
Tania duduk di sofa ruangan Dion. Tania membuka makanan yang di bawanya untuk Dion.
Dion memperhatikan semua gerakan Tania yang terlihat gugup
"Apa aku begitu menakutkan hingga membuat Dia begitu gugup" batin Dion
"Mari makan" ujar Tania
"Hemm" balas Dion
Dion mengambil makanan tersebut dan memakannya. Tania membawa makanan kesukaan Dion yaitu nasi goreng seafood.
Dion melahap makanannya dengan tandas. "Apa kau tidak makan? kan sudah aku katakan kita makan bersama bukan temani aku makan" ucap Dion melirik Tania yang dari tadi hanya memainkan sendok
"Hmm.. iya aku makan" balas Tania
Tania segera menyendok makanannya dan memasukkan ke dalam mulutnya.
"aku merasa seperti tercekik jika suasana begini" batin Tania
"Dia sangat sangat menakutkan sekarang ini. Beberapa tahun ternyata bisa juga mengubah wajah manusia" lanjut Tania masih dalam hati.
30 Menit berlalu terlihat Dion dan Tania sudah menyelesaikan makan siang mereka.
Tania membersihkan meja tersebut dan setelah nya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. sedangkan Dion sudah lebih dulu ke kamar mandi di ruangan tersebut
Dion kembali dan melihat Tania yang sedang memainkan ponselnya
Tania sedang berbalas pesan dengan Chika. Tania mengabari kalau makanan titipan untuk Wildan sudah ia berikan.
Chika juga membalas dengan sebuah foto di mana Wildan berselfi ria dengan makanan pemberian kekasih nya, Wildan juga memberikan emoticon love di foto tersebut
__ADS_1
"Mereka sangat manis" ucap Tania yang tanpa sadar di dengar oleh Dion yang sudah berada di samping nya.
"Siapa yang manis?" tanya Dion mencoba melihat ponsel Tania
"Eh.." Tania terkejut melihat Dion yang sangat dekat dengan dirinya
"Sejak kapan kamu di sini?"
"Sejak tadi, sejak kau tertawa sendiri dengan ponselmu"
"Owh.. maaf aku tidak menyadarinya"
"Aku tanya.. siapa yang manis?" Dion mengulang kembali pertanyaan nya yang seakan sangat penting dan harus mendapatkan jawaban dari Tania
"Emmm.. aku mengatakan tentang Chika dan Wildan yang senang karena mendapat makanan dari Chika"
"Coba ku lihat fotonya" pinta Dion yang lebih ke arah pemaksaan, mau tidak mau Tania memperlihatkan foto tersebut
"Terserah padamu" balas Tania yang tidak ingin berdebat dengan Dion.
Tanpa disadari Tania, Dion bergerak dan menjatuhkan kepalanya diatas paha Tania
Tania tersentak kaget. "Apa yang kamu lakukan?" tanya Tania
"Aku minta paha mu sebentar sebagai bantal. Aku ingin istirahat sebentar"
"Di kamar mu saja istirahat di sana ada kasur malahan"
"Tidak mau.. aku mau di sini"
"Dion.. bangunlah "
__ADS_1
"Kenapa?? aku tidak boleh tidur di sini?" ujar Dion yang melihat Tania dari arah bawah
"Bukan begitu, tidak baik jika baru saja makan langsung merebahkan diri. Tunggu beberapa menit dulu baru bisa. Nanti kau mengalami gangguan kesehatan"
Dion tersenyum tipis mendengar nasehat Tania yang mengkhawatirkan kondisi tubuhnya
Dion bangun dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Dion akhirnya menyandarkan kepalanya di bahu kanan Tania. Tangan kirinya merangkul pinggang Tania dengan santainya
Deg!!!
Jantung Tania berdetak dengan sangat kencang kala tangan itu sudah bertengger di pinggang seksinya
"Jangan melarang lagi, tadi kau hanya mengatakan tidur yang tidak boleh. Sekarang aku tidak tidur aku hanya menyandarkan kepalaku" ujar Dion lebih dulu saat melihat Tania ingin kembali berucap
"Bukan seperti itu, aku merasa tidak nyaman dengan posisi seperti ini " lirih Tania
"Aku tidak peduli, aku ingin begini sebentar. Sebentar lagi aku ada meeting dengan klien hingga sore hari " lirih Dion yang terdengar sangat kelelahan
Tania terdiam tidak membalas lagi ucapan. Tania membiarkan Dion di posisi tersebut.
"Jika kamu bersikap seperti ini, aku merasa kembali menemukan Dee ku yang dulu" Batin Tania
"Dee ku yang dulu sangat manja dan penuh kasih sayang seperti dirimu sekarang" lanjutnya
"Sangat nyaman sekali, aku rindu dengan kehangatan ini. Aku rindu dengan aroma tubuhnya yang selalu dapat menghilangkan rasa letihku dulu, ingin sekali aku mencium mu Tan. Kali ini aku sudah mengambil keputusan bahwa aku akan membuatmu kembali kepadaku, aku akan menikah denganmu. Hatiku serasa sangat bahagia seperti sebelum kejadian kau selingkuh dengan Rendi sialan itu beberapa tahun lalu. Aku akan menganggap kejadian menyakitkan itu hanya sebagai ujian cinta kita. Aku tidak akan mengungkit kejadian itu lagi. Tujuanku sekarang adalah agar aku dapat menikah denganmu dan membentuk sebuah keluarga kecil yang bahagia dengan anak-anak kita" batin Dion.
Membayangkan saja kebahagiaan keluarga kecilnya, Dion mengembangkan senyuman bahagianya yang tidak di sadari Tania.
...Happy Reading semuanya โค๏ธโค๏ธ...
...Author Hadir Kembali membawa lanjutan cerita Dion, jangan lupa untuk meletakkan kembali hadiah kecilnya dari para reader untuk cerita author ini๐...
__ADS_1