My Ex Suamiku

My Ex Suamiku
Keputusan Untuk Mengakhiri


__ADS_3

"Apa maksud mu mengatakan ingin mengakhiri hubungan diantara kita?" tanya Dion yang mulai tersulut emosi.


Dion meninggikan suaranya. Ia masih tidak percaya dengan ucapan Tania.


"Maksud ku, aku ingin putus dengan mu. Kau tidak bisa melanjutkan hubungan ini" ujar Tania dengan datar.


"Sayang.. kenapa kamu memutuskan hubungan dengan anak Tante? apa anak Tante berbuat sesuatu yang menyakiti hati mu?" mama Ami ikut akting seakan ia tidak tau ini.


"Bagus.. akhirnya kamu mengambil keputusan yang tepat" mama Ami tertawa bahagia dalam hati.


"Tania.. kamu tidak serius dengan ucapan kamu kan?" tanya Dion.


"Dion.. cukup.. aku sudah mengatakan semua. Aku serius mengatakan hal itu, aku tidak bercanda. Aku rasa kita memang tidak di takdir untuk bersama.


Aku tidak bisa mencintai pria yang waktunya terbagi bagi seperti kamu. Kamu sibuk dengan perkuliahan mu. Aku tidak bisa. Aku merasa menanti sesuatu yang sangat membuat aku muak" ucap Tania terlihat biasa saja. Ia mengepalkan ujung bajunya. Ia menahan semua rasa sakit nya.


Dion terperangah tak percaya dengan semua ucapan Tania. Ia tidak pernah melihat sisi Tania yang ini. Ia merasa Tania yang berada di hadapannya bukanlah Tania yang sama seperti Tania yang dulu sangat mencintai dirinya.


"Tapi.. kamu juga sebentar lagi akan kuliah dengan ku di kampus itu. Kita akan kembali menghabiskan waktu bersama seperti dulu " balas Dion.


"Maaf Dion.. aku seperti nya tidak tertarik untuk kuliah di sana. Aku rasa aku tidak ingin kuliah" ujar Tania.


"Tapi kenapa kamu tiba tiba mengakhirinya hubungan kalian? kan bisa di bicara baik baik" ujar lembut mama Ami.


"Ini saya sedang ngomong baik baik Tan. Saya sudah mengatakan semuanya secara baik. Saya juga sudah memikirkan hal ini dengan matang tante" balas Tania.


"Kalian ngomong lah dulu, mama tunggu di luar aja ya" ujar mama Ami melenggang pergi seakan ia berharap pasangan itu bicara dari hati ke hati dan menyelesaikan masalah mereka.


"Kamu ini kenapa? kenapa tiba-tiba ingin putus dan sekarang kamu tidak ingin kuliah, kenapa kamu berubah secara tiba tiba tan" ujar Dion menatap tajam pada Tania.


"Ya aku tidak ingin saja. Itu keputusan ku, aku sudah memikirkan nya. Aku rasa kuliah akan menghabiskan waktu dan uangku saja, lebih baik aku bekerja sehingga mendapatkan uang " jawab Tania.

__ADS_1


"Tapi Tan.. "


"Tidak ada tapi Dion, aku sudah mengatakan semuanya padamu. Aku ingin kita mengakhiri hubungan diantara kita dan jika suatu saat kita kembali bertemu aku harap kita tidak saling mengenal" ucap Tania hendak berdiri dari duduknya dan pergi.


Namun langkah kaki Tania di tahan oleh tarikan tangan Dion pada tangan Tania.


"Aku mohon kamu jangan seperti ini, Aku sangat tidak bisa. Aku sangat mencintaimu Tania, aku tidak bisa hidup tanpamu. Kita bisa membicarakan hal ini secara baik baik kan tanpa harus seperti ini" lirih Dio. menunduk menggenggam tangan Tania.


Tania berkaca kaca, ia melihat ke arah lain. "Aku juga mencintaimu Di.. bahkan sangat sangat mencintaimu. Tapi aku tidak punya pilihan lain, maafkan aku" balas Tania.


