbinar-binar.


"Ternyata usahamu tidaklah mudah ya" balas Tania menepuk bahu sang sahabat.


Chika menganggukkan kepalanya. "Tentu saja. Aku saja bingung bagaimana bisa aku menyukai pria seperti dia yang terkesan sangat dingin dan sedikit posesif."

__ADS_1


"Hahhaha.. itu karma untukmu karena dulu kamu selalu menolak pria yang ingin berkenalan denganmu."


"Seperti itu benar, tapi aku bersyukur mendapatkan laki-laki yang tampan seperti dia" balas Chika dengan bahagia yang di anggukan Wulan tanda setuju.


"Kamu beruntung tapi sepertinya dia merugi” ledek Tania.


Chika memasangkan wajah cemberut ketika mendengar penuturan Tania. Tania tertawa akhirnya bisa juga membuat sahabatnya yang cantik itu mengalami mood yang buruk.


"Jangan memasang wajah seperti itu, aku hanya bercanda” ucap Tania masih dengan tawanya. Wulan yang mendengar ucapan Tania juga ikut tertawa.


Mereka melanjutkan pekerjaan yang tinggal sedikit lagi setelah beristirahat. Sesekali diiringi tawa oleh ke tiganya. Wulan menjadi sangat akrab dengan dua teman barunya yang baru di kenalnya.


*Malam Hari


"Sudah pulang honey?"


"Sudah.."


"Pasti capek ya"


"Iya" jawab pria itu dengan muka memelas.


"Ingin rasanya kita cepat menikah dan kamu akan menungguku saat aku lelah bekerja seharian" lanjut pria itu dengan lirih.


"Hehehe... sabar.. katamu ingin beradaptasi dulu dengan bos baru di tempatmu bekerja. Setelah itu baru kita menikah setelah tau bagaimana keadaan bos baru mu itu" balas sang perempuan.


"Gak apa.. kamu tenang saja, kita masih punya banyak waktu. Aku akan tetap menunggu mu kok" balas wanita itu dengan senyuman mengembang.


"Hmmm.. makasih sayang. Kamu sudah mau mengerti aku. Love you" pesan cinta dari pria itu.


"Love you too" balas wanita itu pula.


"Ya sudah.. kamu istirahat saja, besok kembali bekerja. Semangat kerja honey❤️" lanjut sang wanita.


"Baiklah.. selamat malam sayang. Umuach.. ❤️" balas sang pria dengan manisnya untuk sang wanita dan sang wanita pun tersenyum senyum sendiri karena malu.


"Oi!!" tepuk Tania pada bahu Chika.


percakapan tadi itu adalah panggilan video Chika dengan sang kekasih. Begitu lah bentuk percakapan cinta yang selama ini di lakukan Chika dengan sang pujaan hati.


"Ternyata bukan cuma pacarmu yang posesif dan bucin padamu Chi, rupanya kamu punsama saja dengannya. Sama sama bucin dan alangkah lebih bagus jika kau ratu bucin maka dia raja bucinnya. Tapi meskipun demikian aku iri dengan kalian" ujar Tania berpura pura cemberut.


"Cari pacar maka nya" balas Chika dengan meledek.

__ADS_1


"Cih.. kau ini tenang saja. Sebentar lagi aku akan mengirimkan undangan pernikahan untuk mu, kau pasti akan terkejut" ujar Tania seakan menantang Chika.


"Halahh.. mana ada, tunggu aku jamuran dulu baru dapat undangan pernikahan mu itu Tan" balas Chika dengan kembali meledek.


"Kau ini, bukannya di aminkan saja doa ku malah mengatai aku. Seakan aku tidak akan laku saja seumur hidup" cerocos Tania.


"Heheh.. kau lah memulai nya" sanggah Chika tak terima di salah kan.


"Tapi aku ada ide, bagaimana jika kamu mencoba membuka hati untuk pria lain" lanjut Chika.


"Maksud mu?"


"Ya.. kamu buang perasaan mu untuk si Dion karpet itu. Aku tau kau masih menyimpan perasaan cinta untuk nya" ujar Chika menatap ke mata Tania.


"Tidak Chi, jangan mengada-ada" elak Tania.


"Jangan membohongi aku Tan. Apa kau tau ikatan antara seorang sahabat lebih kuat setelah ikatan keluarga. Aku tau bagaimana perasaan mu, aku tau kau masih mencintai si Dion karpet itu. Buktinya sampai sekarang kamu masih belum memiliki pengganti padahal hubungan mu dengan nya sudah kandas beberapa tahun yang lalu. Tetapi aku juga tidak bisa melarangnya. Namun aku bisa membantu mu agar keluar dari perasaan mu itu dan mencoba untuk menemukan cinta yang baru."


Tania terdiam tidak menanggapi apapun.


"Aku tau mungkin ini berat dan sangat sangat tidak mudah untuk mu. Tapi demi kelangsungan kebahagiaan di hidup Tan, apa salahnya jika kamu mencoba apa yang aku katakan ini" Tania tersenyum.


Melihat Tania tidak merespon apa pun tentang ucapan nya. Chika mencoba mencairkan suasana hati sang sahabat.


"Wah.. aku merasa sudah bisa mendaftar menjadi penasihat dalam hubungan cinta. Aku sangat bijak malam ini, apa kau tersentuh dengan ucapan aku yang tadi Tan? Ah.. aku tau kau pasti tersentuh dan tidak menyangka aku dapat mengatakan hal seperti itu, bahkan aku sendiri tidak tau mengapa aku sebijak ini. Mungkin kah aku memang cocok menjabat sebagai penasihat hubungan cinta Tan?" Celoteh Chika dengan tawanya.


"Kau percaya diri sekali Chi."


"Kita memang harus percaya diri Tan, tapi aku cocok kan menjadi penasihat hubungan cinta?" tanya Chika sekali lagi.


Tania di buat tertawa dengan pertanyaan Chika yang tiada henti untuk mengagungkan dirinya.


Malam semakin larut akhirnya Chika dan Tania tertidur di kamar Tania. Chika menginap di rumah Tania malam ini karena kesibukan nya membereskan cafe yang akan di kelola Tania.


...****************...


...Terimakasih atas dukungan nya untuk cerita ini 😊...


...Jangan lupa untuk mampir di cerita author Menemukan Ibu ya 😀...


...Jangan lupa untuk...


...Like...

__ADS_1


...Komentar...


...and Vote beserta kupon kupon hadiahnya 😉...


__ADS_2