"Dion.. sudahlah.. Aku rasa ini sudah lebih cukup, kita tidak perlu membicarakannya lagi Aku tidak akan mengubah keputusan ku. Aku tetap ingin kita mengakhiri hubungan diantara kita. Aku harap kamu menghargai keputusan ku." ujar Tania menepis tangan Dion.


Dion terduduk lemah setelah Tania meninggalkan dirinya di restoran itu. Dion masih tidak percaya Tania memutuskan hubungan cinta mereka sepihak dengan alasan yang tidak jelas.


Dion mengusap wajahnya dengan kasar.


Sedangkan di luar Tania menangis dengan sangat perih. Ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri terhadap apa yang di lakukan nya pada Dion.


Tania menyeka air matanya dan berdiri tegak. "Tante,, tidak perlu membantu pengobatan ayahku dan tidak perlu memberikan kompensasi untukku karena selama ini saya tulus dengan Dion tanpa ada embel embel uang di dalamnya" saut Tania.


"Cih.... em.. boleh juga. Setidaknya kamu masih mempertahankan harga dirimu. Orang seperti kamu tidak ada yang bisa di pertahankan selain harga diri" cibir Mama Ami.


"Baguslah.. kalau kamu tidak ingin yang dari saya. Padahal saya tadi ingin memberikan kompensasi yang sangat luar biasa besarnya padamu. Tapi karena kamu menolak ya sudah lah. Yang penting uang saya tidak jadi keluar untuk saya berikan padamu" lanjutnya.


"Semoga semua yang kamu katakan tadi benar ada nya, jangan nanti kamu mencoba kembali dengan anak saya. Saya rasa kamu orang yang bertanggung jawab atas semua yang kamu katakan" ujar mama Ami.


"Tante tenang saja, saya akan menepati janji saya. Saya tidak mengingkari" ujar Tania.


"Ya sudah.. saya mau masuk dulu, seperti nya anak saya sangat bodoh. Dia pasti menangisi kepergian wanita seperti dirimu. Tapi kamu tenang saja, Dion akan kembali bangkit dan kembali bersanding dengan wanita pilihan ku yang setara, sejajar dan selevel dengan keluarga kami" ujar Mama Ami berlalu meninggalkan Tania yang mematung.


Tania tidak menanggapi ucapan mama Ami sedikit pun. Ia melangkah kaki untuk pulang ke rumah dan menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan pulang menuju rumah nya, Tania tidak henti hentinya meminta maaf pada Dion.


Rasa bersalah terhadap pemutusan hubungan sebelah pihak dari dirinya.


Satu jam berlalu, sekarang Tania sudah sampai di rumahnya. Tidak ada siapapun di rumah, karena semuanya masih berada di rumah sakit.


Tania meminta izin ke ayah dan ibunya dengan alasan ingin meminta cuti di tempat ia bekerja.


Tania sudah meminta cuti pada bos tempat ia bekerja sebelum bertemu dengan mama Ami.


Tania kembali menangis sejadi-jadinya setelah ia memasuki kamar tidur miliknya.


"Maafkan aku Di, aku minta maaf. Aku sangat bersalah karena telah membuat kamu terluka. Aku sangat berdosa pada mu. Maafkan aku Di" ucap Tania dengan menekuk kedua tangan nya di lututnya.


Tania menangis dengan pilunya. Ia kembali membayangkan bagaimana kesedihan ibunya dan kesakitan yang di derita ayahnya. Dan tak lupa pula tatapan memohon Dion padanya agar tidak memutuskan hubungan cinta mereka.


"Aku harap ini menjadi keputusan yang tepat Di. Sekali lagi maafkan aku. Aku harap kamu akan bahagia dengan pilihan ibumu nanti" lanjut Tania.


Tania menangis tersedu sedu dan penuh kepiluan. Ia merasakan perasaan sakit hati, sesak dan dadanya seakan dihimpit dengan batu yang besar.


...****************...


...Terimakasih banyak atas dukungannya 🤗 jangan lupa untuk mampir di cerita author Menemukan Ibu ya 😊...


Jangan lupa untuk


Like


Komentar


and Vote beserta kupon kupon hadiahnya agar author semangat untuk up 🤭😂

__ADS_1


__ADS_2